Jakarta, TopBusiness – Bank Pembangunan Daerah (Bank Kalbar) tahun ini kembali menjadi kandidat meraih penghargaan TOP Human Capital Awards. Di ajang TOP Human Capital Awards 2024, Bank Kalbar meraih penghargaan Bintang 4.
Dalam pengelolaan Human Capital (HC), Bank Kalbar menerapkan Grand Design MSDM – sebagai continuous improvement untuk mendukung pencapaian visi dan misi perusahaan.
Tim Bank Kalbar telah mengikuti sesi Wawancara Penjurian, pada Rabu, 13/08/2025, di Jakarta, yaitu: Rokidi, Direktur Utama; Rizky Hadi, Kepala Divisi HC; Restuanda, Direktur Utama Dana Pensiun; Yusman, Kepala Bidang Senior Divisi HC; dan Ardian Kurniawan, EOM Divisi HC.
Dengan Dewan Juri TOP HC Awards 2025: M. Lutfi Handayani (CEO MSI Group dan Pemimpin Redaksi TopBusiness); Dwinda Ruslan (Yayasan Pakem); dan Ben De Haan (Penasehat MSI Group).
Grand Design MSDM Mendukung Bisnis
“Industri perbankan saat ini dihadapkan pada berbagai isu dan tantangan yang mempengaruhi cara bank beroperasional dan berinteraksi dengan nasabah,” kata Rizky Hadi, Kepala Divisi HC di sesi Presentasi.
“Dalam menghadapi perkembangan isu dan tantangan tersebut, di aspek SDM, kami menetapkan sebuah strategi model continuous improvement yang kami namakan Grand Design Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) Bank Kalbar,” jelasnya.
Ada 11 modul dalam Grand Design tersebut yang disusun selaras dengan Corporate Business Plan perusahaan dengan memperhatikan kondisi lingkungan bisnis yang dihadapi Bank Kalbar.
Dari 11 modul yang ada pada Grand Design MSDM Bank Kalbar terdapat 5 komponen utama dalam mengelola dan memanfaatkan potensi sumber daya manusia: Pelatihan dan Pengembangan (Training and Development); Penilaian Kinerja (Performance Appraisal), Manajemen Jalur Karir (Career Path Management), Manajemen Kompetensi (Talent Management), dan Rekrutmen-Seleksi-Penempatan (Recruitment-Selection-Placement).
Menurut Rizky, pengelolaan HCMS di Bank Kalbar telah mampu menyelaraskan hubungan antara pegawai dan lingkungan kerja perusahaan. Sehingga meningkatkan kinerja dan layanan.
Itu tercermin dari, pertama, Laporan Auditor Independen Sriyadi Elly Sugeng & Rekan atas Laporan Keuangan Bank Kalbar Tahun Buku 2024 menyatakan Laporan Keuangan Bank Kalbar menyajikan secara Wajar.
“Dalam semua hal yang material, berdasarkan posisi keuangan Bank Kalbar tanggal 31 Desember 2024, serta kinerja keuangan dan arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, kami dinyatakan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia atau Wajar Tanpa Modifikasi,” ungkap Rizky.
Kedua, Penilaian tingkat kesehatan Bank Kalbar oleh OJK. Posisi 31 Desember 2024, ada di peringkat Komposit 2. “Artinya, mencerminkan kondisi Bank yang secara umum sehat sehingga dinilai mampu menghadapi pengaruh negatif yang signifikan dari perubahan kondisi bisnis dan faktor eksternal lain,” tambahnya.
Sebagai informasi, total Laba Bersih Bank Kalbar di akhir tahun 2024 meraih Rp 1.459.996.000,- meningkat dibandingkan tahun 2023 yaitu Rp 1.314.438.000.
Pengelolaan HCMS
Lebih lanjut, kepada Dewan Juri TOP HC Awards 2025, Rizky memaparkan inisiatif terkait pengelolaan HCMS di Bank Kalbar.
“Dalam pelaksanaannya, perusahaan telah memberikan pelatihan atau training melalui online maupun offline, melakukan Assessment Test secara berkala guna kaderisasi posisi jabatan kunci, dan melakukan identifikasi terhadap pegawai untuk diikutsertakan dalam Program Talent Pool dan Fast Track,” ujar Rizky. “Itu adalah inisiatif kami dalam Learning & Talent Development, dan Talent Mobility.”
Inisiatif selanjutnya dalam Reward & Performance Management. Seperti: Pemberian remunerasi dengan mempertimbangkan kinerja individu, kinerja unit bisnis, dan tingkat risiko. Pemberian sejumlah tunjangan, Kebijakan terkait sanksi (punishment) dan pemutusan hubungan kerja (exit policy).
Yang tak kalah penting, lanjut Rizky, inisiatif di Work Environment & Enhancement atau Employee Relationship, seperti: kegiatan kerohanian, olah raga, Employee of the Month setiap bulan kepada pegawai yang terpilih, dll.
Untuk inisiatif Change & Culture Management, Bank Kalbar secara berkala melakukan sosialisasi Budaya Patuh, Budaya Sadar Risiko, serta Budaya Perusahaan beserta Nilai-Nilai Dasarnya kepada seluruh pegawai.
“Menetapkan kompetensi wajib yang harus dimiliki oleh seluruh pegawai di semua level jabatan, dengan perilaku yang menekankan pentingnya pemahaman serta penghargaan terhadap visi dan misi Bank Kalbar,” tutup Rizky.
Ajang TOP Human Capital Awards 2025 (TOP HC Awards 2025) digelar Majalah TopBusiness bertema “The Role of Talent Mobility and HCMS as Strategic Business Partner”.
Ketua Penyelenggara TOP HC Awards 2025 sekaligus Pemimpin Redaksi Majalah Top Business, M. Lutfi Handayani mengatakan TOP Human Capital Awards merupakan kegiatan penghargaan dan pembelajaran Human Capital tingkat nasional dan terbesar di Indonesia.
Tujuan penyelenggaraan TOP HC Awards 2025: Mendorong peningkatan efektivitas dan kualitas pengelolaan human capital perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Indonesia; Ajang sharing pengetahuan antara para perusahaan peserta terkait Human Capital Management System (HCMS); Meningkatkan peran dan kontribusi HCMS sebagai mitra strategis bagi manajemen dalam penyusunan dan penerapan strategi bisnis atau berkontribusi secara strategis terhadap pencapaian tujuan bisnis perusahaan; dan Memberikan apresiasi terhadap perusahaan yang telah menerapkan pengelolaan sistem human capital secara efektif.
Dalam penyelenggaraan TOP HC Awards 2025, Majalah TopBusiness bekerja sama dengan sejumlah lembaga, antara lain: Asosiasi Human Capital, Masyarakat Kompetensi Nasional (Maskom), LKN Astacita. Serta Konsultan dan Praktisi Human Capital dan staf pengajar dari berbagai universitas terkemuka antara lain Universitas Indonesia, Universitas Padjadjaran Bandung, dan PPM Manajemen. Selaku ketua dewan juri adalah Dr. Budi Widjaya Soetjipto, pakar manajemen sekaligus pengajar S3 Universitas Indonesia.
