TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

PT Bank CIMB Niaga Perkuat Implementasi GRC dengan Generative AI dan IT Security

Ahmad Churi
29 August 2025 | 10:12
rubrik: Event
PT Bank CIMB Niaga Perkuat Implementasi GRC dengan Generative AI dan IT Security

PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) terus berupaya  memperkuat implementasi Governance, Risk, and Compliance (GRC) sebagai bagian yang terpisahkan dari startegi bisnis berkelanjutan agar senantiasa mampu beradaptasi dengan berbagai kondisi pasar yang dinamis dengan tetap memenuhi standar regulasi nasional maupun global. Penguatan GRC, di antaranya dilakukan melalui penguatan sistem IT (IT maturity level) dengan penerapan generative AI dan keamanan siber standar global, serta peningkatan kemampuan sumber daya manusia (SDM).

Jakarta, TopBusiness – CIMB Niaga sebagai bank swasta besar di Indonesia terus berkembang dan menempati posisi kedua terbesar berdasarkan total aset konsolidasian sebesar Rp357,9 triliun per 30 Juni 2025. Perusahaan berkomitmen kuat menerapkan prakatik bisnis yang baik, sesuai prinsip Good Corporate Governance (GCG). Penerapan GCG dilakukan dengan mengacu pedoman dan standar nasional serta internasional, yang didukung komitmen kuat dari manajemen, dan diukur melalui penilaian berkala, baik dilakukan sendiri (self assessment), maupun  melalui kerja sama lembaga independen.

Selain untuk kepatuhan dan efisiensi kinerja, GCG juga terus diinternalisasi sebagai pondasi budaya perusahaan, mendukung ekspansi usaha dan keberlanjutan  (sustainability) dengan memperhatikan aspek lingkungan hidup, ekonomi, sosial sesuai prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance). Dalam hal ini, perusahaan sekadar mengejar keuntungan (profit), namun juga memperhatikan dan terlibat pada pemenuhan kesejahteraan masyarakat (people) dan berkontribusi aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan (planet).

CIMB Niaga secara konsisten menerapkan GCG sesuai standar ASEAN, yang dibuktikan dengan perolehan penghargaan ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS)- Regional Assessment 2024 sebagai “Top 50 ASEAN Public Listed Companies (PLCs) dan Top 1 Indonesia PLCs (July 2025).  Manajemen juga melakukan penilaian atas kualitas penerapan GCG secara berkala, termasuk dengan pihak ketiga untuk hasil penilaian yang lebih independen.

Penilaian self-assessment atas penerapan prinsip Tata Kelola dilakukan setiap semester sesuai ketentuan POJK No. 17 Tahun 2023 dan SEOJK No. 13/POJK.03/2017 tentang Penerapan Tata Kelola bagi Bank Umum. Penilaian dilakukan secara komprehensif dan terstruktur atas pelaksanaan prinsip Tata Kelola yang meliputi 3 (tiga) aspek, yaitu: Struktur, Proses, dan Hasil. Hasil Penilaian Sendiri (Self-Assessment), akhir tahun lalu, skor GCG mendapat 2 (BAIK), yang mencerminkan manajemen telah menerapkan prinsip-prinsip Tata Kelola yang memadai, termasuk aspek yang terkait dengan risiko. 

Tak lain hal ini bertujuan meningkatkan nilai dan kinerja perusahaan secara keberlanjutan sesuai dengan visi dan misi Perusahaan, melalui keputusan yang etis, pengelolaan risiko yang minim, dan hubungan yang baik dengan stake holder (pemangku kepentingan). Perusahaan memiliki  visi “Menjadi Perusahaan ASEAN yang Terkemuka”. Sedangkan misinya “Menyediakan layanan perbankan universal di Indonesia secara terpadu sebagai perusahaan dengan kinerja unggul di kawasan ASEAN dan kawasan utama lainnya, serta mendukung percepatan integrasi ASEAN dan menghubungkannya dengan kawasan lain”.

CIMB Niaga mengusung nilai-nilai utama EPICC (Enabling Talent, Passion, Integrity & Accountability, Collaboration, Customer Centricity). Dalam aktivitas usaha, perusahaan telah menerapkan sistem GRC yang terstruktur dan terintegrasi dengan strategi pengembangan bisnis secara berkelanjutan. Prinsip GRC menjadi fondasi bagi aktivitas bank CIMB Niaga yang selalu konsisten diterapkan sesuai standar nasional dan internasional, serta mengacu pada pedoman GCG yang berlaku. 

BACA JUGA:   Jadikan Human Capital sebagai Mitra Strategis Perusahaan, TGI Kandidat Raih TOP HC Awards 2025

Dalam kaitan ini, CIMB Niaga menerapkan sistem manajemen risiko yang berlapis dan ketat untuk mengelola risiko bisnis secara efektif.  Perusahaan juga telah memiliki kelengkapan struktur organisasi yang mendukung penerapan GRC. Di antaranya ada Komite Tata Kelola Terintegrasi, Komite Nominasi &Remunerasi, Komite Pemantau Risiko, serta Komite Audit.

Pada jajaran Dewan Direksi, di bawah presiden direktur, Bank CIMB Niaga memiliki Direktur khisus untuk Manajemen Risiko, Direktur Kepatuhan, CA & Hukum, Direktur Bisnis, Direaktur SDM, Direkatur Operasi dan IT, serta Direktur Strategi, Keuangan dan SPAPM. Di bawah direktur juga terdapat komite-komite yang jumlah lebih (beyond) dari yang disyaratkan oleh regulator. Bahkan CIMB Niaga juga memiliki RCU atau Risk Control Unit, sejalan dengan strategi penerapan three line defence (3rd Line of Defense), memberikan jaminan dan tanggungjawab secara independent atas pelaksanaan proses manajemen risiko dan pengendalian internal.

Bank CIMB Niaga juga konsisten melakukan inovasi dalam penerapkan GRC sebagai bagian tak terpisahkan dari strategi agile manajemen, dengan mencermati dinamika yang juga terus berkembang melalui struktur tata kelola yang jelas dan kebijakan korporasi yang menyeluruh. 

Komitmen ini diimplementasikan melalui Badan Tata Kelola Keberlanjutan yang terdiri dari unit-unit pengawasan, penanggung jawab, serta unit pelaksana yang terkoordinasi lintas fungsi. Risiko menjadi hal utama yang dipertimbangkan Perusahaan dalam proses perencanaan bisnis, termasuk dalam penyusunan risk appetite dan risk posture yang berkaitan erat dengan strategi Bank. Hal ini juga menjadi salah satu pertimbangan dalam proses perencanaan modal.

Tak hanya itu, perusahaan juga telah menerapkan Kerangka Kerja Enterprise Wide Risk Management (ERWM) sebagai dasar untuk manajemen risiko proaktif, robust dan forward looking untuk memastikan tercapainya pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, memaksimalkan nilai pemegang saham dan mengelola modal secara komprehensif. EWRM membangun akuntabilitas dari Risk Taking Units dalam aktivitas pengambilan risiko (RARoC, Risk and Compliance KPI) untuk memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan. EWRM membangun akuntabilitas dari Risk Taking Units dalam aktivitas pengambilan risiko (RARoC, Risk and Compliance KPI) untukmemastikan pertumbuhan yang berkelanjutan.

Bank CIMB Niaga bahkan juga telah membentuk unit Climate Risk di bawah direktorat manajemen risiko dan berkolaborasi dengan unit Sustainability untuk mengimplementasikan keuangan berkelanjutan. Dalam hal ini, perusahaan mengintegrasikan risiko iklim ke dalam tata kelola dan kerangka kerja manajemen risiko. Perusahaan juga melaksanakan Climate Risk Assessment (Climate Scenario Analysis), misalnya untuk Risiko Kredit, risiko pasar , dan risiko lain (Risiko Operasional & Likuiditas).

Perusahaan juga menyusun prosedur dan mengembangkan mekanisme pengelolaan dan mitigasi risiko keberlanjutan & risiko iklim. Penguatan SDM melalui pengembangan kapasitas (training) dan awareness yang berkelanjutan.

Sejak tahun 2017 sistem Whistle Blowing System (WBS)CIMB Niaga dikelola dengan melibatkan pihak independen dan profesional yaitu PT DC Solutions untuk mendorong semua pihak, baik internal maupun eksternal untuk menyampaikan laporan indikasi pelanggaran dengan lebih leluasa/nyaman tanpa ragu.

Merujuk pada definisi fraud yang diatur POJK No.12 thn 2024 tentang Penerapan Strategi Anti Fraud Bagi Lembaga Jasa Keuangan, juga dilakukan penyesuaian pada kategori laporan whistleblowing, dimana laporan mengenai benturan kepentingan dan gratifikasi yang sebelumnya masuk kategori HR berubah menjadi kategori fraud (AFM).

BACA JUGA:   Genjot Pembiayaan Syariah, CIMB Tawarkan Sukuk Rp 500 M

Tercatat dalam 3 tahun terakhir, terdapat peningkatan yang cukup signifikan pada jumlah laporan WB yang masuk di tahun 2025, dimana sampai dengan Q2 2025 jumlah laporan WB yang masuk sudah lebih tinggi dari jumlah laporan di tahun 2023 dan 2024. Adapun Jenis laporan yang masuk di 2025, indikasi fraud sebanyak 16 laporan (6%), Human Resources sebanyak 179 laporan (68%), AML sebanyak 28 laporan (11%), dan OOS sebanyak 39 laporan (15%).

Perkuat IT Security

Sebagai bank modern yang telah menerapkan sistem digital banking, CIMB Niaga juga terus  memperkuat IT security dan data security, untuk mengantisipasi adanya risiko serangan siber yang juga makin tinggi. Apalagi transaksi digital melalui aplikasi digital juga terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. 

Sehingga inovasi dan customer centricity tetap menjadi fokus CIMB Niaga dalam pengembangan digital. Tercatat, pada semester I 2025, 90% dari total transaksi finansial nasabah telah dilakukan melalui layanan branchless banking seperti OCTO Mobile, OCTO Clicks, Bizchannel@CIMB, Automated Teller Machines (“ATM”), dan OCTO Pay (e-money). Selain itu, CIMB Niaga juga menghadirkan digital experience melalui model Digital Branch yang unik, yang memadukan fitur Cabang Konvensional dan Digital Lounge.

Untuk mendorong adopsi digital di kantor cabang lainnya, CIMB Niaga juga memperkenalkan Digital Hub yang dilengkapi mesin Self-Service Banking dan Self-Service Tablet untuk mempercepat layanan kepada nasabah.

Terkait pengelolaan risiko di ranah digital, CIMB Niaga juga telah melakukan inovasi digital terkait  Pengelolaan Risiko dengan teknologi genertive AI dan ‘Tata Kelola Kecerdasan Artifisial untuk perbankan. Hal ini dilakukan sejalan dengan Kebijakan Pengelolaan Risiko AI dan ‘Tata Kelola Kecerdasan Artifisial Perbankan Indonesia. Dalam hal ini, CIMB Niaga telah melakukan penguatan dalam Tata Kelola, Risiko dan Kepatuhan di sisi Teknologi dan Keamanan Siber Standar Kelas Dunia untuk Keamanan Siber. Di antaranya mengadopsi kerangka kerja NIST 2.0 dan ISO/IEC 27001:2022 untuk penguatan proses, SDM, dan teknologi.

Penguatan Tata Kelola Cloud & FinOps. Menerapkan Cloud Center of Excellence dan Cloud Security Posture Management (CSPM), termasuk pengawasan biaya berbasis FinOps. Strategi ini menggabungkan kecepatan inovasi dengan tata kelola ketat berbasis risiko. Juga melakukan kebijakan Pelindungan Data yang Holistik. Perlindungan data diperluas secara menyeluruh dengan pendekatan end-to-end: dari kebijakan, control teknis, pelatihan kesadaran, hingga respons insiden proaktif.

Demikian  beberapa poin penting yang terungkap dari presentasi dan wawancara penjurian “TOP GRC Awards 2025” dari PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) yang dihelat majalah TopBusiness pada (27/08/2025) secara daring melalui aplikasi zoom meeting. Presentasi disampaikan Tim CIMB Niaga, di antaranya oleh Fransiska Oei, Compliance, Corporate Affairs & Legal Director, Lee Kai Kwong, Strategy, Finance & SPAPM Director, Henky Sulistyo, Risk Management Director, Joni Raini, Human Resources Director, serta Rico Usthavia Frans, Operations & Information Technology Director. Hadir pula dalam penjurian ini, Sri Widowati (Komisaris Independen Bank CIMB Niaga) dan tim lainnya (Suliyen Tina, Lisa Permanasari, Susi Tanto, Antonius Gunadi. 

BACA JUGA:   Melalui Sirkular Ekonomi, PT MIP (Grup Adaro) Pelopori Pengelolaan Bank Sampah

Sedangkan Tim Juri penilai terdiri Prof. DR. Satya Arinanto (Guru Besar FH UI), Dwinda Ruslan (Senior Business Consultant Yayasan Pengembangan Keuangan Mikro/Pakem), Dr. Aldrin Herwany (Perbanas Institut), Ir. Tendri Supriatno., MBA (Founder CFCD Foundation- Ketua Umum Corporate Forum CSR Development), yang dimoderatori oleh  Ahmad Chury (MSI Group).

Dengan berbagai terobosan dan inovasi yang terus dilakukan, terutama terkait implementasi GRC  yang juga berdampak pada peningkatan kinerja bisnis, CIMB Niaga tahun ini kembali masuk nominasi untuk penghargaan TOP GRC Awards 2025. TOP GRC Awards merupakan ajang penilaian dan penghargaan bergengsi terbesar di Indonesia yang diselenggarakan Majalah Top Business bekerjsama dengan sejumlah asosiasi bisnis, konsultan GCG,GRC,  dan akademisi untuk mengapresiasi perusahaan yang dinilai berhasil menerapkan Governance (Tata Kelola), Risk (Manajemen Risiko), dan Compliance (Kepatuhan) atau GRC secara efektif dan berkualitas, yang berdampak pada pertumbuhan kinerja bisnis yang berkelanjutan.

Implementasi GRC di CIMB Niaga juga berdampak signifikan terhadap performa manajemen dan capaian bisnis berkelanjutan  yang kian solid. Hal ini terlihat dari paparan financial sebagaimana yang disampaikan oleh Direktur Keuangan Lee Kai Kwong. “Penerapan GRC di CIMB Niaga, mampu meningkatkan daya tahan, ketangkasan bisnis dan penciptaan nilai yang terus meningkat,” ungkap Lee Kai Kwong.

Tercatat,  PT Bank CIMB Niaga Tbk (“CIMB Niaga” atau “Bank”; IDX: BNGA) pada semester I 2025, berhasil perolehan laba sebelum pajak konsolidasi (unaudited) sebesar Rp4,4 triliun dan menghasilkan earnings per share Rp137,43.

Total aset konsolidasian adalah sebesar Rp357,9 triliun per 30 Juni 2025, yang semakin memperkuat posisi CIMB Niaga sebagai bank swasta nasional terbesar kedua di Indonesia.

Total Dana Pihak Ketiga (“DPK”) meningkat menjadi Rp261,9 triliun (+4,8% Y-o-Y), yang menunjukkan rasio current account and savings account (“CASA”) yang baik sebesar 69,0%. Sementara itu, CASA meningkat sebesar 10,9% Y-o-Y, dikontribusikan oleh upaya Bank untuk membina hubungan nasabah yang lebih erat dan meningkatkan pengalaman nasabah secara keseluruhan melalui layanan digital banking.

Jumlah kredit/pembiayaan naik 6,8% Y-o-Y menjadi Rp231,8 triliun, terutama dari pertumbuhan yang baik di berbagai segmen utama. Perbankan Korporasi mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 9,3%, sementara Usaha Kecil Menengah (“UKM”) naik 7,3% Y-o-Y serta Perbankan Konsumer tumbuh 4,7% Y-o-Y. Kenaikan tertinggi di kredit/pembiayaan retail terutama dikontribusikan dari pertumbuhan Kredit Pemilikan Mobil (“KPM”) yang meningkat sebesar 26,7% Y-o-Y.

Secara umum perusahaan bisa terus mempertahankan dan meningkatkan performa bisnis. Sebagai bagian dari prioritas keberlanjutan, pembiayaan Bank juga terus diarahkan mendukung transisi yang adil, ekonomi rendah karbon, dan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) dari PBB.

Untuk mendukung pertumbuhan bisnis, CIMB Niaga terus meningkatkan customer experience dengan menawarkan berbagai produk dan layanan yang komprehensif. Dengan semangat Work From Heart, CIMB Niaga terus memberikan pelayanan terbaik bagi nasabah. Per 30 Juni 2025, layanan CIMB Niaga didukung dengan 11.829 karyawan (konsolidasi), 395 kantor cabang dan jaringan (termasuk 34 Digital Lounge), 2.962 ATM, serta 699.309 EDC, QR, dan e-Commerce yang tersebar di berbagai kota di Indonesia.

Tags: cimb niaga
Previous Post

Proyek Tol Tempino-Ness Raih Bintang Lima pada Sertifikat Laik Fungsi dan Operasi

Next Post

Bangun RS Internasional di KEK Batam, SRAJ Investasi Rp 1 Triliun

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR