Jakarta, TopBusiness – PT Pertamina Hulu Energi alias PHE meningkatkan produktivitas dengan memompa talenta-talenta agar melebihi standar sehingga bisa bersaing di tingkat global.
Ditegaskan Eri Sulistyo Sutikno selaku Direktur SDM & Penunjang Bisnis, human capital PHE siap membangun sumber daya manusia yang berkompetensi tinggi. “Baik standar dalam negeri bahkan di tingkat global”, tegasnya kepada Dewan Juri TOP Human Capital Awards 2025, secara online melalui aplikasi rapat zoom, di Jakarta Rabu (8/10/2025) kemarin.
Sebagaimana diketahui, PHE merupakan perusahaan sub holding hulu migas ini atau upstream dengan menjadi induk dari delapan anak perusahaan hulu migas. Seperti, PT Pertamina Hulu Rokan, PT Pertamina EP, PT Pertamina Hulu Indonesia, PT Pertamina EP CEPU, PT Pertamina Internasional EP, PT Pertamina Driling Services Indonesia, PT Elnusa Tbk, dan PT Badak NGL.
Sebagai perusahaan migas milik negera yang langsung mencari sumber daya migas di daerah on shore maupun offshore, maka kontribusi human capital yang berkompeten dan profesional sangat mutlak keberadaannya.
HC merupakan aset yang sangat besar. Komponen HC sangat menentukan sukses atau tidaknya sebuah organisasi bisnis dan produknya yang sangat menentukan pangsa pasar di segmen dalam negeri bahkan pentas global.
Menurut Eri, PHE dalam membangun HC yang unggul, maka perlu pembangunan planning human capital management system (HCMS) . Di dalamnya juga tercover dalam pembangunan organization & governance, talent management, corporate culture, digitalized HC & analitics. “Ini tergabung dalam HC SHU Strategic Plan 2025. Dalam sistem HCMS, ini sudah terprogram keseluruhan dari strategi bisnis upstream, dan HC holding strategic priority 2024-2034,” ucap dia.
Di HCMS, tentunya, dalam membangun organization development dan culture dan change management adalah mendorong HC yang andal dan memiliki daya saing, profesionalitas. “Ini tentunya dilakukan dengan berbagai tahapan seperti, leadership development, AOC development, living core values, dan change mangement,” ujar Eri.
Dikatakan Eri, dalam talent management di PHE terdapat mandatory competency, upstream academy, tugas belajar dan pendidikan swadana, mandatory certifikation, tech competency upskling, hingga leadership development program. “Dan telah terialisasi pelatihan sebanyak 20.666 pekerja dengan perincian 130 general, 6.659 HSSE, 13.877 tecnikal, 376 leadership,” sebut dia.
PHE melakukan ekslorasi dan produksi hingga pengilangan migas dalam negeri dan pengiriman hasil migas dengan akses pemipaan, serta pengapalan yang distribusikan ke seluruh penguna industri, pembangkit listrik dan suplai ke seluruh penguna terdepan yaitu masyarakat luas.
PHE sebagai entitas bisnis terintegrasi dari hulu hingga hilir. Di industri hulu migas menjadi padat modal, padat teknologi dan tidak kalah pentingnya yaitu padat keunggulan SDM.
Atas upaya HC yang dilakukan, maka PHE mendapatkan sejumlah penghargaan. Di antaranya, Suitanability Report Rating atau ASRA, Provisional Rating ESG BBB dari Lembaga rating Internasional MSCI ESG.
Lalu, Suistanable Business Award dari UN Global Compact 2024, Meraih 12 PROPER EMAS, dan 19 PROPER HIJAU, Kontribusi energi transtasion 796,485 emisi reduction ton co2eq, dan Grand Champion.
