Jakarta, BusinessNews Indonesia—PT Biznet Gio Nusantara resmi meluncurkan NEO Cloud, platform komputasi awan terbaru dan terdepan dengan teknologi berbasis open access di Indonesia. Neo Cloud dibangun dengan teknologi open stack dan merupakan layanan komputasi awan pertama di Indonesia yang menawarkan layanan multiple availability zone dan multiple region. Layanan ini hadir untuk melayani para pengembang aplikasi yang bekerja di segmen UKM (usaha kecil menengah), perusahaan rintisan (Startup) hingga korporasi agar dapat mengadopsi layanan komputasi awan yang lebih aman dan terpercaya.
Adi Kusma, presiden direktur Biznet, mengatakan di Jakarta (1/11/2017) , “Biznet terus berinovasi mengembangkan teknologi terkini dan terus memperluas jaringan ke lebih banyak kota di Indonesia. Neo Cloud hadir menawarkan layanan komputasi awan dengan berbagai fitur terbaru yang didukung oleh infrastruktur teknologi jaringan terbaik milik Biznet. Kami yakin Neo Cloud akan menjadi solusi yang tepat untuk mendukung kebutuhan pelanggan akan layanan komputasi awan yang andal dan berkualitas.”
NEO Cloud menawarkan berbagai fitur dan layanan, yaitu Virtual Compute, Flex Storage, Networks, dan Domain. Virtual Compute, sebagai layanan utama, merupakan infrastructure-as-a-Service (IaaS) yang memberikan kemudahan bagi pelanggan untuk dapat mengatur kebutuhan skala komputasinya dengan spesifikasi mulai dari 1–32 core VCPU dengan RAM hingga 64 GB.
Layanan NEO Virtual Compute juga dilengkapi pilihan memory-optimized untuk memenuhi kebutuhan industri dengan skala komputasi besar. Desain UI/UX dari layanan NEO Cloud yang nyaman dan ringkas memudahkan pelanggan merancang, menjelajah, dan membangun berbagai tipe infrastruktur yang diinginkan dalam waktu singkat.
Untuk kebutuhan penyimpanan data, NEO Cloud menawarkan layanan NEO Flex Storage yang mencakup layanan Block Storage dan Object Storage. Layanan Block Storage terdiri dari Standard Performance yang mampu memberikan performa kecepatan hingga 10,000 IOPS (I/O Per Second) serta high performance yang memberikan pilihan performa kecepatan 30,000 IOPS, 50,000 IOPS, dan 100,000 IOPS.
Sedangkan untuk layanan Object Storage, NEO Cloud menjanjikan kompatibilitas dengan standar industri S3 dari Amazon Web Service.
“Kami ingin membawa nuansa baru bagi industri komputasi awan di Indonesia,” ujar Dondy Bappedyanto, CEO PT Biznet Gio Nusantara.
“Selama ini penyedia layanan komputasi awan lokal kerap dipandang sebelah mata karena fitur yang ditawarkan dianggap masih kalah dibandingkan layanan serupa yang ditawarkan oleh kompetitor dari luar negeri. NEO Cloud hadir dengan beberapa layanan seperti Multiple Region dan Availability Zone yang selayaknya harus dimiliki oleh pemain lokal lainnya, namun pada kenyataannya masih belum tersedia,” imbuhnya lagi.
