Jakarta, TopBusiness – Laju IHSG kemarin ditutup naik 0.83%, dan kembali disertai dengan net buy asing ~319 Miliar. Saham yang paling banyak dibeli asing adalah BBRI, ASII, ANTM, BMRI dan AMMN.
Namun untuk perdagangan hari ini, menurut Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, IHSG berpotensi koreksi terbatas hari ini.
“Dengan kondisi itu, maka level Support IHSG diproyeksi di rentang 7470-7500, dengan level Resist IHSG diperkirakan di kisaran 7550-7600,” tegas Fanny, dalam risetnya, Jumat (25/7/2025).
Global Overnight Review
Wall Street Naik, S&P 500 dan Nasdaq Catat Rally Rekor Tertinggi. Indeks-indeks Wall Street mayoritas naik pada Kamis (24/7), bahkan S&P 500 dan Nasdaq Composite rally all time high (ATH).
Setelah kinerja keuangan 2Q25 Alphabet, induk usaha Google, melampaui ekspektasi. Indeks S&P 500 naik tipis 0,07%, Nasdaq menguat 0,18%.
Sedangkan, Dow Jones Industrial Average melemah 0,7%, terdorong oleh penurunan saham IBM lebih dari 7% akibat pendapatan divisi perangkat lunaknya yang meleset dari estimasi.
Namun, penguatan pasar dibatasi oleh penurunan saham Tesla, turun 8% setelah mencatatkan penurunan pendapatan otomotif untuk kuartal kedua secara berturut-turut.
Di luar laporan kinerja emiten, investor juga mencermati perkembangan politik, yakni kunjungan mendadak Presiden AS Donald Trump ke kantor The Fed pada Kamis.
Langkah ini memperkuat tekanan Trump terhadap Ketua The Fed Jerome Powell, yang menurutnya tidak cukup agresif dalam memangkas suku bunga.
Kunjungan tersebut merupakan yang pertama kali dilakukan presiden AS dalam hampir dua dekade terakhir.
Pasar saham juga mendapat dorongan dari harapan tercapainya kesepakatan dagang antara AS dan Uni Eropa.
Laporan Financial Times menyebutkan kedua pihak semakin dekat menuju kesepakatan yang kemungkinan mencakup tarif impor dasar sebesar 15%. Laporan ini dikonfirmasi oleh Bloomberg berdasarkan keterangan para diplomat.
Bursa Asia Menguat, Terdorong Sentimen Kesepakatan Dagang. Bursa Asia mayoritas menguat pada perdagangan Kamis (24/7). Indeks Jepang, Nikkei 225 naik 1,59%, dan Topix menguat 1,75%.
Sedangkan di Korea Selatan, indeks Kopsi naik 0,21% dan Kosdaq turun 0,45%. Sementara itu, Hang Seng Hong Kong naik 0,51%, Taiex Taiwan naik 0,24% dan ASX 200 Australia melemah 0,32%.
Di sisi lain, Straits Times Singapura naik 0,99% dan FTSE Malaysia naik 0,69%. Bursa Asia naik selama enam hari berturut-turut, didukung adanya sinyal bahwa AS akan melakukan lebih banyak kesepakatan perdagangan setelah mencapai kesepakatan perdagangan dengan Jepang.
Kenaikan di pasar saham menyusul laporan bahwa AS hampir mencapai kesepakatan dagang dengan Uni Eropa yang akan menetapkan tarif 15% untuk sebagian besar produk, setelah kesepakatan dengan Jepang.
Kemajuan dalam kesepakatan perdagangan memberikan validasi bagi investor yang bertaruh bahwa AS akan mengadopsi pendekatan pragmatis terhadap kebijakan perdagangan sebelum tarif berdampak signifikan pada kinerja perusahaan.
“Momentum sedang dibangun dengan kesepakatan perdagangan seminggu sebelum batas waktu 1 Agustus,” kata Mark Hackett di Nationwide seperti dikutip Bloomberg. (Source: Investor Daily, Kontan, Bloomberg)
Trading Idea hari ini: MINA, INET, TAPG, ENRG, PANI, dan PGEO:
- MINA Spec Buy dengan area beli di 113-120, cutloss di bawah 110. Target dekat di 125-130.
- INET Spec Buy dengan area beli di 296-300, cutloss di bawah 292. Target dekat di 310-324.
- TAPG Spec Buy dengan area beli di 1345-1370, cutloss di bawah 1320. Target dekat di 1400-1430.
- ENRG Spec Buy dengan area beli di 464-474, cutloss di bawah 456. Target dekat di 486-494.
- PANI Spec Buy dengan area beli di 16200, cutloss di bawah 15950. Target dekat di 16450-16700.
- PGEO Spec Buy dengan area beli di 1580-1600, cutloss di bawah 1550. Target dekat di 1620-1650.
