Jakarta, TopBusiness—Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bertekad untuk terus mencetak sumber daya manusia (SDM) industri yang unggul dan berdaya saing melalui penyelenggaraan pendidikan vokasi industri. Tahun ini, minat masyarakat terhadap pendidikan vokasi di lingkungan Kemenperin menunjukkan peningkatan signifikan.
“Animo pendaftar pada tahun ajaran 2025 mencapai rasio 1:18,2 atau naik 21,33 persen dibandingkan tahun 2024 yang hanya sebesar 1:15,” kata Menteri Perindustrian RI (Menperin), Agus Kartasasmita, hari ini melalui keterangan resmi.
Ia menyampaikan, tren positif ini menjadi indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap mutu pendidikan vokasi industri yang diselenggarakan oleh Kemenperin.
SDM industri yang unggul adalah SDM yang mampu berkompetisi di kancah global. Kenaikan animo pendaftar ini menunjukkan semakin tingginya kesadaran generasi muda bahwa pendidikan vokasi adalah jalan strategis untuk berkontribusi dalam pembangunan industri nasional.
Menperin menegaskan, penguatan sektor pendidikan vokasi menjadi bagian penting dalam agenda pembangunan industri nasional. Melalui pendidikan vokasi yang terintegrasi dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), lulusan tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu berinovasi dan menjadi motor penggerak industri.
“Kami terus memerkuat sinergi antara pemerintah, dunia industri, dan lembaga pendidikan agar kebutuhan tenaga kerja industri dapat terpenuhi dengan baik, sesuai tuntutan era transformasi industri,” tegasnya.
Berdasarkan data Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin, total sebanyak 82.655 pendaftar tercatat mengikuti seleksi penerimaan peserta didik baru di 11 Politeknik dan 2 Akademi Komunitas di bawah binaan Kemenperin. Kenaikan animo ini terjadi secara merata di seluruh satuan pendidikan, bahkan beberapa unit mencatat lonjakan di atas rata-rata nasional.
