Jakarta, TopBusiness—BPR Kerta Raharja Gemilang (Serang, Kabupaten Tangerang) menerapkan GRC. Manajemen BPR tersebut pun berpandangan bahwa GRC berhubungan dengan sustainable business.
“Penerapan tata kelola perusahaan yang baik dengan prinsip penerapan yang transparan, akuntabel, bertanggungjawab,
berintegritas, dan wajar, dapat meningkatkan kinerja kami,” kata Direktur SDM, Umum, dan Kepatuhan BPR Kerta Raharja Gemilang, Deni Setia Wahyudi.
Ia mengatakan hal itu dalam presentasi untuk Dewan Juri Top GRC Awards 2025 (4/9/2025).
Melalui penerapan tata kelola perusahaan yang baik, terbentuklah sistem kerja yang jelas, terukur, tidak tumpang tindih, menghindari adanya benturan kepentingan, dan terarah.
“Hingga, muncullah kenaikan kepercayaan seluruh pihak terkait yang berkepentingan,” kata dia.
“Dengan tingkat kepercayaan dari stakeholders yang baik maka kinerja kami dapat meningkat,” ia menjelaskan lagi.
Deni memberikan contoh hal itu dalam hal proses penyaluran kredit. Di situ, ada pemisahan setiap fungsi pada setiap tahap pencairan kredit. Itu dimulai dari petugas yang memasarkan produk oleh staf pemasaran kredit (di bawah kepala seksi pemasaran kredit).
Lantas, ada pemeriksaan berkas dan analisis kredit yang dilakukan oleh staf analis kredit (di bawah kepala seksi supervisi kredit).
Selanjutnya, keputusan kredit diambil oleh Komite Kredit BPR Kerta Raharja Gemilang. Komite ini beranggotakan pimpinan cabang dan dua kepala seksi, dengan batasan kewenangan tertentu.
Adapun administrasi kredit dan arsip berkas kredit dilakukan oleh staf admin kredit (di bawah kepala seksi administrasi dan pelayanan).
Keputusan untuk plafon pinjaman tertentu ditetapkan oleh Komite Kredit Kantor Pusat. Dan ada review/opini dari Satker Manajemen Risiko dan Kepatuhan BPR Kerta Raharja Gemilang.
Pasca-pencairan kredit, pemantauan pembayaran angsuran kredit dilaksanakan oleh staf pemasaran kredit. “Proses yang telah berjalan tersebut, diharapkan dapat meminimalisir terjadinya risiko kredit dan risiko operasional,” ia menjelaskan lagi.
Manajemen Risiko
Selanjutnya, Deni pun memaparkan implementasi manajemen risiko di BPR tersebut. Dalam hal itu, ada identifikasi risk profile .
Untuk mengidentifikasi seluruh jenis risiko yang melekat pada setiap aktivitas fungsional yang berpotensi merugikan bank tersebut, ada hal yang
perlu diperhatikan dalam menerapkan identifikasi risiko.
Itu antara lain: bersifat proaktif; mencakup seluruh aktivitas fungsional (kegiatan operational); menggabungkan dan menganalisa informasi risiko dari seluruh sumber informasi yang tersedia. “Kami juga menganalisis probabilitas timbulnya risiko serta konsekuensinya.”
BPR Kerta Raharja Gemilang pun telah menerapkan three lines of defence. Penerapan three lines of defence itu melalui sisitem pengendalian internal. Lini pertama adalah bagian operasional. Lini kedua adalah satuan kerja manajemen risiko dan kepatuhan.
“Sedangkan lini ketiga adalah satuan kerja audit internal,” kata dia.
