Jakarta, TopBusiness – Di tengah persaingan ketat sektor perbankan dan tantangan ekonomi akibat bencana serta kebijakan regulasi yang semakin ketat, PT BPR Bank Daerah Kudus (Perseroda) tetap menegaskan komitmennya dalam mengutamakan pengembangan sumber daya manusia (SDM) sebagai aset utama perusahaan.
Direktur Utama BPR Bank Daerah Kudus, Nataria Ika Prasetyawati, menjelaskan bahwa bank yang sepenuhnya dimiliki Pemerintah Kabupaten Kudus ini menempatkan penguatan SDM sebagai salah satu pilar strategis dalam visinya.
“Visi dari Bank Daerah Kudus yaitu maju dan berkembang bersama nasabah. Sedangkan salah satu misi kami adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan,” ujarnya saat wawancara penjurian TOP Human Capital Awards 2025 secara daring, Kamis (9/10/2025).
Ia menambahkan, peningkatan kualitas SDM bukan sekadar pelatihan formal, melainkan juga penanaman nilai-nilai etika kerja, disiplin, dan integritas. “Kami menyadari tenaga sumber daya manusia itu merupakan aset kami,” katanya.
BPR Bank Daerah Kudus juga terus berupaya menciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan profesional. “Rasa nyaman itu perlu dimiliki. Karena apabila lingkungan kerja yang tidak nyaman, tentunya tidak nyaman juga kita dalam bekerja. Akhirnya pekerjaan kita tidak fokus,” bebernya.
Kenyamanan tersebut dibangun melalui sistem rekrutmen dan penilaian yang transparan. “Rekrutmen kita itu melalui pihak ketiga karena BUMD itu banyak sekali yang ajang titipan. Kalau kami mau nitip boleh saja, tetapi proses harus tetap dilalui. Kami tidak mau membayar sumber daya manusia, tetapi ternyata tidak mumpuni,” tegasnya.
Selain itu, sistem promosi dan rotasi jabatan diterapkan secara berkala untuk memastikan regenerasi dan peningkatan kapasitas pegawai. “Karyawan juga dipromosikan atau dipindahkan ke posisi dengan tanggung jawab lebih besar. Hal ini untuk pengembangan perusahaan dan diri karyawan sendiri,” lanjutnya.
Upaya peningkatan kapasitas SDM juga dilakukan melalui pelatihan dan dan workshop bagi seluruh karyawan, baik front office maupun back office, untuk menanamkan budaya pelayanan prima dan profesional di setiap level organisasi.
“Kami memberikan pelatihan service excellent kepada karyawan, karena nasabah atau tamu itu adalah raja, karena setinggi apapun jabatannya, kalau bekerja di bank, itu pasti semuanya adalah marketing,” ujar Natarina.
Inovasi dan Transformasi Bisnis Berkelanjutan
Dalam menghadapi dinamika bisnis perbankan daerah, Natarina menekankan pentingnya inovasi produk dan layanan yang didukung oleh SDM kompeten. Salah satu langkah strategis BPR Bank Daerah Kudus adalah menciptakan produk-produk baru yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Untuk tahun 2024, kita menciptakan adanya produk seperti ketumbar, kredit umum sahabat Masyarakat. Ada sambal terasi, sarana berusaha modal dan bebas administrasi, di mana setiap pengajuan yang disetujui, kita bebaskan administrasi,” paparnya.
Langkah ini diambil untuk mendorong pertumbuhan bisnis di tengah ekonomi yang melambat, BPR Bank Daerah Kudus memberikan keringanan biaya administrasi kredit guna menjaga loyalitas nasabah dan menstabilkan perputaran ekonomi.
Tidak hanya berfokus pada produk, BPR Bank Daerah Kudus juga memperluas pasar dan memperkuat branding. “Kami membuka lahan baru, karena dulu namanya bank pasar. Mindset masyarakat itu bank pasar ya nasabahnya pasar. Tapi kami ingin marketnya seluruh masyarakat Kudus bisa kita bantu perekonomiannya.” Imbuhnya.
Untuk memperkuat hubungan dengan nasabah, BPR Bank Daerah Kudus menerapkan pelayanan jemput bola yang didukung teknologi digital. Dengan sistem berbasis Android, transaksi seperti setoran tabungan dan pembayaran kredit langsung terintegrasi dengan kantor, sehingga risiko dapat diminimalkan.
Selain aspek bisnis, Natarina juga menekankan pentingnya tata kelola yang baik dan budaya organisasi yang sehat. “Kami menjalankan prinsip kehati-hatian karena kami di BUMD. Prinsip kehati-hatian ini selalu kami terapkan karena kita ngerinya di undang-undang tipikor dan tipibank.” Teasnya.
BPR Bank Daerah Kudus juga mengedepankan sistem reward and punishment guna menjaga motivasi dan kinerja pegawai. Menurut Natarina, penerapan sistem tersebut menjadi dorongan agar seluruh karyawan dapat bekerja secara lebih optimal dan berorientasi pada hasil.
Untuk menjaga daya saing dan keberlanjutan organisasi, berbagai inisiatif human capital terus diperkuat. “Kami punya program pengembangan kepemimpinan dengan pelatihan dan mentorship, workshop team building, dan transformasi budaya perusahaan. Kami juga mengusahakan lingkungan kerja lebih inklusif dan produktif,” pungkasnya.
Berbagai upaya tersebut membuahkan hasil positif. Hal itu terlihat dari sejumlah penghargaan bergengsi yang berhasil diraih BPR Bank Daerah Kudus, seperti BUMD Award oleh PT Madani, Successful Women Award, Indonesia Platinum Award, dan Indonesia Best Innovation Excellence Award.
