Jakarta, TopBusiness – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa kesejahteraan sosial masyarakat Indonesia tahun ini membaik dengan angka kemiskinan yang turun ke 8,47 persen, terendah sepanjang sejarah. Sedangkan angka kemiskinan ekstrem turun drastis menjadi 0,85 persen pada Maret 2025.
“Jumlah penduduk miskin sebesar 23,85 juta turun dibandingkan Meret tahun lalu yang sebesar 25,22 juta,” ujar Airlangga forum bertajuk “1 Tahun Prabowo–Gibran: Optimism on 8% Economic Growth” di JS Luwansa Hotel & Convention Center, Jakarta, Kamis (16/10/2025).
Tak hanya itu, jumlah orang yang bekerja 145,77 juta dan tambahan orang bekerja per Februari 2025 sebesar 3,59 juta orang. Tingkat pengangguran terbuka pun terjadi penurunan sebesar 4,76 persen, terendah sejak 1998.
Sejak awal masa pemerintahan, Pemerintahan Prabowo-Gibran menempatkan pertumbuhan ekonomi sebagai prioritas utama. Sejumlah kebijakan telah difokuskan pada percepatan hilirisasi industri, penguatan sumber daya manusia, peningkatan investasi, transformasi digital, penguatan UMKM dan koperasi, industri kreatif, serta ketahanan pangan.
Airlangga menyatakan, realisasi investasi Indonesia mengalami pertumbuhan signifikan. Hingga semester I-2025, realisasi investasi mencapai Rp942,9 triliun atau naik 13,6 persen
“Investasi kita lihat capaian di semester I mencapai Rp942 triliun atau naik 13,6 persen, dan serapan tenaga kerja sebanyak 1,2 juta orang,” kata dia.
Sementara itu, realisasi investasi hilirisasi tercatat mencapai Rp280,8 triliun atau tumbuh 54,8 persen secara tahunan (yoy). Total realisasi investasi hilirisasi sebesar 29,8 persen dari total keseluruhan investasi pada semester I 2025.
“Realisasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sebesar Rp294,4 triliun dan mempekerjakan 187.376 orang,” ungkap Airlangga.
