TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Inilah Jurus Energi Rendah Karbon Pertamina

Achmad Adhito
10 October 2025 | 16:26
rubrik: Business Info
Inilah Jurus Energi Rendah Karbon Pertamina

Sumber Foto: Corp Comm Pertamina/Istimewa

Jakarta, TopBusiness—PT Pertamina (Persero) menegaskan komitmennya dalam mendukung transisi energi berkelanjutan melalui inovasi pengembangan berbagai produk rendah karbon. Wakil Direktur Utama Pertamina, Oki Muraza, mengatakan sejumlah inovasi yang telah diluncurkan. “Antara lain Pertamax Green, Sustainable Aviation Fuel (SAF), dan Renewable Diesel (RD),” kata dia dalam keterangan resmi, hari ini.

“Pertamina tidak hanya berfokus pada ketahanan energi nasional, tetapi juga berperan aktif menurunkan emisi dan menciptakan ekosistem energi yang lebih hijau,” ujar Oki dalam Investor Daily Summit 2025 di Jakarta Convention Center (JCC).

Pertama, Pertamax Green 95 yang telah diluncurkan secara nasional hadir dengan RON 95 dan kandungan sulfur di bawah 50 ppm (Euro IV). Produk berbasis bioetanol ini mampu mengurangi ketergantungan impor bensin sekaligus mendorong ekonomi lokal berbasis energi terbarukan.

“Pertamina mencatat, penggunaan Bioetanol dalam negeri dapat mensubstitusi bensin impor sehingga mampu mengurangi defisit neraca perdagangan impor bensin yang saat ini setara USD 12,4 miliar (Rp200 triliun), menurunkan emisi karbon sektor transportasi, serta menggerakkan ekonomi untuk para petani,” ungkap Oki.

Kedua, Pertamina berhasil memproduksi Sustainable Aviation Fuel (SAF) berbasis minyak jelantah yang pertama kali digunakan dalam penerbangan Pelita Air Jakarta–Bali pada 20 Agustus 2025. 

Inovasi ini mengantarkan Pertamina menjadi satu-satunya produsen SAF co-processing di Asean, dengan ekosistem pasok dari pengumpulan minyak jelantah hingga pemanfaatan oleh maskapai nasional. Produk SAF juga telah bersertifikasi International Sustainability and Carbon Certification (ISCC) dan mampu menurunkan emisi karbon penerbangan hingga 84%.

“Teknologi SAF ini sepenuhnya dikembangkan oleh insinyur dalam negeri, membuktikan kapasitas Indonesia sebagai regional champion energi hijau,” tegas Oki. 

Di sektor Diesel, Pertamina telah menerapkan B40. “Program Biodiesel B40 Indonesia merupakan yang tertinggi di dunia, sehingga Indonesia dapat sepenuhnya mandiri dalam pemenuhan kebutuhan solar domestik,” tambah Oki.

BACA JUGA:   Biznet Bikin Kabel Optik Bawah Laut, Hubungkan Jawa-Sumatera-Bangka

Inovasi lainnya adalah Renewable Diesel (RD), bahan bakar nabati berbasis hidrogenasi minyak sawit. Keunggulannya stabilitas oksidasi lebih baik, tidak mudah menyerap air, serta efisiensi pembakaran lebih optimal dibandingkan biodiesel konvensional.

Tags: bioetanolenergi rendah karbonpertamax green 95pertamina
Previous Post

Bangun Daya Saing, BPR Bank Daerah Kudus Andalkan Kekuatan Human Capital

Next Post

Penutupan Perdagangan Akhir Pekan, Indeks di Zona Hijau

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR