TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Transformasi SDM di Perumdam Bantul: dari Digitalisasi Hingga Budaya Kerja

Abi Abdul Jabbar Sidik
15 October 2025 | 17:04
rubrik: Business Info, Event, HC
Transformasi SDM di Perumdam Bantul: dari Digitalisasi Hingga Budaya Kerja

Jakarta, TopBusiness – Di tengah tantangan pelayanan publik yang makin kompleks, Perumdam Tirta Projotamansari Kabupaten Bantul memilih menempuh jalur berbeda: membangun kekuatan dari dalam melalui optimalisasi sumber daya manusia (SDM). Menurut Dian Evita Widyaningsih, Kasubag Kepegawaian dan Kesekretariatan perusahaan, pengelolaan sumber daya manusia bukan sekadar urusan administrasi, melainkan jantung kehidupan perusahaan daerah air minum.

“Kalau SDM-nya kuat, pelayanan akan otomatis mengikuti,” ujarnya dalam kesempatan wawancara penjurian TOP Human Capital Awards 2025 yang digelar Majalah TopBusiness secara daring, Kamis (9/10/2025)

Fokus pada Profesionalisme dan Inovasi

Menurut Dian, seluruh kebijakan human capital di Perumdam Tirta Projotamansari berpijak pada tiga nilai dasar: jujur, profesional, dan inovatif. Visi dan misi perusahaan diarahkan untuk memastikan pelayanan air bersih di Bantul berjalan efisien dan merata. Lima strategi utama menjadi fondasi kerja: memperbaiki sistem air baku dan jaringan pipa, menekan kebocoran (NRW), menjaga kualitas dan kontinuitas air, mengembangkan sistem penyediaan air minum (SPAM), serta meningkatkan profesionalisme pegawai.

“Kami ingin seluruh pegawai bukan sekadar bekerja sesuai tupoksi, tapi punya semangat untuk berinovasi,” kata Dian.

Transformasi SDM di perusahaan ini berjalan beriringan dengan peningkatan kinerja bisnis. Evaluasi tahun 2023–2024 menunjukkan nilai kinerja Perumdam Bantul naik pada aspek operasional dan SDM, dengan skor 66,6 berdasarkan indikator Kementerian Dalam Negeri.

Jumlah pegawai pun bertambah dari 136 orang (2023) menjadi 144 orang (2024), sementara partisipasi pelatihan meningkat dari 133 menjadi 140 pegawai.

“Rasio pelatihan kami mencapai 97,2 persen. Hampir semua karyawan sudah ikut pelatihan sesuai bidangnya,” ungkap Dian.

Selain pelatihan, perusahaan juga memberi penghargaan bagi pegawai yang berprestasi, khususnya mereka yang berkontribusi besar dalam memperluas sambungan rumah pelanggan (SR).

BACA JUGA:   Manfaatkan TI, Performa Perumda Air Minum Tirta Ayu Kabupaten Tegal Meningkat

Dalam rekrutmen, Perumdam Tirta Projotamansari menggandeng lembaga eksternal seperti Lembaga Psikotes Zaitunadan Cakra Biwa Konsultan untuk proses asesmen dan sertifikasi K3.

“Tujuannya agar calon pegawai sesuai kebutuhan dan punya kompetensi yang terukur,” jelas Dian.

Perusahaan juga bekerja sama dengan perguruan tinggi seperti UST dan AKTRTA untuk meningkatkan kapasitas akademik, serta Perpamsi, BTA, dan LSM AMI dalam berbagai pelatihan teknis, keuangan, hingga efisiensi energi.

Digitalisasi SDM dan Sistem Terpadu

Langkah besar lainnya adalah penerapan Human Capital Management System (HCMS) yang terintegrasi. Sistem ini mempermudah seluruh proses data, gaji, tunjangan, hingga pelaporan pegawai.“Prosesnya jadi cepat dan transparan. Semua terhubung secara digital,” ujar Dian.

Selain itu, perusahaan mengembangkan aplikasi pelanggan “Siap Prima” di Play Store untuk memudahkan akses informasi rekening, gangguan air, dan pengaduan masyarakat.

Semangat digitalisasi ini, menurut Dian, menjadi bukti bahwa Perumdam Bantul ingin maju bersama teknologi tanpa meninggalkan nilai kemanusiaan.

Digitalisasi ini duga didukung oleh Penerapan Good Corporate Governance (GCG) yang menjadi pedoman utama. “Setiap pegawai harus patuh pada etika dan aturan. Kami punya sistem pengaduan internal atau whistleblowing system di bawah pengawasan SPI,” jelasnya.

Laporan pelanggaran akan diproses secara terbuka dan profesional, termasuk pemberian sanksi bila terbukti ada penyalahgunaan wewenang.

Selain itu, Perumdam Bantul telah  menyiapkan roadmap regenerasi pegawai hingga 2026. Setiap tahun, mereka memetakan posisi yang akan pensiun dan menyiapkan calon pengganti melalui pelatihan internal.

Namun, Dian mengakui ada dilema dengan regulasi batas usia pegawai yang hanya sampai 35 tahun. “Beberapa pegawai kontrak kami berusia di atas 35 tahun tapi punya kinerja luar biasa. Sayangnya aturan tidak memungkinkan mereka diangkat tetap,” ujarnya.

BACA JUGA:   Performa Bisnis Mumpuni, Perumdam Tirta Projotamansari Jadi Finalis TOP BUMD Awards 2024

Meski demikian, mereka tetap diberi peran penuh di lapangan, khususnya dalam penanganan kebocoran air dan pelayanan pelanggan. Budaya “Pantang Bali Sebelum Mili”

Lebih dari sekadar sistem dan pelatihan, Perumdam Tirta Projotamansari punya budaya kerja yang khas: “Pantang Bali Sebelum Mili”, atau tidak akan pulang sebelum air mengalir. “Itu bukan slogan kosong. Itu semangat kerja kami di lapangan,” tutur Dian.

Semangat ini tertanam dalam Himne dan Mars PDAM yang menggugah rasa kebersamaan dan pengabdian. “Dari liriknya saja sudah tercermin bahwa kami bekerja bukan hanya untuk target, tapi untuk pelayanan,” tambahnya.

Tags: Perumdam Tirta ProjotamansariPerumdam Tirta Projotamansari Kabupaten Bantul
Previous Post

Transformasi HC Pupuk Kaltim, Bangun Talenta Unggul dan Organisasi yang Agile

Next Post

TEI ke-40 Resmi Dibuka, Hadirkan Keunggulan Produk Indonesia Tanpa Batas

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR