Jakarta, TopBusiness—PT Atlas Resources, Tbk., perusahaan tambang batu bara, merencanakan menambah modal melalui bursa saham dengan cara penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dulu (PMTHMETD/menerbitkan saham baru).
Dalam keterbukaan informasi untuk otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI), hari ini, Direktur Atlas Resources, Joko Kus Sulistyoko, mengatakan: perusahaan itu akan menerbitkan saham baru senilai Rp200 per lembar, sebanyak 319 juta lembar saham. Itu dengan kurs tengah Bank Indonesia (BI) Rp16.356 di 29 Agustus 2025.
Joko mengatakan, penerbitan saham baru ini dilakukan untuk mendapatkan modal kerja. Stategi ini ditempuh karena Atlas Resources terkendala mendapatkan pendanaan dari pihak ketiga seperti perbankan.
Persetujuan PMTHMETD itu akan dimintakan di RUPSLB (rapat umum pemegang saham luar biasa) di 29 Oktober 2025.
“Dan tak akan melebihi dua tahun sejak ada persetujuan tersebut,” kata dia.
