TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Berkat HCMS, BTN Telah Terbukti Jadi Rumah Talenta Terbaik Indonesia

Fauzi
2 October 2025 | 14:31
rubrik: Event, HC
Berkat HCMS, BTN Telah Terbukti Jadi Rumah Talenta Terbaik Indonesia

FOTO: TopBusiness

Jakarta, TopBusiness – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (IDX: BBTN) atau yang dikenal dengan singkatan Bank BTN kembali menjadi kandidat peraih TOP Human Capital (HC) Awards 2025. Untuk keperluan penilaian, BTN telah menyelesaikan sesi penjurian yang digelar Majalah TopBusiness secara daring, Jumat (26/9/2025). 

“Tema yang kami paparkan pada kesempatan kali ini adalah ‘Speeding Up The Transformation Marathon with Human capital as a Strategic Partner’. Dan kami akan fokus ‘The Role of Talent Mobility and HCMS as Strategic Business Partner’,” ungkap Rahmayati, Head of HC Management Division BTN di awal paparannya di hadapan dewan juri.

Seiring dengan tema yang diangkat, BTN menegaskan bahwa peran Human Capital (HC) kini menjadi pendorong utama keberhasilan transformasi jangka panjang.

“Dan memang dari tema ini kita pasti semua sebagai antusias HC sangat memahami bahwa mobilitas talent (talent mobility) dan HC Management System ini adalah fuel (pendorong utama) transformasi bisnis dan ini juga terjadi di BTN,” ujar Rahmayati.

Sejak 2025, BTN telah menetapkan visi jangka menengah sebagai Leading Partner in Empowering the Financial of Indonesian Families. Visi tersebut dijabarkan ke dalam lima misi strategis, mulai dari menjadi mitra utama pemerintah dalam inklusi perumahan dan keuangan, memberikan pengalaman nasabah terbaik berbasis digital, hingga menjadi rumah bagi talenta terbaik di Indonesia.

“Kami ingin memastikan bahwa BTN bukan hanya tempat bekerja, tetapi juga tempat bertumbuh bagi insan-insan terbaik bangsa,” tambah Rahmayati.

Sedikit mengulas performa bisnis perusahaan, Rahmayati mengatakan bahwa dari sisi asset, BTN telah tumbuh dari Rp470 triliun pada 2024 menjadi lebih dari Rp500 triliun saat ini.

“Kemudian terkait dengan pengelolaan kredit maupun dana pihak ketiga di 2024 juga tumbuh baik, sangat baik, cukup baik. Kemudian kualitas kredit juga walaupun sedikit naik, tapi tetap terkelola dengan sangat baik. Di sisi lain, loan at risk kami juga menunjukkan perbaikan yang terus-menerus di 2024 menjadi 19,65% atau 1,45% year on year secara pertumbuhan. Dan demikian juga untuk fee based income tumbuh di tahun 2024,” ungkap Rahmayati.

BACA JUGA:   Berkinerja Sehat, Bank Bantul Sukses Tekan NPL dan Kuasai Pangsa Pasar

“Angka-angka ini tentu mencerminkan bagaimana kinerja solid BTN di semua aspek keuangan yang mencerminkan bahwa BTN tetap dan terus memiliki competitiveness, daya saing, dan manajemen risiko yang efektif untuk pengelolaan bisnis di segala area,” tambahnya.

Tak hanya fokus pada pertumbuhan bisnis, BTN juga melakukan investasi besar dalam pengembangan SDM. Jumlah pegawai meningkat dari 12.045 menjadi 12.847, sejalan dengan pertumbuhan pendapatan. BTN juga mencatatkan penurunan voluntary turnover dari 203 menjadi 160 pegawai pada 2024. Hal ini menunjukkan tingkat keterikatan karyawan yang lebih baik.

“Kami tidak hanya berinvestasi dalam pembelajaran, tetapi juga dalam sistem remunerasi yang kompetitif di semua level organisasi,” ungkap Rahmayati.

Talenta Terbaik

Turut hadir dalam sesi penjurian ini, Head of HC Strategy BTN, Aldo Bimantoro, mengungkap terkait bagaimana system thinking perusahaan dalam membangung HCMS (Human Capital Management System) yang baik.

“Kata kuncinya adalah linkage. Bisnisnya harus top, dan human capital-nya juga harus top. Maka kita bangun sistem yang menyatukan keduanya,” ujar Aldo.

BTN merancang strategi HCMS berbasis systems thinking dengan tiga sumber data utama: evaluasi roadmap human capital sebelumnya, gap analysis dari Human Capital Maturity Assessment, serta aspirasi dan keluhan pegawai yang ditangkap melalui employee engagement survey dan forum diskusi internal. Strategi ini kemudian disusun melalui proses diagnostik, pengembangan, dan penyelarasan.

Aldo menjelaskan, HCMS BTN berdiri di atas lima pilar utama: Talent Magnet, Employee Productivity, Talent & Leadership Development, Employee Wellbeing, serta Operational Excellence berbasis teknologi. Salah satu terobosan penting adalah penggunaan AI generatif berbasis agentic AI dalam penyusunan rencana pengembangan individu (IDP).

“Kami sudah mengadopsi ChatGPT untuk membantu karyawan menyusun rencana karier dan pelatihan. Ini semua berbasis cloud dan sudah kami ajukan ke OJK. BTN menjadi pelopor di perbankan untuk hal ini,” kata Aldo.

BACA JUGA:   Ini Peran HC dalam Pencapaian Bisnis Bank BPR Sumsel

Dalam hal produktivitas, BTN mulai menerapkan sistem remunerasi yang berbasis kinerja individual dan diskresi pimpinan. “Tidak ada lagi sistem sama rata, sama rasa. Setiap kontribusi pegawai harus dihargai sesuai keunikannya,” tegas Aldo lagi.

Dengan strategi ini, BTN berharap mampu melahirkan BTNers yang prominent, produktif, dan prosperous, sejalan dengan arah transformasi korporat yang berkelanjutan.

“Jadi, kita buat satu framework, di mana kita mencanangkan BTN itu sebagai salah satu rumah bagi talent-talent terbaik Indonesia. Rumah terbaiknya seperti apa, kita harus memiliki dynamic workplace yang penuh dengan talent-talent yang produktif, prominent, dan prosperous tentunya. Itu juga harus didukung dengan global mindset karena saat ini dan ke depan pasti kita harus aware dan juga mengkoneksikan strategi kita dengan apa yang terjadi di aspek makro termasuk global,” jelas Aldo.

Selaras dengan itu, Dina Linarti, Head of HC Business Partner Division BTN, mengungkap terkait peran HCBP (Humman Capital Business Partner) di perusahaan. Dina mengatakan bahwa BTN terus HCBP yang merupakan bagian dari sepuluh inisiatif utama BTN, yang salah satunya menekankan pentingnya peningkatan produktivitas melalui pengelolaan SDM yang lebih efektif dan terintegrasi.

Dina menjelaskan bahwa transformasi fungsi HCBP bukan sekadar restrukturisasi, tetapi jawaban atas dinamika bisnis yang makin kompleks. Setidaknya, ada empat peran HCBP yang harus dijalankan.

Yang pertama, sebagai Business Partner, di mana tim di HCBP harus memiliki kapabilitas untuk memahami strategi sebagai pendukung bisnis, serta harus mampu mengintegrasikan talent serta resource yang ada untuk tadi mencapai kinerja perusahaan.

Kedua, sebagai Performance Activator. “Di sini memang kita akan banyak bicara terkait dengan kualitas dari talenta kita juga, di mana di sini ada hal-hal yang harus kita kerjakan, integrasi prosesnya dari pengembangan skill dan juga talent matching-nya seperti apa,” tandas Dina.

Sebagaimana diketahui bahwa salah satu peran HCBP adalah menempatkan orang sesuai dengan passion, sesuai dengan kapabilitas dan sebagainya, sehingga kita melakukan profile talent matching seperti apa. “Sehingga talent-talent yang misalnya dia memang menguasai sales, kita akan tempatkan juga di unit kerjanya, begitu juga untuk yang talent-talent lainnya,” ujar Dina.

BACA JUGA:   Top! BTN Syariah Dianugerahi The Best Islamic Project Finance House 2023 dari Euromoney

Kemudian peran yang ketiga adalah terkait dengan Architect of the Future. Ini terkait dengan pengelolaan talenta.

“Sebagaimana diketahui bersama bahwa kami berkomitmen untuk mempunyai talenta yang unggul, sehingga HCBP punya peran besar di situ, termasuk ketika nanti, tadi di awal disampaikan bahwa BTN ingin semuanya di-provide secara digital dan high-tech, maka kita juga melakukan pengembangan talenta kita sesuai dengan kapabilitas yang dibutuhkan,” jelas Dina.

Kemudian peran yang berikutnya, HCBP juga harus menciptakan HR Leader, di mana selain sebagai Business Leader juga harus bisa menjadi HR Leader. “Nah di sini, seluruh tahapan siklus HC, kami akan berperan dalam masing-masing tahapan tersebut,” papar Dina.

Adapun framework yang dipakai untuk melakukan talent development teridi dari empat langkah, antara lain bagaimana mengidentifikasi talent, melakukan talent profiling, melakukan pengembangan talent sesuai dengan kebutuhannya, serta memonitor talent. “Dan salah satunya, metode untuk melakukan talent development adalah bentuk-bentuk penugasan talent mobility,” ungkap Dina.

Turut memberikan pemaparan di hadapan dewan juri, Ade Surya Lesmana, Head of Learning Management Division, mengatakan bahwa seluruh kegiatan learning (pelatihan) di BTN harus juga align (selaras) dengan apa ingin dicapai oleh bisnis. Untuk itu, BTN telah membentuk akademi-akademi yang mampu mendorong pertumbuhan bisnis.

Ade juga mengatakan bahwa di tahun yang akan datang perusahaan juga terus melakukan penyesuaian di Corpu (Corporat University). Dikatakan Ade, BTN tengah menyiapkan dua kampus di Depok dan Bandung, serta akan menambahkan Learning Center Manager Area sebagai contoh.

“Ke depan tentunya kami akan terus berbenah juga, lebih memfokuskan di talent management dan leadership nanti kemungkinan besar akan coba kami sesuaikan juga tentunya melihat perkembangan yang ada,” tutup Ade.

Editor: Busthomi

Tags: PT Bank Tabungan Negara (Persero) TbkTOP HC Awards 2025
Previous Post

Indonesia Didorong Jadi Hub Aset Kripto di Pasar ASEAN, CFX Sarankan Ini di TOKEN2049

Next Post

Ini Perangkat Lunak yang Iritkan Energi Gedung

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR