Jakarta, TopBusiness – PT Wijaya Karya Beton Tbk (WIKA Beton), anak usaha BUMN di sektor pracetak beton, menegaskan komitmen penuh terhadap penguatan tata kelola perusahaan melalui implementasi menyeluruh sistem Governance, Risk, and Compliance (GRC). Hal ini terungkap dalam sesi wawancara penjurian GRC Award 2025 yang dihadiri langsung oleh Direksi dan Komisaris.
Direktur Utama WIKA Beton, Kuntjara, menegarkan bahwa seluruh jajaran direksi dan komisaris selalu hadir secara penuh dalam rapat-rapat penting, mencerminkan keseriusan dalam menjaga kualitas pengawasan dan pengambilan keputusan.
“Alhamdulillah, Pak. Hadir semua, Pak. Jadi bisa dibilang baik yang dilakukan oleh komisaris maupun direksi itu kehadirannya 100%. Tahun ini kami terus berubah ya. Artinya dalam pemaparan sekarang ini ada yang berbeda dari yang lalu,” ungkapnya dalam wawancara penjurian TOP GRC Awards 2025 secara daring, Kamis (7/8/2025).
“Berbedanya karena lebih baik, Pak, gitu kan. Karena kami juga melakukan improvement-improvement. ada berapa pencapaian-pencapaian yang kami dapatkan,” lanjut Kuntjara.
Turut hadir dalam acara tersebut seperti Komisaris Utama, Wilan Oktavian dan jajaran direksi seperti, Direktur Keuangan, HC dan Manajemen Risiko, Syailendra Ogan; Sekretaris Perusahaan, Yushadi; Kepala Divisi Legal dan Manajemen Risiko, Rendi; dan beberapa anggota komite komisaris.
Masih menurut Kuntjara, WIKA Beton menekankan penggunaan pendekatan Tata Kelola Terintegrasi (TKT) yang menghubungkan semua elemen manajemen strategis dengan sistem pengawasan risiko dan kepatuhan. Komite-komite pengawas juga berfungsi aktif dalam setiap proses evaluasi kegiatan usaha.
“Dalam penerapan TKT atau Tata Kelola Terintegrasi, kami membangun framework yang menghubungkan setiap aspek strategi bisnis dengan aspek tata kelola, risiko, dan kepatuhan. Setiap program kerja yang dibuat oleh unit bisnis harus melalui asesmen risiko, serta ada pengawasan dari komite yang relevan.” Bebernya.
Perusahaan juga menjalankan sistem Whistle Blowing System (WBS) berbasis digital yang dijalankan secara profesional oleh pihak ketiga. Dengan sistem ini, pelapor dapat menyampaikan laporan secara anonim tanpa takut akan pembalasan.
“Pelapor bisa menyampaikan laporan tanpa identitas dan kami menggunakan pihak ketiga untuk menangani platform tersebut. Setelah laporan masuk, tim FKAP akan melakukan asesmen awal. Jika dinilai valid, maka akan dilakukan investigasi internal.” Paparnya saat sesi pendalaman.
Pilar Inovasi Digital
Tak hanya mengandalkan struktur tata kelola konvensional, WIKA Beton juga menyajikan transformasi digital sebagai alat untuk memperkuat kontrol dan efisiensi bisnis. Salah satu andalannya adalah sistem dashboard digital yang memuat indikator utama perusahaan dan dapat diakses real-time oleh Direksi dan Dewan Komisaris.
“Dashboard kami memiliki beberapa indikator kinerja utama, di antaranya adalah: Financial performance (Revenue, Net Profit, Operating Margin), KPI divisi dan anak perusahaan, status proyek, risiko utama, dan progres implementasi SAP dan digitalisasi,” jelasnya sambil menampilkan dashboard di hadapan layer juri.
Sistem ini memungkinkan pemantauan menyeluruh atas seluruh lini bisnis, termasuk pengawasan proyek dan risiko-risiko strategis.
Lebih jauh, WIKA Beton juga telah menerapkan Artificial Intelligence (AI) untuk predictive maintenance serta monitoring kualitas lingkungan di fasilitas produksi.
“Kalau misalnya ada perubahan kualitas udara yang di bawah standar, sistem akan memberi alert secara otomatis. Begitu juga dengan lighting yang tidak efisien, akan disarankan otomatis untuk dioptimalkan,” ujarnya.
Perusahaan juga mengelola Big Data untuk pengambilan keputusan strategis terkait rantai pasok, produksi, dan penjualan. Seluruh proses ini dipusatkan dalam satu sistem yang digunakan secara konsisten hingga ke anak-anak usaha.
“Jadi semua proses pengadaan yang ada di anak usaha wajib menggunakan sistem pusat. Sehingga dari sisi governance dan compliance tetap terjaga secara terpusat,” ungkapnya.
Dengan kombinasi antara governance yang disiplin, sistem pelaporan yang kredibel, serta transformasi digital berbasis AI dan data, WIKA Beton tampil sebagai salah satu entitas BUMN yang berhasil menjadikan GRC bukan sekadar simbol, tapi alat nyata untuk menciptakan bisnis yang berkelanjutan, transparan, dan adaptif terhadap tantangan zaman.
