Jakarta, TopBusiness – Dalam upaya memperkuat layanan kesehatan di Indonesia, PT UBC Medical Indonesia Tbk (IDX: LABS), resmi menjalin kerja sama strategis dengan Hisky Medical (HISKY), perusahaan medical technology handal asal negara Tirai Bambu, yang berfokus pada inovasi alat kesehatan yang mencakup penyaringan non-invasif, diagnosis, dan manajemen pasca-diagnosis pada hati, pencernaan, endokrin, pemeriksaan fisik, pernapasan, dan bidang lainnya.
LABS ditunjuk sebagai distributor eksklusif untuk produk-produk diagnosis penyakit hati milik Hisky di Indonesia.
Sebagai bukti nyata komitmen LABS dan tindak lanjut dari kerjasama dengan Hisky, LABS mendistribusikan produk deteksi fibrosis hati ke RS Medistra Jakarta, salah satu Rumah Sakit Swasta ternama di Ibu Kota.
Langkah strategis ini, menegaskan peran LABS sebagai mitra terpercaya rumah sakit dalam menyediakan teknologi medis mutakhir, yang diharapkan dapat menjadi solusi diagnostik modern yang membantu dokter dalam mendeteksi penyakit hati secara lebih akurat dan cepat.
Hal ini juga sekaligus menunjukkan komitmen jangka panjang untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia.
Saat ini prevalensi penyakit hati di Indonesia cukup tinggi, yakni 7,1% penduduk terkena Hepatitis B, dan 1% terkena Hepatitis C, yang diikuti dengan adanya fibrosis hati yang merupakan proses patologis yang umum terjadi pada berbagai penyakit hati kronis yang menyebabkan sirosis hati.
“Dan deteksi dini adalah kunci untuk memperlambat perkembangan penyakit hati,” kata Yoshua Raintjung, Direktur Utama LABS, dalam keterangannya, Kamis (4/9/2025).
Prevalensi adalah proporsi dari populasi yang memiliki karakteristik tertentu dalam jangka waktu tertentu.
“Penyakit hati merupakan masalah kesehatan serius di banyak negara, termasuk Indonesia. Melalui kerja sama dengan Hisky, kami ingin memastikan bahwa teknologi diagnostic yang cepat dan akurat dapat diakses secara luas, sehingga mendukung tenaga medis dalam memberikan penanganan lebih cepat dan tepat,” ujar Yoshua lagi.
Fokus pada Diagnosis Penyakit Hati
Kolaborasi eksklusif ini difokuskan untuk memperluas penggunaan perangkat medis Hisky di Rumah Sakit yang ada di Indonesia, yang memang dirancang khusus bagi diagnosis penyakit hati.
Dengan begitu, kata dia, tenaga kesehatan profesional dapat memposisikan probe dengan lebih tepat dan mengoptimalkan penilaian kekakuan dan steatosis hati. Selain itu juga, alat ini memiliki berbagai fitur unggulan dengan akurasi tinggi lainnya untuk memajukan solusi kesehatan hati non-invasif melalui inovasi dan presisi.
“Dengan prevalensi penyakit hati yang terus meningkat, terutama akibat faktor gaya hidup dan kondisi medis tertentu, kehadiran teknologi diagnostik ini diharapkan menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan nasional,” harap dia.
