TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

PGEO Tegaskan Siap Bangun Ekosistem Panas Bumi di Indonesia di Ajang IIGCE 2025

Busthomi
19 September 2025 | 10:57
rubrik: Ekonomi
PGEO Tegaskan Siap Bangun Ekosistem Panas Bumi di Indonesia di Ajang IIGCE 2025

FOTO: Dok PGEO

Jakarta, TopBusiness – Ajang tahunan terbesar industri panas bumi, The 11th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2025, kembali digelar di Jakarta pada Rabu (17/9/2025).

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) berpartisipasi untuk meneguhkan komitmennya dalam mendukung swasembada dan ketahanan energi nasional.

Pembukaan IIGCE 2025 yang dilaksanakan di Jakarta International Convention Center (JICC) turut dihadiri sejumlah tokoh penting, termasuk Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu, Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Prof. Dr. Eng. Eniya Listiani Dewi, B.Eng., M.Eng., IPU, serta jajaran tokoh lainnya.

Ajang ini menjadi forum bagi pemerintah, asosiasi, dan pelaku usaha untuk membahas pengembangan potensi serta berbagi praktik terbaik dalam pengelolaan panas bumi.

Pada kesempatan ini, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa energi terbarukan saat ini dibutuhkan secara global, karena semakin banyak industri yang memprioritaskan produk ramah lingkungan.

“Nantinya, panas bumi itu tidak hanya disuplai untuk konsumsi rumah tangga, tetapi akan menjadi konsumsi industri mulai dari hilir hingga hulu sehingga permintaannya akan semakin besar lagi. Pemerintah secara konsisten berkomitmen untuk mendukung energi baru terbarukan yang tertuang dalam RUPTL 2025–2034, di mana porsi EBT meningkat menjadi 69,5 gigawatt (GW),” ujarnya.

Selaras dengan agenda tersebut, Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Prof. Dr. Eng. Eniya Listiani Dewi, B.Eng., M.Eng., IPU mengatakan bahwa pemerintah telah berhasil mempercepat proses perizinan panas bumi.

“Perizinan yang tadinya 1,5 tahun sudah kita percepat menjadi hanya 7 hari melalui Online Single Submission (OSS). Dalam 5 tahun ini, kita berharap mempercepat dan menambah kapasitas 1GW, sehingga pemanfaatan panas bumi Indonesia menjadi nomor satu di dunia. Dengan semua sumber daya yang ada, kita juga dapat menjadi tempat belajar bagi negara-negara lain,” ungkapnya.

BACA JUGA:   PT TWC Optimistis Bandara NYIA Dongkrak Kunjungan Wisatawan Hingga 2 Juta Orang

Ciptakan Nilai Tambah

Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Julfi Hadi menekankan ajang IIGCE menjadi kesempatan bagi PGE untuk membuka diskusi mengenai peluang bisnis panas bumi di luar kelistrikan (off-grid).

“Analisis kami menunjukkan potensi komersial yang tinggi dalam bisnis off-grid, termasuk green hydrogen dan green ammonia yang pasar domestiknya diprediksi akan tumbuh signifikan di 2030. Hal ini menjadi kesempatan yang penting untuk ditangkap oleh PGE,” ujar Julfi, dikutip Jumat (19/9/2025).

Faktor ini yang kemudian melandasi strategi beyond electricity PGE.“Saat ini kami sedang mempersiapkan ekosistem green hydrogen. Di Indonesia, Pertamina menjadi satu-satunya yang memiliki rantai proses end-to-end, mulai dari panas bumi, elektrolisis, infrastruktur midstream, hingga offtaker,” tambahnya.

Tetap Fokus Capai Target 1 GW

PGE fokus dalam mewujudkan target 1 GW dalam 2–3 tahun ke depan dan 1,7 GW pada 2034. Sejalan dengan itu, PGE juga telah mengidentifikasi potensi panas bumi hingga 3 GW dari 10 Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) yang dikelola secara mandiri.

“Angka ini bukan sekadar data teknis, tetapi cerminan dari besarnya peluang yang dimiliki Indonesia untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Lebih dari itu, potensi ini dapat menjadi motor penggerak transisi menuju energi bersih,” jelas Julfi.

Melalui gelaran yang berlangsung pada 17–19 September ini, PGE siap berperan aktif dalam membahas strategi penguatan industri panas bumi.

“Beroperasinya PLTP Lumut Balai Unit 2, proyek eksplorasi (greenfield) Gunung Tiga, groundbreaking pilot project green hydrogen (hidrogen hijau) Ulubelu, serta pengembangan proyek lainnya menjadi bukti nyata komitmen kami dalam mengoptimalkan pemanfaatan panas bumi,” kata Julfi.

Setelah beroperasi penuh pada Juni lalu, PLTP Lumut Balai Unit 2 berkapasitas 55 megawatt (MW) telah diresmikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

BACA JUGA:   Payung Hukum PLTS Pacu EBT

Sebagai pionir pengembangan energi panas bumi di Indonesia dengan pengalaman lebih dari 40 tahun, PGE  saat ini mengelola kapasitas terpasang sebesar 727 MW dari enam wilayah operasi. PGE juga tengah mengembangkan sejumlah proyek strategis seperti PLTP Hululais Unit 1 & 2 (110 MW), serta beberapa proyek co-generation dengan total kapasitas 230 MW.

IIGCE 2025 merupakan rangkaian acara yang diselenggarakan oleh Asosiasi Panasbumi Indonesia (API/INAGA) dengan dukungan Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM. Tahun ini, IIGCE mengusung tema “Fostering Collaboration for a Green Economy in Indonesia: The Role of Geothermal Energy in Sustainable Growth.”

Tags: ekosistem panas bumiIIGCE 2025panas bumiPGEOPT Pertamina Geothermal Energy Tbk
Previous Post

Hutama Karya Gandeng Media Jambi Perkuat Diseminasi Informasi Publik

Next Post

Dukung Program DKI dan Kementerian PU, Hutama Karya Sediakan Jalur Alternatif di GT Fatmawati 2

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR