Jakarta — Bank Indonesia menilai bahwa, saat ini, kondisi pasar valas Indonesia sudah jauh lebih efisien. Dan Bank Indonesia selalu memerhatikan pergerakan nilai tukar Rupiah terhadap USD. “Kalau sekarang ada gejolak dan nilai tukar Rupiah mendekati Rp 12.000, itu masih dalam batas-batas yang stabilitasnya kita yakini,” kata Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo, di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, hari ini, usai salat jumat.
Masyarakat, ia mengatakan, tidak perlu kuatir atas gejolak nilai tukar Rupiah itu. Hanya saja, memang ada pengaruh kondisi akhir bulan ataupun tahun ke nilai tukar Rupiah.
Sementara itu, masih banyak eksportir ataupun pelaku usaha yang belum mau melepas valas secara normal. “Padahal sekarang tidak ada kondisi abnormal,” kata Agus.
Semua komponen masyarakat perli mengoreksi diri terkait nilai tukar tersebut. Antara lain memertanyakan, apakah valas yang dibeli sesuai kebutuhan atau berlebihan? Dan apakah kebutuhan valas untuk April tahun 2014 harus dibeli sedari sekarang? “Gejolak Rupiah sekarang ini bersifat situasional,” ia berkata. (DHIT)
