Jakarta, TopBusiness – Seiring dengan perkembangan ekonomi digital, Indonesia dinilai masih membutuhkan banyak talenta digital. Dalam empat tahun terakhir, tenaga kerja profesional bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK) baru mencapai 0,8% dari total angkatan kerja.
Hal itu dikemukakan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto Menko Airlangga dalam acara “Gen Matic (Generasi Melek Teknologi) ASN × TikTok Shop by Tokopedia” yang diikuti 170 ASN muda dari 10 Kementerian dan Lembaga pada Rabu (30/7/2025).
Kebutuhan talenta digital itu terjasi karena kontribusi sektor digital terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) diproyeksi bakal mencapai 8 persen dan ditargetkan menjadi sebesar 9-10 persen pada tahun ini, dengan e-commerce menjadi kontributor utama sebesar 72 persen dari total ekonomi digital Indonesia.
“Di era sekarang, penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi diantaranya lewat ekonomi digital. Indonesia merupakan pasar digital terbesar di ASEAN dengan potensi ekonomi digital mencapai 600 miliar dolar AS pada 2030,” jelas Menko Airlangga, dikutip dari siaran pers Kemenko Perekonomian, Kamis (31/7/2025).
Lebih lanjut, Menko Airlangga juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas ASN, khususnya dalam konten digital, big data, AI, dan analisis data. Peserta pelatihan juga diharapkan aktif berinovasi, berkolaborasi, dan menerapkan keterampilan digital untuk meningkatkan pelayanan publik yang adaptif dan inklusif.
“ASN generasi Z harus melek teknologi, pintar membuat konten, dan mampu memanfaatkan platform digital, tidak hanya untuk pengembangan diri, tetapi juga untuk memperkuat amplifikasi program-program Pemerintah,” ujar Menko Airlangga.
