TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

PGE Tunjuk Gigih Udi Atmo sebagai Komisaris Utama

Busthomi
21 August 2025 | 15:41
rubrik: Capital Market
Tambah 55 MW Energi Bersih ke Listrik Nasional, PGE Sinkronisasi PLTP Lumut Balai Unit 2

Salah satu proyek panas bumi miliki PGEO. FOTO: Dok PGE

Jakarta, TopBusiness — PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) mengumumkan penunjukan Gigih Udi Atmo sebagai Komisaris Utama, menggantikan posisi Sarman Simanjorang. Penunjukan ini diumumkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar di Grha Pertamina, Jakarta, Rabu (20/8/2025). 

Manajemen PGE meyakini penunjukan Gigih bisa menjadi stimulus positif bagi Perseroan dalam mendukung agenda pemerintah untuk mengakselerasi transisi energi, khususnya melalui optimalisasi pengembangan panas bumi nasional. Sejauh ini, PGE menargetkan peningkatan kapasitas terpasang dari 727 megawatt (MW) menjadi 1 gigawatt (GW) dalam dua tahun ke depan, dan mencapai 1,7 GW pada 2034.

Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Julfi Hadi menyambut baik pengangkatan Komisaris Utama PGE.

“Penunjukan Pak Gigih sebagai Komisaris Utama akan semakin memperkuat arah bisnis Perseroan serta memastikan PGE tetap berada di jalur yang tepat, khususnya dalam meningkatkan kinerja bisnis dan memperkokoh portofolio energi hijau,” katanya, seperti dalam keterangan resminya, Kamis (21/8/2025).

Gigih Udi Atmo adalah seorang profesional di bidang energi terbarukan dan kelistrikan. Ia meraih gelar Doctor of Philosophy (Ph.D) di bidang Infrastructure Engineering serta Master of Engineering Project Management dari University of Melbourne, setelah sebelumnya menamatkan pendidikan Sarjana Teknik Elektro di Universitas Gadjah Mada.

Sebelum dipercaya sebagai Komisaris Utama, Gigih Udi Atmo menjabat sebagai Komisaris PGE sejak Juli 2024. Saat ini, Ia juga menjabat sebagai Direktur Panas Bumi di Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia.

Lebih dari itu, dalam perjalanan kariernya, Gigih pernah menduduki posisi sebagai Direktur Konservasi Energi (2022-2024) dan Inspektur Ketenagalistrikan Ahli Madya (2020-2022).

BACA JUGA:   RUPSLB PGEO Setuju Angkat Ahmad Yani Jadi Dirut

Dalam RUPSLB ini, PGE juga mengangkat Mohammad Firmansyah sebagai Komisaris Independen, dan mengubah posisi Abdulla Zayed dari yang sebelumnya menjabat sebagai Komisaris Independen menjadi Komisaris.

Dengan adanya pergantian ini, maka susunan keanggotaan Direksi dan Dewan Komisaris PT Pertamina Geothermal Energy Tbk menjadi sebagai berikut:

Susunan Komisaris

  • Komisaris Utama : Gigih Udi Atmo
  • Komisaris Independen : Abdul Musawir Yahya
  • Komisaris Independen : Mohammad Firmansyah
  • Komisaris : Abdulla Zayed
  • Komisaris : John Eusebius Iwan Anis

Susunan Direksi

  • Direktur Utama : Julfi Hadi
  • Direktur Eksplorasi dan Pengembangan : Edwil Suzandi
  • Direktur Operasi : Ahmad Yani
  • Direktur Keuangan : Yurizki Rio

Dengan pengalaman lebih dari 40 tahun, PGE saat ini mengelola kapasitas terpasang sebesar 1.932 MW, terdiri dari 727 MW yang dikelola mandiri dan 1.205 MW bersama mitra.

Lebih dari itu, perusahaan telah mengidentifikasi potensi cadangan sebesar 3 GW dari 10 Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) yang dikelola sendiri.

Sebagai wujud komitmennya, pada awal Agustus 2025, PGE sebagai afiliasi PT Pertamina (Persero), bersama PT PLN Indonesia Power (PLN IP) sebagai afiliasi PT PLN (Persero), menandatangani Head of Agreement (HoA) yang difasilitasi oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara/Danantara Indonesia).

Kesepakatan ini difokuskan pada percepatan pengembangan panas bumi di 19 proyek dengan total kapasitas 530 MW. Sinergi ini diharapkan mampu memberikan dorongan positif bagi optimalisasi pengembangan panas bumi di Indonesia.

Tags: komisaris baruPT Pertamina Geothermal Energy Tbk
Previous Post

MedcoEnergi Peroleh Perpanjangan Masa Produksi Lapangan Minyak Bualuang di Thailand

Next Post

Elnusa Raih Kredit USD70 Juta dari BNI

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR