Jakarta, TopBusiness – PT Jasaraharja Putera terpilih menjadi nominator penerima TOP GRC Awards 2025 atau Governance, Risk, and Compliance. Jasaraharja Putera merupakan perusahaan yang sejak tahun 2020 tergabung dalam holding perasuransian dan penjaminan. Untuk itu, Perusahaan baru saja mengikuti sesi presentasi penjurian TOP GRC Awards 2025, Rabu (6/8/2025).
Hadir dalam Penjurian, Direktur Utama PT Jasaraharja Putera, Abdul Haris; Corporate Secretary, Widya Marisa; Legal & Comliance Dept Head, Imanuel Nainggolan; Risk Management Dept. Head, Satuti Adiwati; Compliance, Fraud Control & AML – TFP, Teguh Sudirwantoro; Risk Management Section Head, William Wijaya Simanjuntak, serta PR & Cust Complaint Handling Section Head, Mochamad Rizky Ananda.
Dalam Penjurian, Abdul Haris menyatakan jika banyak capaian yang berhasil dibukukan perusahaan yang memiliki visi: ‘Menjadi Perusahaan Asuransi Terkemuka di Indonesia’ ini selama tahun 2023 dan 2024 lalu. Seperti misalnya, kinerja keuangan.
Pada kinerja keuangan, baik Investment Management, Risk Based Capital, Revenue Growth, hingga Assets Optimization tercatat mengalami kenaikan.
Investment Management tahun 2023 dicatat sebesar 1.602,03 M, dan tahun 2024 dicatat sebesar Rp1.961,80 miliar, atau naik 22,46%. Pada Risk Based Capital (RBC), tahun 2023 dicatat sebesar 266,99%. Dan pada tahun 2024, pencapaian rasio solvabilitas Perseroan berdasarkan laporan keuangan audited 2024 sebesar 339,78 % dalam keadaan solvent.
Selain itu, Revenue Growth tahun 2023 dicatat sebesar Rp1.055,72 miliar, dan tahun 2024 menjadi Rp1.058,78 miliar, atau naik sebesar 0,29%. Pada Assets Optimization, tahun 2023 dicatat sebesar Rp4.244,51 miliar dan tahun 2024 menjadi Rp4.458,10 miliar, atau terdapat kenaikan sebesar 5,03%.
Sementara itu, PT Jasaraharja Putera juga berhasil menorehkan profit atau laba bersih sebesar Rp168,58 miliar pada tahun 2024.
Kinerja positif itu tak lepas dari adanya penerapan GRC terintegrasi. Apalagi memang beberapa komponen GRC sendiri menunjukkan peningkatan. Seperti penerapan Good Corporate Governance (GCG). Tercatat, Jasaraharja Putera pada tahun 2023 mendapat skor 93,397 dari skor maksimal 100, atau setara dengan 93 persen. Ini menempatkan Perusahaan dalam kategori predikat “Sangat Baik”.
“Semua capaian tersebut tidak lepas dari keberhasilan perusahaan dalam mengimplentasikan GRC terintegrasi. Termasuk juga keberhasilan perusahaan dalam menumbuhkan budaya GRC yang mengedepankan perilaku etis dan akuntabilitas,” terang dia.
Adapun implementasi GRC Integrasi yang telah dilaksanakan Jasaraharja Putera adalah sebagai berikut. Pertama, memastikan setiap strategi dan operasional perusahaan selaras dengan prinsip GCG. Kedua, menjamin operasional perusahaan patuh regulasi dan kebijakan internal. Ketiga, mengelola risiko secara efisien dan protektif. Keempat, mengembangkan kompetensi pegawai melalui program sertifikasi yang relevan dengan strategi perusahaan. Kelima, digitalisasi proses bisnis di berbagai fungsi. Keenam, mengelola investasi dengan prinsip kehati-hatian.
Di samping itu, Perusahaan yang memiliki produk: Property Insurance, Motor Insurance, Liability Insurance, Suretyship, Cargo, Engineering, Varia, dan Micro Insurance ini, juga melaksanakan strategi bisnis selaras dengan PSAK 117. Strategi bisnis yang menekankan pengakuan pendapatan yang lebih presisi dan memastikan profitabilitas tahun berjalan tetap terjaga.
Tidak berlebihan jika Perusahaan yang telah mengadopsi ISO 31000:2018 menjadi Standar Nasional SNI 8615:2018 – ISO 31000:2018 tentang Risk Management – Principles and Guidelines sebagai Regulasi Eksternal dalam Penerapan Manajemen Risiko ini, kemudian berhasil menghadirkan banyak keberhasilan lain.
Seperti misalnya, loss ratio yang terjaga dan akuisisi bisnis yang selektif memungkinkan Jasaraharja Putera tetap mencatatkan pertumbuhan dengan kualitas portofolio yang baik.
Selain itu, ada juga Inisiatif Manajemen Risiko pada tahun 2025. Tiga inisiatif yang berhasil dihadirkan adalah sebagai berikut: pertama, penerapan dan pelatihan Business Continuity Management (BCM) bagi Head Office dan Branch Office yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pegawai dalam menghadapi kondisi darurat (kritis).
Kedua, pembinaan bidang Manajemen Risiko di Head Office dan Branch Office dengan tujuan untuk meningkatkan risk awareness pegawai.
Dan ketiga, sosialisasi implementasi Aplikasi SIMR dengan tujuan untuk optimalisasi pengisian Risk Register dan peningkatan hasil evaluasi manajemen risiko.
Editor: Busthomi
