TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

China Tanam Modal Awal Rp 1,6 T untuk Bangun Pabrik

Albarsyah
1 August 2025 | 15:22
rubrik: Business Info
Ekspansi, TLDN Resmikan Pabrik Hilirisasi Sawit di Kutai Timur

Ilustrasi kelapa sawit (CPO). FOTO: Istimewa


Jakarta, TopBusiness – Melambatnya pertumbuhan ekonomi China tak membuat para investornya menyusutkan minat penanaman modal ke Indonesia. Sebab, baru-baru ini telah ada investor pengolah kelapa asal China membangun pabriknya di tanah air.


Hal ini diungkapkan oleh Menteri Investasi atau Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani seusai konferensi pers realisasi investasi kuartal II dan semester I-2025 di kantornya, Jakarta, Selasa (29/7/2025).

“Dengan China ini kita cukup aktif ya engagement-nya. Saya melihatnya mereka appetite-nya tetap tinggi masuk ke Indonesia nya dan tidak hanya di pengelolaan mineral gitu. Mereka pun masuk ke pengelolaan contohnya kelapa,” kata Rosan.

Rosan mengklaim, sudah ada industri pengolah kelapa asal China yang groundbreaking atau memulai pembangunan pabriknya di Indonesia. Namun, Rosan enggan mengungkapkan nama perusahaan dan lokasi pembangunan pabrik itu.

“Saya bicara dan mereka sudah mulai groundbreaking juga. Baru saja pengelolaan kelapa yang tadinya kelapa kita ini diekspor ke Cina tanpa diolah, sekarang akan diolah di sini, dan mereka adalah perusahaan nomor satu pengelolaan kelapa terbesar di dunia,” tegasnya.

Menurut Rosan, perusahaan itu akan membangun pabrik pengolah kelapa di beberapa kota. Pada tahap awal, nilai investasi yang telah digelontorkan perusahaan itu mencapai US$ 100 juta atau setara Rp 1,6 triliun.

“Nanti mereka akan investasinya di beberapa kota. Tapi satu plan itu US$ 100 juta, dan selama ini ternyata saya baru tahu angkanya diekspor kelapa kita murah benar gitu ya harganya. Tapi nanti di sini diolah sehingga realisasi kita ini sekarang masuk juga ke realisasi perkebunan dan tidak hanya misalnya di kelapa sawit tapi di industri-industri lain juga,” ucap Rosan.

Sebagai informasi, nilai investasi dari China ke Indonesia mengalami penyusutan pada pertengahan tahun ini, menjadi hanya senilai US$ 3,6 miliar. Dari sebelumnya di kisaran US$ 3,9 miliar per semester I-2024.

BACA JUGA:   Jumlah Investor Terus Melambung, Lulusan SMA Ternyata Sudah Berinvestasi Rp198 T di Pasar Modal
Tags: investor
Previous Post

Kolaborasi dengan MSI Institute, PT Pupuk Kujang Gelar Pelatihan UMKM untuk Mitra Binaan

Next Post

Vale Mulai Bangun Fasilitas Pendukung Smelter Nikel di Pomalaa

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR