TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Easycash Tegaskan GRC Kunci Performa Bisnis Berkelanjutan

Fauzi
22 August 2025 | 15:43
rubrik: Event, GCG
Easycash Tegaskan GRC Kunci Performa Bisnis Berkelanjutan

FOTO: TopBusiness

Jakarta, TopBusiness – PT Indonesia Fintopia Technology (Easycash) menegaskan komitmennya dalam menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Governance, Risk, and Compliance (GRC).

Langkah ini dilakukan untuk memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan sekaligus menjaga kepercayaan publik di tengah dinamika industri teknologi keuangan.

Direktur Easycash, Harza Sandityo, menjelaskan bahwa industri pinjaman daring –yang kini tengah diupayakan rebranding menjadi Pindar (pinjaman daring)– berperan penting dalam mendorong inklusi keuangan, terutama bagi masyarakat yang belum terlayani oleh layanan perbankan formal.

“Sebanyak 97 juta orang dewasa di Indonesia masih tergolong unbanked. Ini menjadi konsen utama kami di Easycash agar mereka yang belum tersentuh lembaga jasa keuangan dapat dilayani,” kata Harza saat sesi penjurian TOP GRC Awards 2025 yang digelar Majalah TopBusiness secara daring, Rabu (20/8/2025).

Hingga tahun 2025, industri Pindar telah menyalurkan pinjaman lebih dari Rp1.000 triliun dengan total outstanding mencapai Rp77 triliun. Easycash sendiri telah mencatatkan penyaluran lebih dari Rp77 triliun secara kumulatif sejak 2017, dengan tingkat keberhasilan bayar (TKB) yang masih 100 persen.

Saat ini, platform tersebut memiliki 1,4 juta pengguna aktif penerima dana, yang diklaim setara tiga kali jumlah penduduk Brunei.

Harza menekankan bahwa keberhasilan tersebut tidak terlepas dari pemanfaatan teknologi seperti artificial intelligence (AI), machine learning, dan big data dalam proses penilaian risiko, pengendalian internal, serta sistem antifraud.

“Kami ingin memastikan bahwa layanan pinjaman yang kami sediakan tetap aman, akurat, dan inklusif. Semua kami rancang dengan pondasi GRC yang kuat,” ujarnya.

Lebih lanjut Harza mengatakan bahwa Easycash telah mendapatkan izin dan diawasi langsung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak 2020. Dalam menjalankan bisnisnya, perusahaan memegang teguh visi untuk menjadi platform pendanaan bersama berbasis teknologi terbaik yang taat pada aturan.

BACA JUGA:   Konsisten Implementasi GRC, Bisnis Bank Tulungagung Tumbuh Cepat dan Aman

“Strategi bisnis kami selalu mengintegrasikan prinsip tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan dalam setiap inovasi dan ekspansi pasar,” kata Harza.

Penerapan GRC

Sebagai bentuk nyata penerapan GRC, Easycash menerapkan prinsip TARIF: Transparency, Accountability, Responsibility, Independency, dan Fairness. Menurut Harza, transparansi diwujudkan dengan keterbukaan informasi biaya, suku bunga, serta potensi imbal hasil kepada pengguna.

Sementara dari sisi akuntabilitas, Easycash telah menyampaikan lebih dari 30 laporan regulasi secara tepat waktu sepanjang 2024 hingga pertengahan 2025.

Selain itu, dari sisi responsibility, perusahaan juga aktif menggelar lebih dari 30 kegiatan literasi dan edukasi keuangan secara online dan offline di berbagai wilayah Indonesia. Konten digital yang diproduksi Easycash, baik berupa podcast, artikel, hingga video edukatif, telah mencapai lebih dari 200 konten.

“Kami percaya literasi adalah tanggung jawab yang tak terpisahkan dari peran kami di industri ini,” ujarnya.

Sementara untuk Independency, Harza mengatakan bahwa semua keputusan bisnis mengikuti kode etik dan standar industri. Dan Fairness, semua peminjam dana mendapat perlakukan yang kurang lebih sama.

“Kami melihat bahwa GRC ini adalah sebuah kunci performa bisnis ini bisa sustainable atau berkelanjutan,” ujar Harza.

Easycash telah melengkapi struktur organisasinya dengan komisaris independen sebagai bagian dari kepatuhan terhadap POJK Tata Kelola. Komisaris independen yang ditunjuk adalah H.E. Nadjib Riphat Kesoema, didampingi oleh Jimmy Muhamad Rifai Gani selaku Komisaris Utama dan Freddy Karyadi selaku komisaris.

Sementara dari jajaran Dewan Direksi, antara lain diemban oleh Nucky P. Djatmiko selaku Direktur Utama, Hu Zezhong selaku Direktur, dan Harza Sandityo selaku Direktur.

“Kami percaya lembaga keuangan adalah long game. Maka kami perlu membangun kepercayaan jangka panjang dan GRC adalah instrumen strategis dalam hal itu,” kata Harza.

BACA JUGA:   AirNav Indonesia Hadirkan Mitra Binaan Naik Kelas

Lebih lanjut, dari tata kelola, Easycash disebut menerapkan sistem whistleblowing internal bernama “Voice Box” untuk mendorong pelaporan pelanggaran oleh karyawan.

Perusahaan juga berkoordinasi dengan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) melalui Jendela AFPI untuk melaporkan penanganan agen penagihan (collection agent) yang bermasalah atau masuk dalam blacklist nasional AFPI.

Selain itu, Easycash juga bekerja sama dengan OJK, dalam hal pelaporan lewat OJK Anti-Fraud System untuk melaporkan manajemen atau pegawai yang masuk blacklist regulator untuk dapat ditindak.

“Kami tidak hanya membangun bisnis, tapi juga membangun ekosistem yang sehat dan terpercaya,” ujar Harza.

Masih dari sisi governance, Easycash juga telah memiliki Anti-Fraud Task Force yang tanggung jawabnya antara lain adalah mengendalikan fraud internal, mencegah penyalahgunaan anggaran, dan melakukan audit secara berkala untuk keamanan proses itu sendiri.

Selanjutnya dalam penerapan Risk Management (Manajemen Risiko), secara tegas Harza mengatakan bahwa ini adalah kekuatan dari Easycash yang telah yang telah menggunakan machine learning dalam hal ini.

“Jadi, system dan kebijakan Risk Management kami tadi sesuai dengan POJK No. 40 Tahun 2024 terkait Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi,” tandasnya.

Adapun dari sisi SOP, perusahaan telah memiliki beberapa SOP terkait dengan kepatuhan terhadap regulasi, kebijakan internal kontrol, termasuk memiliki ISO 27001 terkait dengan bagaimana mengelola risiko keamanan informasi dan dampaknya.

“Ini karena kami menggunakan teknologi tentunya juga ada banyak risiko-risiko yang harus kita jaga dan awasi,” ujar Harza.

Beberapa pencapaian atas implementasi Risk Management antara lain secara risiko kredit, TKB 90 atau tingkat keberhasilan bayar 90 hari masih di 100%.

“Untuk risiko operasional tadi kita menggunakan semuanya digital, digital signature, Escrow Account, dan tadi kita juga telah memiliki ISO 27001. Untuk risiko strategis, faktanya kita salah satu top, sekarang nomor dua dari sisi industri, sehingga merupakan salah satu industri leader. Dari (sisi) risiko hukum kita juga telah memiliki customer service terkait pengaduan. Lalu laporan juga kita sampaikan kepada OJK dan untuk kepatuhan misalkan terhadap pengaduan konsumen kita juga selalu comply,” ungkap Harza.

BACA JUGA:   Bagi MPG, GRC adalah Kunci Bisnis Berkelanjutan

Lebih lanjut untuk risiko kepatuhan, perusahaan melakukan advokasi dan selalu responsif terhadap semua ketentuan yang baru untuk bisa dipatuhi. Selain itu, untuk risiko reputasi perusahaan juga selalu me-manage dan menjaga bagaimana mengurangi pengaduan ataupun bagaimana menyampaikan dengan baik terkait dengan produk, sehingga kami memiliki reputasi yang baik.

“Dan Alhamdulillah di tiga semester terakhir tidak ada publikasi negatif yang sangat signifikan terhadap pengaduan itu sendiri,” ujar Harza.

Atas hal tersebut dan investasi yang sudah dilakukan, Harza meyakini bahwa posisi Easycash saat ini secara GRC dan Risk Maturity sudah di level yang cukup Optimized.

“Tentunya masih banyak perbaikan (yang perlu dilakukan) untuk semakin baik, cuma kami meyakini dan kami confident bahwa kami sudah sangat baik dari sisi dan sudah Optimized (Transformational). Kita sudah menggunakan AI, Machine Learning, Big Data untuk menjaga risiko kredit, system operasi yang adaptif dan tim yang sangat professional tentunya untuk mendukung implementasi GRC sendiri,” tandasnya.

Dari sisi Compliance, Easycash menjadikan kepatuhan sebagai budaya kerja untuk menjaga kepercayaan dan keberlanjutan bisnis.

Sementara untuk GRC terintegrasi dilakukan Easycash di setiap langkah proses bisnis perusahaan, antara lain di aspek e-KYC, Penilaian Kredit, Penandatanganan Elektronik Tersertifikasi, Penyaluran Dana, Penagihan, dan Asuransi.

Editor: Busthomi

Tags: EasycashPT Indonesia Fintopia TechnologyTOP GRC Awards 2025
Previous Post

Likuiditas Ekonomi Naik 6,5% ke Rp9.569 Triliun

Next Post

Dukung Kepemimpinan Jatim di Konservasi Hayati Mangrove, SIG Tanam 17.845 Bibit Bakau di Probolinggo

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR