Jakarta, TopBusiness—Equity Analyst Indo Premier Sekuritas (Ipot), Hari Rachmansyah, pagi ini memberikan rekomendasi mingguan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Dalam riset yang diterima pagi ini oleh Majalah TopBusiness, Hari mengatakan, berbicara tentang potensi market pada pekan ini 15-19 September 2025, pasar akan fokus pada keputusan suku bunga The Fed yang mungkin akan lebih lunak, karena data ketenagakerjaan AS melemah.
Jika The Fed memangkas suku bunga, Dolar AS dapat melemah yang berpotensi menarik modal kembali ke pasar negara berkembang dan mendorong kenaikan harga emas.
“Di sisi lain, kebijakan domestik seperti penempatan dana Rp200 triliun oleh Kementerian Keuangan di bank BUMN diperkirakan akan menjadi pendorong positif bagi sektor perbankan, membantu meningkatkan likuiditas dan penyaluran kredit,” ia menganalisis.
Merespons dinamika pasar ini, ia merekomendasikan tiga saham dan satu reksadana ini.
- Buy BBTN (Entry: 1410, Target Price (TP): 1545 dan Stop Loss (SL): 1350). Sektor perbankan berpotensi memperoleh katalis positif pada pekan depan, seiring kebijakan pemerintah terkait penempatan dana di bank-bank BUMN. Khususnya, saham BBTN menunjukkan tren uptrend setelah pada perdagangan Jumat lalu mencatat penguatan sebesar 4%. Pergerakan ini mengindikasikan potensi lanjutan kenaikan
- Buy MDKA (Entry: 2530, Target Price (TP): 2910 dan Stop Loss (SL): 2390). Sektor emas diproyeksikan masih berpotensi melanjutkan penguatan pada pekan depan, sejalan dengan tren harga emas global. Saham MDKA dapat menjadi salah satu pilihan menarik, didukung sentimen kenaikan harga emas serta rencana IPO anak usahanya EMAS.
- Buy BSDE (Entry: 1095, Target Price (TP): 1235, Stop Loss (SL): 1035). Sektor real estate berpotensi memperoleh sentimen positif dari kebijakan pemerintah yang menempatkan dana Rp200 triliun di perbankan, sehingga memberikan ruang lebih luas bagi penyaluran kredit, termasuk ke sektor properti, dengan potensi bunga yang lebih kompetitif. Saham BSDE dapat menjadi pilihan pekan ini, didukung sentimen tersebut serta komitmen perseroan dalam mengalokasikan belanja modal sebesar Rp3-4 triliun sepanjang 2025, di mana hingga paruh pertama telah terealisasi Rp2,2 triliun. Investor dapat mempertimbangkan BSDE.
- Buy Reksa Dana Saham Premier ETF Indonesia State-Owned Companies (XISC) di IPOT Fund. Power Fund Series (PFS) XISC yang fokus pada saham-saham BUMN ini mencatatkan kinerja impresif dengan return year-to-date sebesar +13,29%. Dengan dukungan kebijakan pemerintah yang menitikberatkan pada penguatan aktivitas ekonomi nasional, emiten BUMN diproyeksikan tetap berada di garis terdepan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.
