Jakarta, TopBusiness—Mencatatkan kerugian bersih senilai Rp3 miiar, PT Falmaco Nonwoven Industri, Tbk., menyiapkan langkah-langkah strategis untuk memercepat pencapaian break-even point.
Direktur Falmaco Nonwoven Industri, Andre Rajasa, mengatakan bahwa salah satu langkah itu adalah efisiensi biaya dan operasional. ”Hal itu dengan optimalisasi struktur organisasi, pengendalian tenaga kerja, serta negosiasi biaya dengan pemasok dan mitra distribusi,” kata dia dalam keterbukaan informasi untuk bursa saham (7/9/2025).
Langkah berikutnya adalan meningkatkan penjualan dengan fokus pada produk nonwoven bernilai tambah tinggi, perluasan kerjasama dengan distributor alat kesehatan, serta penetrasi pasar untuk memerkuat basis pendapatan.
Langkah ketiga adalah penguatan likuiditas dan modal kerja dengan memercepat penagihan piutang, mengelola persediaan secara lebih ketat, serta mengoptimalkan siklus kas.
“Target kinerja kami adalah mencapai break-even pada kuartal IV 2025 dan secara berkelanjutan mencatatkan laba mulai tahun 2026,” ucap Andre.
