TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Jadi Calon Penerima Golden Trophy, Implementasi GRC di Pos Indonesia Muluskan Bisnis Berkelanjutan

Busthomi
31 July 2025 | 14:49
rubrik: Event, GCG
Jadi Calon Penerima Golden Trophy, Implementasi GRC di Pos Indonesia Muluskan Bisnis Berkelanjutan

FOTO: TopBusiness

Jakarta, TopBusiness – PT Pos Indonesia (Persero) menunjukkan kemajuan signifikan dalam implementasi GRC (Governance, Risk, Compliance). Terlebih, GRC sendiri sudah dikemas menggunakan digitalisasi.

Alhasil, langkah strategis ini memberikan kontribusi nyata terhadap kinerja bisnis yang tetap baik dan membentuk fondasi bagi pertumbuhan yang berkelanjutan.

Bahkan salah satu yang menonjol implementasi GRC ini adalah Pos Indonesia sudah menggunakan digitalisasi di aspek GRC ini. Antara lain, Pos Indonesia telah mengembangkan sistem terintegrasi manajemen risiko bernama SIMARIS. Aplikasi ini mencakup tiga lini pengendalian: pencatatan risiko, pengolahan, dan audit internal.

“Dukungan sistem seperti whistleblower system (WBS) dan kanal pelaporan digital juga memperkuat struktur ini meskipun integrasi penuh belum final,” tutur Eko Nirma selaku Vice President (VP) Risk Management Policy & Strategy yang mempresentasikan materi Pos Indonesia di depan Dewan Juri saat penjurian TOP GRC Awards 2025, Rabu (31/7/2025).  

Hadir dalam penjurian kali ini adalah tim yang begitu lengkap dari Pos Indonesia, yakni Budi Djatmiko selaku Komisaris Utama, Prasabri Pesti sebagai Direktur Business Development & Portofolio Management, Hariadi sebagai Direktur Operasi & Digital Service, Asih Kurniasari menjabat Direktur Human Capital Management, Tata Sugiarta sebagai Corporate Secretary, Endang Wahyudin selaku SVP Risk Management, dan para Direktur anak perusahaan serta Senior Leader Pos Indonesia.

“PT Pos Indonesia telah menunjukkan bahwa penerapan GRC secara digital dan sistematis mampu menurunkan risiko, memperbaiki performa keuangan, serta memperkuat posisi sebagai BUMN logistik unggulan. Kontribusi positif perusahaan terhadap bisnis logistik nasional dan keberlanjutan ESG menjadi semacam roadmap yang patut dicontoh oleh entitas lain di era transformasi digital ini,” tegas dia lagi.

Kiprah Pos Indonesia sendiri di TOP GRC Awards 2025 ini adalah meraih Bintang 5 dua kali berturut-turut atau di tahun 2023 dan 2024. Artinya di tahun ini, Pos Indonesia menjadi calon penerima Golden Trophy.

BACA JUGA:   PT JIEP Perkuat Tata Kelola Perusahaan dengan GRC dan Inovasi Digital untuk Bisnis Berkelanjutan

Apalagi memang, implementasi GRC di Pos Indonesia ini terbukti sudah menjaga kinerja tetap positif. Selama tahun 2024, Pos Indonesia berhasil mencetak pendapatan Rp 5,01 triliun dan EBITDA Rp 1,01 triliun, dengan laba bersih mencapai Rp 747,13 miliar atau naik 2,60% dari 2023. Dengan realisasi belanja modal (Capex) sebesar Rp274,82 miliar atau naik 4,99% dari tahun 2013.

Perusahaan juga melakukan transformasi bisnis yang mencakup adopsi robotik sorting dan labeling di Surabaya, Jakarta, dan Yogyakarta. Dengan Langkah ini menghasilkan efisiensi biaya hingga 40–60% dan peningkatan produktivitas hingga 2,5 kali.

“Selain itu, Pos Indonesia menjalankan digitalisasi internal besar-besaran: e-nota dinas, tracking kiriman elektronik, SAMARIS, SAP, dan otomatisasi resi digital,” katanya.

Aspek bisnis lainnya, sebagai mitra logistik resmi Tokopedia, Shopee, dan TikTok, Pos Indonesia mencatat lonjakan lebih dari 100% pertumbuhan transaksi dari e-commerce pada 2025 dibandingkan tahun sebelumnya. Pos Indonesia juga siap meluncurkan layanan COD Shopee mulai Agustus 2025 ini.

Digitalisasi GRC

Digitalisasi juga digunakan dalam pelaporan WBS yang diterima secara multi-channel (website, email, telepon, Telegram, WhatsApp, hingga surat), yang masuk langsung ke Komite Audit di bawah Dewan Komisaris dan dipantau secara terpusat.

“Meski hingga kini belum ada laporan signifikan, perusahaan menggenjot sosialisasi untuk meningkatkan usage sistem ini,” sebut Eko Nirma.

Disebutkan Budi Djatmiko, sebagai Komisaris Utama, dirinya terus memantau soal WBS ini. “Saya sebagai Komisaris Utama dan Ketua Komite Audit menegaskan bahwa kami aktif turun ke lapangan setiap bulan dari Sabang sampai Merauke, mengecek langsung dan menyampaikan permasalahan kepada internal audit dan direksi. Penanganan laporan dilakukan rutin dua kali sebulan,” tegasnya.

Struktur GRC ini meliputi komite audit, risiko, nominasi & remunerasi, dan anti-fraud, didukung sistem kepatuhan lengkap seperti whistleblowing, LHKPN, dan anti-penyuapan (ISO 37001).

BACA JUGA:   Transjakarta Perkuat Tata Kelola GRC dengan Sistem Pelaporan dan Manajemen Risiko Terpadu

Dewan Komisaris juga, sebut Budi Djatmiko, memanfaatkan ASEAN Corporate Governance Score untuk menilai transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi, dan fairness.

Dalam mengusung digitalisasi GRC ini, Pos Indonesia telah mengadopsi standar global seperti ISO 27001 dan COBIT untuk memperkuat keamanan TI. Penilaian oleh BSSN menunjukkan tingkat kematangan berada di level 4. Selain itu, monitoring keamanan di laporkan rutin ke dewan komisaris dalam forum internal bulanan.

Jadi, Pos Indonesia telah membentuk struktur GRC yang komprehensif, mencakup komite audit, komite risiko, komite nominasi & remunerasi, hingga komite anti-fraud. Implementasi sistem seperti WBS, LHKPN, dan anti-penyuapan (ISO 37001) menjadi bagian penting.

Juga, kata Eko Nirma, SPI/Internal Audit memiliki akses penuh terhadap data operasional dan proses yang dilakukan mitra eksternal, termasuk penyedia layanan seperti Infomedia Nusantara. SPI melakukan sampling audit terhadap 20–50% transaksi outsourcing, sekaligus menindaklanjuti temuan baik secara internal maupun melalui aparat hukum jika diperlukan.

 Eko Nirma kembali menjelaskan, implementasi GRC juga memuluskan Pos Indonesia untuk mewujudkan bisnis berkelanjutan. Kata dia, Pos Indonesia memandang sustainability sebagai fondasi dalam mentransformasi model bisnis agar lebih adaptif, tangguh, dan relevan di masa depan.

“Implementasi sustainability sebagai bagian dari strategi ESG Perusahaan untuk peningkatan efisiensi dan tata kelola yang berkelanjutan, mengelola risiko, membuka peluang bisnis baru, meningkatkan daya saing global dan membangun bisnis yang berorientasi pada masa depan dengan menjawab tantangan global,” katanya.

Tags: PT Pos Indonesia (Persero)TOP GRC Awards 2025
Previous Post

AVIA Sukses Capai Pertumbuhan Double-Digit di Cat Dekoratif

Next Post

Tenaga Profesional TIK RI Baru 0,8 Persen dari Angkatan Kerja

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR