Jakarta, TopBusiness – PT PLN Indonesia Power Services (PLN IPS) tahun ini kembali menjadi kandidat meraih penghargaan TOP GRC Awards. Perusahaan menempatkan GRC sebagai pilar utama atau fondasi dalam membangun bisnis berkelanjutan. Dalam penyelenggaraan TOP GRC Awards 2024, PLN IPS telah meraih Penghargaan Bintang 4.
Dalam sesi Wawancara Penjurian TOP GRC Awards 2025, secara online, Senin, 25/08/2025, Hari Cahyono selaku Direktur Utama PLN IPS mengatakan, “Kami menempatkan GRC sebagai pilar utama, bukan sekadar fungsi pendukung, tetapi fondasi dalam membangun bisnis berkelanjutan.”
“Tujuan penerapan GRC yang ingin kami raih, pertama, pertumbuhan profitabel. Kedua, risiko terkelola efektif. Ketiga, akuntabilitas dan kepatuhan regulasi. dan keempat, selaras dengan keberlanjutan energi nasional,” ujarnya.
Kepada Dewan Juri TOP GRC Awards 2025, Hari memaparkan sejumlah capaian positif PLN IPS didukung oleh penerapan kebijakan GRC dalam 1-2 tahun terakhir.
“Governance atau tata kelola, hasil self-assessment GCG menunjukkan peningkatan skor dari 91,9 pada tahun 2023 menjadi 92,03 pada tahun 2024. Skor itu mencerminkan komitmen berkelanjutan kami dalam memperkuat tata kelola perusahaan yang baik.”
“Kemudian Manajemen Risiko, Risk Maturity Level PLN IPS menunjukkan peningkatan konsisten setiap tahun, dengan realisasi tahun 2024 mencapai level 3.73 di atas target 3.58. Mencerminkan kematangan dan kapabilitas manajemen risiko berbasis ISO31000:2018 secara berkelanjutan.”
“PLN IPS menjadi anak perusahaan pertama di Indonesia Power yang telah tersertifikasi SNI ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan dan telah di-benchmark oleh anak perusahaan IP lainnya.”
“Terkait Manajemen Kepatuhan, kami menjalankannya melalui audit internal,WBS, dan anti-penyuapan, dll,” ungkap Hari.
Yang tak kalah penting, adanya dukungan Teknologi Informasi dalam mendukung pengelolaan bisnis dimana PLN IPS memanfaatkan All in EBS (AIE) yang terintegrasi dengan aplikasi ERP PLN Indonesia Power. “Untuk mendukung penerapan GRC telah ada I-Morning GCG dan Sourcing Management,” tuturnya.
Sedangkan salah satu contoh penerapan GRC Terintegrasi, yaitu upaya mitigasi risiko keberlangsungan usaha dan transisi energi sekaligus memanfaatkan peluang energi terbarukan, berupa penerapan Sistem Mini Smart Grid Di Nusa Penida, Bali. “Upaya ini turut memberikan kontribusi masa depan energi Indonesia,” ujar Hari.
GRC Mendukung Sustainable Business
Dalam sesi Pendalaman atau Tanya-Jawab dengan dewan juri, Khusnul Mubien selaku Komisaris Utama PLN IPS menegaskan bahwa pihaknya menerapkan kebijakan GCG dan GRC sebagai panduan tata kelola, etika, dan pengendalian untuk memperkuat kepercayaan stakeholder serta mendukung keberlanjutan bisnis.
Semua inisiatif penerapan GRC tersebut, telah membuahkan hasil positif. Contohnya, kinerja keuangan di akhir tahun 2024 dibandingkan dengan tahun 2023. “Laba Usaha naik 12 persen, Laba Bersih naik 3 persen, Cash Flow naik 52 persen dan Aset naik 28 persen. Capaian itu seiring dengan meningkatnya revenue sebesar 43 persen dari Rp1.608 M di akhir 2023 menjadi Rp2.300 M di akhr 2024,” ungkap Hari.
“Pencapaian pendapatan usaha perusahaan tahun 2024 terdiri dari segmen jasa O&M sebesar 46 persen, selanjutnya berturut-turut MRO services berkontribusi sebesar 42 persen dan sewa genset 7 persen. Sedangkan penjualan listrik berkontribusi sebesar 4 persen,” imbuhnya.
PLN IPS juga berhasil memperluas cakupan pasar hingga luar negeri. Tahun 2024, perusahaan mendapatkan proyek di Vietnam yang berkontribusi ke pendapatan sebesar 4 persen, kemudian pasar Non PLN Grup sebesar 7 persen, dan mayoritas kontribusi pendapatan dari PLN Grup sebesar 89 persen.
“PLN IPS telah menerapkan Malcolm Baldrige Criteria for Performance Excellence (MBCfPE) untuk memperkuat tata kelola, meningkatkan daya saing, dan mendorong transformasi bisnis,” tutup Hari.
Turut hadir dari PLN IPS: Fredy Eko Prasetyo – Komisaris; Metty Mronika – Dirkeu; Lasiran – Dir Bisnis; Amir Murtono – Dir Operasi; Ganis NP – Sekper; Mardiana Budiarti – Manager GCG; Agus Supriyono – Manager Risiko; Rika Maleni – Manager Legal; Yakobus Krisnu – KSAI; Iwan Syambudi – Manager Keuangan; dan Iswandi Lodde – Auditor
Sementara, bertindak selaku Dewan Juri TOP GRC Awards 2025: Melani K. Harriman (Melani K. Harriman & Associates), Ina Sawitri (Yayasan Pakem), Ben De Haan (MSI Group), dan Sofi Suryasnia (Praktisi Perbankan dan Asuransi).
TOP GRC Awards adalah kegiatan pembelajaran bidang Governance, Risk, & Compliance (GRC), sekaligus kegiatan pemberian penghargaan kepada perusahaan-perusahaan yang dinilai berhasil dalam menerapkan GRC untuk meningkatkan kinerja bisnis yang berkelanjutan.
TOP GRC Awards, kegiatan penghargaan GRC tingkat nasional terbesar, diselenggarakan oleh majalah Top Business bekerjasama dengan Asosiasi GRC Indonesia, IRMAPA (Indonesia Risk Management Professional Association), ICoPI (Institute Compliance Professional Indonesia), PaGI (Perkumpulan Profesional Governansi Indonesia), dan lainnya.
