TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Gelontorkan Rp80 Miliar untuk Capex, MOLI Bidik Bisnis Bioethanol Program Pemerintah

Busthomi
24 June 2025 | 17:18
rubrik: Capital Market
Gelontorkan Rp80 Miliar untuk Capex, MOLI Bidik Bisnis Bioethanol Program Pemerintah

FOTO: Dok MOLI

Jakarta, TopBusiness – PT Madusari Murni Indah Tbk. (IDX: MOLI), salah satu produsen ethanol melihat masih banyak peluang bisnis yang bakal dijalankan di tengah beragam tantangan yang ada.

Salah satu peluang tersebut adalah adanya program pemerintah tentang pengembangan bioethanol yang menjanjikan untuk industri etanol di Indonesia. Selain itu juga adanya nilai tukar USD yang menguat ini juga menjadi peluang tersendiri dari bisnis MOLI tersebut.

“Jadi, di tengah tantangan yang ada tersebut, MOLI melihat tetap banyak peluang. Salah satunya adanya program pemerintah tentang pengembangan bioethanol yang menjanjikan untuk industri etanol di Indonesia. Sehingga melihat peluang itu, kami akan usung strategi dengan mengembangkan pasar ekspor baru dan mendukung kebutuhan pemerintah untuk bioethanol tersebut,” ujar Direktur MOLI, Jose G. Tan dalam acara Public Expose, yang digelar, Selasa (24/6/2025).

Untuk itu, perseroan akan menggekontorkan belanja modal atau capital expenditure (capex) senilai Rp80 miliar di tahun 2025 ini.  

“Dana yang dianggarkan ini akan digunakan untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas produk melalui upgrade fasilitas manufaktur,” jelas dia.

Langkah ini juga dalam rangka mendukung  proyeksi penjualan atau pendapatan di tahun 2025 ini yang sebesar Rp1,44 triliun. Angka tersebut berarti tumbuh sekitar 5% jika dibandingkan  dengan realisasi tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,37 triliun.

Pertumbuhan ini, kata Jose G. Tan, didorong oleh peningkatan volume penjualan ekspor dan nilai tukar USD yang kuat.

Lebih jauh dia menegaskan, sejatinya di tahun ini Perseroan banyak menghadapi tantangan. Antara lain, MOLI menghadapi tantangan seperti kelebihan pasokan (oversupply) etanol di pasar domestik, tarif nol pada etanol impor dari Pakistan, dan kurangnya kontrol regulasi atas ekspor bahan baku.

BACA JUGA:   Wow, RUPST BRI Sepakat Bagi Dividen hingga Rp12,1 Triliun

“Untuk itu, strategi yang diterapkan Perseroan adalah fokus pada pasar niche dengan kualitas tinggi dan margin yang lebih baik, serta pengembangan produk baru melalui riset dan pengembangan,” tandas dia.

Untuk diketahui, MOLI merupakan produsen food grade etanol dan CO2 cair berkualitas tinggi terbesar di Indonesia. Molindo mulai beroperasi pada tahun 1965 di provinsi Jawa Timur sebagai perusahaan milik keluarga dan telah menjadi perusahaan publik pada tahun 2018.
Grup Molindo terdiri dari PT Madusari Murni Indah Tbk sebagai perusahaan induk terbuka dari Grup dengan dua entitas anak yang menjalankan bisnis strategis dalam industri ini, yaitu: PT Molindo Raya Industrial sebagai perusahaan produsen etanol berkualitas tinggi, serta produk turunan lainnya seperti pupuk, karbon dioksida (CO₂), dan dry ice.

Serta, PT Sumber Kita Indah sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang distribusi dan perdagangan etanol dan produk lainnya.

Tags: bisnis etanolMOLIpaparan publikPT Madusari Murni Indah TbkRUPST
Previous Post

Vasanta Group Gelar Shila Fun Run 2025, Langkah Sehat Menuju Kehidupan Berkualitas di Kawasan Terpadu

Next Post

Bagi MPG, GRC adalah Kunci Bisnis Berkelanjutan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR