TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Pasar Modal Syariah Didorong Tumbuh

Nurdian Akhmad
2 November 2017 | 06:59
rubrik: Business Info
Pasar Modal Syariah Didorong Tumbuh

Ilustrasi Islamic Finance/Istimewa

Jakarta, BusinessNews Indonesia—Potensi pasar modal syariah di Indonesia terus menggeliat. Geliat itu tampak dari berbagai indikator peningkatan pergerakan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) beberapa tahun ke belakang.

Terkait geliat potensi itu, Buras Efek Indonesia (BEI) melakukan kunjungan ke Dubai Financial Market (DFM) di Dubai, Uni Emirat Arab untuk menjajaki pertukaran pengetahuan dengan satu-satunya pasar modal di dunia yang berprinsip syariah tersebut.

Hal ini dilakukan supaya pasar modal syariah di dalam negeri kian berkembang dan diharapkan ke depannya dapat menjadi penghubung dengan pasar modal syariah dunia.

“Aktivitas transaksi efek di DFM telah dijalankan dengan prinsip syariah secara sempurna. Selain mekanisme transaksi dilakukan secara syariah, sistem hari kerja di DFM juga dilakukan secara syariah antara Minggu sampai dengan Kamis,” kata Direktur Utama BEI Tito Sulistio dalam keterangan tertulis kepada Majalah BusinessNews Indonesia (30/10/017).

Apalagi dengan populasi penduduk yang mencapai 261,115 juta jiwa, sebanyak 87% atau 227,12 juta jiwa adalah penduduk muslim dan 65% diantaranya masih dalam usia produktif merupakan potensi yang sangat besar untuk bertumbuhnya pasar modal syariah di Indonesia. Sedangkan populasi negara-negara utama penerbit sukuk (surat berharga syariah negara) terbesar dunia tak sebesar Indonesia.

Turki hanya memiliki populasi 79,512 juta jiwa, Inggris sebanyak 65,637 juta jiwa, Arab Saudi 32,27 jiwa, Malaysia 31,19 jiwa dan Uni Emirat Arab yang hanya 9,27 juta jiwa. “Populasi penduduk muslim Indonesia lebih besar dari populasi negara penerbit sukuk terbesar dunia,” jabar Tito.

Beberapa indeks syariah utama terbesar dunia pertumbuhannya pun masih di bawah ISSI, seperti indeks Dow Jones Islamic Market yang hanya mencatatkan kenaikan 16,4%, FTSE Global Shariah 15,8% dan MSCI World Islamic yang hanya tumbuh 13,1%.

BACA JUGA:   MRPR Capai Financial Close PLTGU Riau

Dalam jangka waktu lima tahun, BEI juga mencatat nilai kapitalisasi pasar saham syariah meningkat sebesar 42% atau dari Rp2.451 triliun pada 2012 menanjak menjadi Rp3.473 triliun akhir September 2017. Bahkan per September 2017, transaksi saham di BEI tercatat didominasi oleh saham syariah. Dari 556 saham yang ditransaksikan di BEI, tercatat sebanyak 343 saham diantaranya merupakan saham-saham berbasis syariah.

Perkembangan jumlah investor saham syariah yang membuka rekening efek syariah juga tercatat meningkat signifikan. Per September 2017, jumlah investor saham syariah tercatat 19.265 orang atau naik 57% dibandingkan tahun 2016 yang berjumlah 12.283 orang.

Sehingga, jumlah pangsa pasar investor syariah pun tumbuh 3,2% pada September 2017 dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang berjumlah sebesar 2,3%.

“Ke depan, pasar modal syariah Indonesia masih akan terus berkembang. Potensi tersebut ditunjukkan dengan pergerakan ISSI yang mengalami kenaikan mencapai 28,1 persen pada periode Juni 2016 hingga Juni 2017,” kata Tito.

Previous Post

IPO Freeport Untungkan Banyak Pihak

Next Post

Komputasi Awan Termutakhir, Ditawarkan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR