Jakarta, TopBusiness – PT. BPR Bank Bulungan (Perseroda) berharap bahwa implementasi prinsip governance, risk and compliance alias GRC mampu memberikan dampak signifikan dalam bisnis proses sehingga menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.
Saat memberikan pernyataan penutup penjurian, Suhardiyanto selaku Direktur Operasional BPR Bank Bulungan mengucapkan rasa terima kasih atas masukan berupa saran yang diberikan Dewan Juri TOP GRC Awards 2025. “Terima kasih, nilai tambah yang diberikan tadi merupakan pencerahan bagi BPR Bank Bulungan, mudah-mudahan ke depan kami bisa mengimplementasikan,” kata dia.
Bahkan lebih jauh dirinya berharap bahwa penerapan prinsip GRC akan mampu mewujudkan indikator kinerja perusahaan, salah satunya adalah tingkat kesehatan bank sehingga mampu memberikan kontribusi terbaik bagi para pemangku kepentingan.
“Kami berharap dengan penerapan tata kelola yang baik, manajemen risiko dan kepatuhan terintegrasi, tentunya, BPR Bank Bulungan akan berkomitmen tidak hanya menjaga keberlangsungan dan kesehatan bisnis tapi juga memberikan nilai tambah bagi seluruh stakeholder,” ungkap dia, melalui aplikasi rapat zoom, di Jakarta, Rabu (3/09/2025).
Lebih dari itu, dengan penerapan GRC akan dapat lebih meningkatkan nilai kepercayaan perusahaan di mata masyarakat, pemilik modal dan regulator.
“Selain itu, melalui integrasi GRC ke depan kami juga berharap bisa membangun organisasi yang tangguh, adaptif, dan berorientasi kepada berkelanjutan, sehingga BPR Bank Bulungan mampu menjadi mitra strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, sekaligus menjaga kepercayaan pemilik maupun regulator,” ucap dia.
Menurut dia, BPR Bank Bulungan merupakan perusahaan yang baru kali pertama mengikuti ajang TOP GRC Awards 2025. “Tahun ini, menjadi pengalaman pertama bagi kami di ajang TOP GRC Awards 2025, dengan mengusung tema Resilience to Sustainability: Leading Through GRC,” ucap dia.
Dijelaskan Suhardiyanto, manajemen BPR Bank Bulungan berpandangan bahwa dalam era disrupsi, digitalisasi, dan kompleksitas regulasi saat ini, bisnis tidak hanya dituntut untuk bertahan (resilient), tetapi juga tumbuh secara berkelanjutan (sustainable).
“GRC bukan sekadar kepatuhan formal, melainkan menjadi pondasi strategis untuk mencapai ketahanan (resilience) dan keberlanjutan (sustainability) bisnis. GRC juga bukan hanya sistem pengendalian, tetapi cara BPR memimpin, bertindak, dan bertumbuh,” kata dia.
“Dengan memastikan penerapan tata kelola yang baik (good corporate governance) dijadikan bagian dari budaya kerja, BPR siap dengan berbagai risiko melalui pengelolaan risiko yang efektif (risk management), dan terjaganya kepatuhan terhadap regulasi (compliance), BPR Bank Bulungan dapat membangun pondasi keberlanjutan yang kokoh, menciptakan arah pertumbuhan jangka panjang berdaya saing dan adaptif terhadap tantangan dan kompleksitas industri keuangan,” beber Suhardiyanto.
Sesuai POJK No. 51/POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan Bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, Dan Perusahaan Publik, BPR Bank Bulungan melakukan kebijakan pembiayaan ramah lingkungan dan efisiensi operasional.
Sementara, implemetasinya ialah BPR Bank Bulungan melalui produk Kredit Mesra, menyediakan Kredit Hijau yaitu pembiayaan untuk UMKM di sektor pertanian organik dan energi terbarukan, manfaatnya meningkatkan portofolio kredit berkelanjutan dan reputasi perusahaan. Selain, dilakukan digitalisasi proses operasional, antara lain mengurangi penggunaan kertas dan penggunaan form aplikasi kredit dengan sistem digital, manfaatnya menurunkan emisi karbon dan biaya operasional.
