Jakarta, TopBusiness—Kolaborasi antara Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka Kementerian Perindustrian RI (IKMA Kemenperin) dengan Japan International Cooperation Agency (JICA) dalam kerjasama teknis bertajuk “Automotive Industry Development”, dilaksanakan dalam sebuah proyek. Itu adalah proyek implementasi digitalisasi bagi sejumlah IKM komponen otomotif.
Hasil dari digitalisasi itu telah dipresentasikan oleh delapan pasang supplier dan system integrator pada acara ‘Dissemination Seminar Project For Increasing International Competitiveness of Automotive Industry’ (19/8/2025).
“Setelah mengadopsi teknologi digital dari startup teknologi, ternyata IKM komponen otomotif terbukti mendapatkan berbagai manfaat,” ungkap Direktur IKM Logam, Mesin, Elektronika dan Alat Angkut Kemenperin, Dini Hanggandari, dalam keterangan resmi (25/8/2025).
Manfaat tersebut di antaranya adalah IKM komponen otomotif mendapatkan pembaruan data secara real time dengan informasi yang akurat dan terkini, pelaporan dan analisis yang tersaji otomatis sehingga memudahkan pengambilan keputusan yang dapat diambil secara cepat, serta otomatisasi pada proses inti untuk mengurangi kesalahan dan mempercepat alur kerja.
“Tidak hanya itu, IKM komponen otomotif juga dapat melakukan pemantauan produksi yang terintegrasi untuk memastikan target tercapai, pengendalian kualitas berbasis sistem sehingga dapat menemukan pola cacat produk dalam periode tertentu, serta dapat tercapai peningkatan efisiensi waktu dan sumber daya,” jelas Dini.
Adapun delapan pasang IKM dengan startup teknologi yang difasilitasi implementasi digitalisasinya adalah PT Sebastian Jaya Metal, PT Arkha Industries Indonesia, PT Laksana Tekhnik Makmur, PT Eran Plastindo Utama, PT FNF Metalindo Utama, PT Sugi Jaya Utama, PT Itori Kreasindo Perkasa, dan PT Armeta Kreasi Mandiri.
Sementara itu, dari system integrator, meliputi PT Takodam Ciptamandiri Nusantara, PT Sopwer Teknologi Indonesia, Ragdalion Technology, PT MyEco Inovasi Indonesia, PT. Stechoq Robotika Indonesia, dan PT Trimitra Nusantara Sakti.
“Startup yang terpilih merupakan binaan Kemenperin melalui program Startup for Industry (SFI),” kata Dini.
