Jakarta, BusinessNews Indonesia—Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, mengatakan di Jakarta (2/1/2018), bahwa dirinya mengharapkan tahun 2018 memberi harapan baru bagi bursa saham Indonesia.
“Selamat tahun baru 2018 bagi kita semua. Semoga tahun 2018 memberi harapan baru, karena yang dijual di bursa ini hanya harapan dan kepercayaan. Harapan tersebut mengemuka lantaran industri pasar modal Indonesia menunjukkan geliat yang prospektif,” kata Wapres Jusuf Kalla saat membuka hari pertama perdagangan 2018 di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Dia mengatakan, geliat prospektif itu dibuktikan dengan meningkatnya jumlah investor, nilai investasi, serta jumlah perusahaan yang tercatat di bursa.
Dalam pembukaan perdagangan itu, hadir pula Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso, Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, dan Direktur Utama BEI Tito Sulistio.
Direktur Utama BEI Tito Sulistio mengatakan, di tahun 2017, selain naiknya IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan), jumlah investor pasar modal, jumlah emiten baru, capaian lain adalah kepercayaan investor asing terhadap Indonesia. Itu dengan realisasi 15% dari total kenaikan investasi sebesar Rp 261 triliun.
Adapun aktivitas frekuensi perdagangan di BEI mengalami pertumbuhan hampir 20% dan menjadikan likuiditas perdagangan saham BEI lebih likuid diantara bursa lainnya di kawasan regional Asia.
