Jakarta, BusinessNews Indonesia—Ekspansi perekonomian dunia terus berlanjut. Perekonomian dunia diperkirakan meningkat sebesar 3,6% pada 2017 dan 2018 seiring dengan pertumbuhan ekonomi Tiongkok, Jepang dan Eropa yang lebih tinggi dari perkiraan, serta perekonomian AS yang tetap kuat.
“Pertumbuhan ekonomi Tiongkok diperkirakan lebih baik didukung oleh ekspor dan permintaan domestik yang masih tinggi dan meningkatnya keyakinan konsumen. Pertumbuhan ekonomi Jepang juga diproyeksikan lebih tinggi dari perkiraan semula seiring berlanjutnya pemulihan ekspor,” ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Agusman, di Jakarta (16/11/2017).
Di Eropa, pertumbuhan ekonomi diproyeksikan lebih tinggi dari perkiraan ditopang perbaikan ekspor seiring dengan membaiknya perdagangan global dan pulihnya permintaan domestik.
“Sementara itu, ekonomi AS diperkirakan tetap kuat didukung konsumsi yang tetap tinggi dan investasi yang meningkat. Seiring dengan prospek perekonomian global yang membaik, volume perdagangan dunia dan pertumbuhan harga komoditas global juga diperkirakan lebih tinggi dari perkiraan semula,” kata dia.
Agusman pun mengatakan bahwa, ke depan, sejumlah risiko terhadap perekonomian global tetap perlu diwaspadai. Antara lain kebijakan pengetatan moneter di negara maju dan faktor geopolitik.
