Jakarta, BusinessNews Indonesia—Direktur Utama Pertamina Hulu Indonesia, Bambang Manumayoso, mengatakan bahwa eks pekerja Total E&P Indonesia di Blok Mahakam, sudah menandatangani perjanjian kerja dengan pihaknya.
“Jumlah eks pekerja Total E&P yang tanda tangan kontrak kerja dengan kami, sudah 98,23%,” kata Bambang dalam keterangan pers yang dikeluarkan di Jakarta (27/12/2017).
Dukungan dari pekerja lama yang sudah mendekati 100% itu, dia berkata, menjadi bukti kesiapan Pertamina mengelola Blok Mahakam.
Meski dikelola perusahaan asing selama kurun waktu 50 tahun, sebagian besar pekerja di blok penghasil gas terbesar tersebut adalah warga negara Indonesia. Mereka adalah orang Indonesia asli, yang bekerja di perusahaan asing untuk mengelola Blok Mahakam.
“Kemampuan anak negeri tidak perlu dipertanyakan lagi, karena itu peralihan status tidak menjadi masalah bagi mereka,” jelas Bambang.
Mulai 1 Januari 2018, Blok Mahakam di Kalimantan Timur, yang telah dikelola Total E&P selama 50 tahun, akan dioperasikan Pertamina.
Pengelolaan ini menjadi tonggak penting mengingat Blok Mahakam adalah produsen migas terbesar di Indonesia saat ini, dengan melampaui produksi kontraktor kontrak kerja sama asing seperti Chevron Pacific Indonesia dan ExxonMobil Oil Indonesia.
“Dari Blok Mahakam, Pertamina diperkirakan akan memberikan tambahan kontribusi sekitar 34% dari total produksi migas secara nasional,” Bambang berkata.
