Jakarta, BusinessNews Indonesia—Jababeka membukukan total penjualan dan pendapatan konsolidasi sebesar Rp 2,329 triliun sampai dengan kuartal ketiga tahun 2017. Itu artinya meningkat 20% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2016.
Corporate Secretary Jababeka, Muljadi Suganda, mengatakan di Jakarta pagi ini dalam keterangan pers, bahwa pertumbuhan ini terutama didorong oleh pilar bisnis land development and property, serta infrastruktur.
“Dengan peningkatan penjualan masing‐masing sebesar 23% dan 20% year on year,” ucap dia.
Peningkatan tersebut sebagian besar berasal dari kontribusi penjualan Kendal Industrial Park, yang meningkat menjadi Rp 269,7 miliar selama sembilan bulan 2017 dibandingkan dengan Rp 29,4 miliar di tahun sebelumnya, karena membaiknya permintaan.
Pada periode yang sama, kontribusi pendapatan dari pembangkit listrik, yang merupakan bagian dari pilar infrastruktur, meningkat 25% dari Rp 918,7 miliar di semester pertama 2016 menjadi Rp 1,14 triliun sampai dengan kuartal ketiga 2017.
“Itu terutama karena pembangkit listrik beroperasi pada kapasitas penuh selama periode tersebut di tahun 2017, sementara pada tahun 2016 pembangkit listrik hanya beroperasi setengah dari kapasitasnya akibat adanya kebocoran pada salah satu boiler, yang kemudian telah diperbaiki sepenuhnya pada bulan Agustus tahun lalu.”
Total pendapatan berulang (recurring revenue) dari bisnis infrastruktur (pembangkit listrik, dry port, dan penyediaan-pengolahan air bersih serta limbah) menyumbang 63% dari total pendapatan sampai dengan kuartal ketiga 2017. “Relatif sama dibandingkan dengan pada tahun 2016,” dia menambahkan.
Sementara, laba bersih untuk kuartal ketiga 2017 tercatat sebesar Rp 165,7 miliar atau turun 52% dibandingkan kuartal ketiga 2016.
Hal ini terutama disebabkan oleh adanya keuntungan selisih kurs-bersih (net) sebesar Rp 186,3 miliar sampai dengan kuartal ketiga 2016, yang jauh lebih besar dibandingkan dengan hanya Rp 22 miliar yang tercatat pada 2017.
“Jika keuntungan selisih kurs tersebut tidak diperhitungkan (dihilangkan), maka sebenarnya laba bersih selama tiga kuartal tersebut meningkat 18% dari Rp 158,8 miliar menjadi Rp 187,7 miliar di tahun 2017,” dia menjelaskan.
