Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga sesi penutupan perdagangan berpotensi menguat hari ini.
Melalui website samuel.co.id, daily report Samuel Sekuritas Indonesia, Senin (29/9/2025) awal pekan, memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Menguat Hari Ini.
Pasar saham AS ditutup menguat pada Jumat (26/9). Dow +0,65%, S&P 500 +0,59%, Nasdaq +0,44%. Pasar AS ditutup menguat didorong oleh data PCE yang sejalan dengan konsensus, memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga lebih lanjut. Yield UST 10Y menguat 0,41% (+0,017 bps) ke 4,187%, dan USD Index turun 0,41% ke 98,2.
Pasar komoditas bergerak mayoritas menguat Jumat kemarin (26/9). Harga minyak WTI +1,14% ke level USD 65,72/bbl, harga minyak Brent +1,45% ke level USD 70,13/bbl, harga batubara +1,29% di level USD 106,5/ton, dan CPO -0,99% ke level MYR 4.396. Harga emas terpantau menguat 0,64% ke level USD 3.760/oz.
Bursa Asia ditutup mayoritas melemah Jumat kemarin (26/9). Kospi -2,45%, Hang Seng -1,35, Nikkei -0,87% dan Shanghai -0,65%.
IHSG ditutup menguat 0,73% ke level 8.099,3. Investor asing mencatatkan keseluruhan net buy sebesar Rp 583 miliar. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net buy Rp 260,1 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net buy asing Rp 322,9 miliar. Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan MBMA (Rp 128,7 miliar), BUMI (Rp 120,9 miliar), dan PTRO (Rp 103 miliar). Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh BBCA (Rp 268,4 miliar), BBRI (Rp 56,5 miliar), dan ANTM (Rp 40,5 miliar). Top leading movers emiten BRPT, MBMA, BREN, sementara top lagging movers emiten DSSA, BBCA, BBRI.
Pagi ini, Kospi tercatat menguat 0,91%, sementara Nikkei mencatatkan pelemahan 0,45%. “Kami memperkirakan IHSG bergerak menguat, didorong sentimen positif pasar AS,” demikian sebagaimana dikutip.
