Jakarta, TopBusiness – Laju IHSG kemarin ditutup turun 0.19%, disertai dengan net sell asing ~1.43 Tr. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBRI, BMRI, BRMS, BBCA, dan ARCI.
Untuk perdagangan hari ini, menurut Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, laju IHSG berpotensi teknikal rebound hari ini, setelah kemarin bertahan pada support kuat di 8000.
“Dengan kondisi berikiut, maka level Support IHSG diproyeksi di rentang 7900-8000 dan level Resist IHSG diperkirakan di kisaran 8100-8150,” ujar Fanny dalam risetnya, Kamis (16/10/2025).
Global Overnight Review
Wall Street Menguat, Didukung Laporan Keuangan Positif 2 Bank Besar AS. Indeks-indeks saham Wall Street mayoritas menguat pada perdagangan Rabu (15/10).
Penguatan tersebut ditopang laporan keuangan positif dari dua raksasa perbankan AS, Bank of America dan Morgan Stanley.
Kinerja kuat sektor keuangan tersebut berhasil mengimbangi kekhawatiran pasar terhadap negosiasi dagang AS-China dan potensi dampak dari shutdown pemerintah. Indeks S&P 500 naik 0,4%, Nasdaq Composite menguat 0,7%. Sedangkan Dow Jones Industrial Average turun tipis 0,04%.
Saham Bank of America melesat 4,4%, sementara Morgan Stanley naik 4,7% setelah kedua bank tersebut melaporkan kinerja QoQ yang melampaui ekspektasi pasar.
Di sisi lain, indeks volatilitas Cboe (VIX), naik ke 20,6 setelah sempat menyentuh 21,6 pada pekan lalu, merupakan level tertinggi sejak akhir Mei.
Sementara itu, saham teknologi seperti Nvidia sempat naik 2,7% namun berbalik melemah tipis 0,1% di akhir sesi.
Pasar saham masih dibayangi ketegangan baru antara AS dan China setelah Presiden Donald Trump mengancam akan menerapkan embargo minyak goreng terhadap Beijing, sebagai balasan atas kebijakan China yang membatasi ekspor mineral tanah jarang dan tidak membeli kedelai dari AS.
Trump juga sempat menyebut rencana penerapan tarif tambahan 100% terhadap seluruh barang impor asal China.
Bursa Asia-Pasifik Menguat, Dolar Melemah Usai Sinyal Dovish dari The Fed. Bursa saham Asia rebound pada perdagangan Rabu (15/10), didorong oleh pernyataan bernada dovish dari Ketua The Fed Jerome Powell dan laporan keuangan positif dari perbankan besar AS. Namun, ketegangan dagang antara AS dan China masih membatasi selera risiko investor.
Powell pada Selasa (14/10) membuka peluang pemangkasan suku bunga lebih lanjut dan mengisyaratkan bahwa program pengetatan neraca (quantitative tightening) bank sentral mendekati akhir. Komentar tersebut meningkatkan ekspektasi pelonggaran moneter tambahan tahun ini, dengan pasar memperkirakan sekitar 48 bps pemangkasan suku bunga hingga Desember.
Indeks Nikkei 225 Jepang naik 1,76%, dan Topix menguat 1,58%. Sedangkan di Korea Selatan, indeks Kospi melesat 2,68%, dan Kosdaq bertambah 1,98%.
Sementara itu, Hang Seng Hong Kong naik 1,84%, Shanghai Composite menguat 1,22%, Taiex Taiwan naik 1,80%, dan ASX 200 Australia menguat 1,03%.
Di sisi lain, Straits Times bertambah 0,32% dan FTSE Malaysia naik tipis 0,01%. (Source: Investor Daily, Kontan, Bloomberg)
Trading Idea hari ini: ANTM, CDIA, PTRO, BRPT, SCMA, dan FILM
- ANTM Spec Buy dengan area beli di 3300-3400, cutloss di bawah 3270. Target dekat di 3430-3500.
- CDIA Spec Buy dengan area beli di 1900-1985, cutloss di bawah 1860. Target dekat di 2030-2100.
- PTRO Spec Buy dengan area beli di 6600-6700, cutloss di bawah 6400. Target dekat di 6900-7200.
- BRPT Spec Buy dengan area beli di 3750-3890, cutloss di bawah 3700. Target dekat di 4000-4100.
- SCMA Spec Buy dengan area beli di 400-410, cutloss di bawah 380. Target dekat di 420-434.
- FILM Buy on Weakness dengan area beli di 4500-4700, cutloss di bawah 4400. Target dekat di 4900-5250.
