Jakarta, TopBusiness – PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) yang baru saja mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menjadi emiten ke-18 di tahun 2025. Perseroan menjadi Perusahaan terbuka melalui skema initial public offering (IPO).
Melalui IPO ini, COIN berhasil mengantongi total dana mencapai Rp220 miliar, dengan harga penawaran Rp100 per saham.
Menurut Direktur Keuangan COIN Abraham Nawawi, dari total dana IPO tersebut, Perseroan akan mempergunakannya untuk mendukung kebutuhan modal kerja perusahaan anak, yakni CFX dan ICC yang masing-masing memperoleh sebesar 85% dan 15%. Sejauh ini COIN didukung oleh kinerja keuangan Perseroan yang solid.
“Dengan dana IPO ini, COIN optimistis untuk dapat meningkatkan pendapatan pada akhir tahun 2025. Langkah ini melalui pengembangan produk dan usaha yang dilakukan oleh entitas anak, salah satunya produk derivatif kripto,” terang Abraham dalam jump apers usai listing saham COIN, di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (9/7/2025).
Kinerja apik tahun ini, kata dia, melanjutkan performa positif di tahun 2024 lalu. Tercatat, COIN pada akhir Desember 2024 berhasil membukukan kenaikan pendapatan signifikan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya (year-on-year/yoy) dengan mencatat net profit margin sebesar 42,32% dari total pendapatan.
“Jadi, sepanjang tahun 2025, CFX juga terus mendorong pertumbuhan produk derivatif, yang mana berfungsi sebagai lindung nilai, sehingga pada saat harga Spot aset kripto menurun, tetap ada transaksi Derivatif untuk memasang posisi lindung nilai,” jelas Abraham.
Berdasarkan data laporan terbaru dari Chainalysis Global Crypto Adoption Index, Indonesia menduduki peringkat ketiga dalam adopsi aset kripto global, naik dari peringkat sebelumnya di posisi ketujuh. Artinya, Indonesia merupakan negara dengan adopsi aset kripto nomor satu di kawasan Asia Tenggara.
Peningkatan terhadap adopsi aset kripto secara global didukung oleh semakin meningkatnya jumlah konsumen aset kripto nasional yang sudah mencapai 14,16 juta orang per April 2025, atau terus bertambah dibandingkan Januari 2025 di angka 12 juta orang.
Semakin bertambahnya minat masyarakat terhadap aset kripto sebagai instrumen investasi yang sudah mendapatkan pengawasan dari Bursa CFX dan Lembaga Kustodian ICC mampu mendorong pertumbuhan total transaksi aset kripto Indonesia yang mencapai hingga Rp650,61 triliun di akhir 2024.
Di tempat yang sama, Direktur Utama PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) menyebut, melalui Bursa CFX dan Lembaga Kustodian ICC yang dijalankan secara transparan, inovatif, dan berpegang pada prinsip tata kelola perusahaan yang baik, perseroan percaya industri aset kripto nasional akan terus berkembang positif dan tumbuh berkelanjutan.
“Hingga akhirnya Bursa CFX dan Lembaga Kustodian ICC tidak hanya menjadi rumah bagi industri aset kripto di Indonesia, tetapi juga diharapkan akan mampu untuk menjadi pusat perdagangan aset kripto di kawasan Asia Tenggara,” jelas Ade.
Dia pun bersyukur, kehadiran COIN di bursa saham menjadi momentum bagi Indonesia menjadi pusat perdagangan aset kripto di Asia Tenggara, bukan sekadar menjadi pasar.
“Sehingga ke depannya dengan dukungan regulator, instansi terkait, dan infrastruktur bursa yang terpercaya, Indonesia dapat memfasilitasi transaksi lintas negara yang lebih jelas dan aman untuk bertransaksi aset kripto di Indonesia,” tandas Ade.
