TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Perkuat Tata Kelola, Telkom Akses Bangun GRC Terintegrasi dan Satgas Risiko

Abdullah Suntani
4 August 2025 | 12:32
rubrik: Business Info
Perkuat Tata Kelola, Telkom Akses Bangun GRC Terintegrasi dan Satgas Risiko

Jakarta, TopBusiness – Komitmen PT Telkom Akses dalam memperkuat tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan (GRC) menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlangsungan bisnis perusahaan, terlebih di tengah dinamika internal Grup Telkom, khususnya terkait efisiensi anggaran. 

Dalam wawancara penjurian TOP GRC Awards 2025, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkom Akses, Hery Sofiaji, menjelaskan bahwa sistem GRC di perusahaannya dikembangkan secara menyeluruh dan terintegrasi.

Telkom Akses membangun struktur organisasi yang mendukung fungsi GRC melalui lima direktorat dan sejumlah unit strategis, seperti VP Corporate Legal & Secretary, VP Internal Audit, SGM Procurement & Partnership, dan SGM Quality Management and HSE. “Unit-unit ini kami tandai secara khusus sebagai pilar penguat GRC di internal Telkom Akses,” jelas Hery, Jumat (1/8/2025).

Untuk memastikan efektivitas pelaksanaan GRC, Telkom Akses membentuk berbagai komite penting, seperti Komite Audit, Komite Investigasi, dan Komite Evaluasi serta Monitoring Perencanaan Risiko (CAMPER), yang melibatkan komisaris aktif maupun independen. 

Selain itu, perusahaan juga membentuk Satgas Manajemen Risiko, Satgas Anti Penyuapan (bersertifikat ISO), dan Satgas Business Continuity Management yang tersebar di wilayah operasional.

“Walaupun tidak ada staf manajemen risiko secara struktural di lapangan, fungsi ini kami distribusikan melalui satuan tugas di tiap region dan area,” kata Hery.

Dalam aspek pelaporan dan pengawasan, Telkom Akses memanfaatkan sistem whistleblowing yang disediakan oleh Deloitte, terbuka untuk internal maupun eksternal, serta rutin dilaporkan oleh VP Internal Audit kepada jajaran direksi. Pemantauan risiko dilakukan melalui indikator-indikator strategik dan operasional yang dirancang lengkap dengan treatment dan evaluasi triwulanan. Seluruh direksi juga telah tersertifikasi ISO 31000 sebagai bagian dari komitmen terhadap tata kelola risiko.

BACA JUGA:   Terapkan GRC dari Unit Terkecil hingga Top Manajemen, Kinerja RSUD Jombang Terus Bertumbuh

Tak hanya itu, Telkom Akses turut mendorong aspek keberlanjutan (ESG) dalam strategi bisnisnya. “Kami sudah menggunakan kendaraan listrik, memenuhi TKDN, dan menjalankan kegiatan sosial lintas agama lewat Baitul Maal,” ungkap Hery. 

Ia menambahkan, integrasi GRC yang solid menjadi pondasi utama agar perusahaan tetap adaptif dan andal menghadapi tekanan bisnis.

Integrasi GRC yang kuat inilah yang mendasari keberhasilan Telkom Akses menjaga performa keuangan tetap sehat, meskipun perusahaan tengah menghadapi tantangan penurunan pendapatan selama beberapa tahun terakhir.

Kinerja Keuangan Positif

Konsistensi dalam implementasi GRC memberi dampak signifikan pada stabilitas keuangan Telkom Akses. Hal ini terbukti ketika perusahaan mampu menjaga EBITDA dan laba bersih tetap positif di tengah penurunan pendapatan yang terjadi sejak tiga tahun terakhir. 

Hery Sofiaji menjelaskan bahwa hal ini merupakan imbas dari efisiensi besar-besaran yang dilakukan oleh Telkom sebagai induk usaha. 

“94% revenue kami berasal dari Telkom, sehingga saat Telkom melakukan efisiensi, otomatis pendapatan kami juga terpengaruh. Tapi kami justru dapat penghargaan dari Direktur Keuangan Telkom sebagai The Best Improvement in Business Efficiency, karena dianggap berhasil mendukung efisiensi di Telkom Group,” terang Hery.

Meski revenue turun, Telkom Akses mampu menjaga laba bersih tetap di angka Rp260 miliar. Bahkan, jumlah pelanggan layanan baru Indihome justru meningkat di tahun 2024 mencapai 1,7 juta pelanggan. Namun peningkatan volume layanan tersebut tidak diiringi kenaikan pendapatan secara langsung karena harga layanan mengalami penurunan.

“Pelanggan bertambah, tetapi harga jasa kami turun. Makanya pendapatan tidak naik secara signifikan. Namun kami tetap jaga agar kinerja keuangan kami sehat dan efisien,” tambahnya.

Selain indikator finansial, indikator operasional seperti rasio gangguan dan time to repair juga menunjukkan tren positif. Hal ini menegaskan bahwa efisiensi bukan berarti penurunan kualitas layanan, tetapi justru menjadi peluang untuk memperbaiki performa melalui pengelolaan yang lebih cermat dan terukur.

BACA JUGA:   Petani Minta Ekspor CPO Bebas Pajak

Dengan strategi yang terarah, Telkom Akses terus berupaya mempertahankan posisi sebagai perusahaan jasa telekomunikasi dengan tata kelola dan efisiensi bisnis yang seimbang. “Kami harap bisa terus mempertahankan predikat bintang lima dalam TOP GRC Awards seperti yang kami raih tahun lalu,” tutup Hery.

Tags: PT Telkom AksesTOP GRC Awards 2024TOP GRC Awards 2025
Previous Post

Ekspansif, CNMA Hadirkan Bioskop Pertamanya di Pematangsiantar

Next Post

Peran Diaspora Mengenalkan Mi Instan ke Dunia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR