Jakarta, TopBusiness – PT Permodalan Ekonomi Rakyat (PT PER) Provinsi Riau menegaskan bahwa penguatan sumber daya manusia (SDM) menjadi fondasi utama dalam menjaga kinerja dan daya saing perusahaan.
Sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Provinsi Riau, PT PER berkomitmen menempatkan pengembangan human capital sebagai pilar strategis yang menopang seluruh aspek operasional dan inovasi bisnis.
Plt Direktur Utama PT PER, M. Dahrol, menyampaikan dalam presentasi penjurian TOP Human Capital Awards 2025, bahwa pengelolaan SDM di PT PER dilakukan secara sistematis dan berbasis kompetensi.
“Dalam hal perencanaan sumber daya manusia, kami melaksanakan rekrutmen dengan proses seleksi berlapis dan melibatkan seluruh divisi terkait. Tidak ada keputusan tunggal oleh direksi,” ungkap Bahrul secara daring, Jumat (17/10/2025).
“Penempatan karyawan disesuaikan dengan kompetensi dan kebutuhan posisi untuk meningkatkan produktivitas kerja.” Lanjutnya.
Langkah tersebut memastikan setiap karyawan ditempatkan sesuai kapasitas dan potensi terbaiknya. Proses mutasi dan rotasi dilakukan bukan hanya untuk penyegaran, tetapi juga untuk memperluas pengalaman dan keterampilan lintas fungsi.
Hadir dalam kesempatan ini seperti Mery Mulanti Kepala Divisi (Kadiv) Operasional, Lisa Susanti, Kadiv Renstra, Acep Rahman, Kadiv Satuan Pengawas Internal, Alvi Rizal Pimpinan Divisi Syariah, Hayatullah Kadiv Kepatuhan Manajemen Risiko dan Norman Rahman Kadiv Bisnis.
Masih menurut Dahrol, PT PER juga konsisten menjalankan program pelatihan dan pengembangan secara berkelanjutan, baik melalui lembaga eksternal maupun pelatihan internal yang difasilitasi pimpinan senior.
“Sekitar 80 persen posisi strategis diisi oleh talenta internal melalui program talent pool dan talent development,” kata Bahrul.
Program tersebut mencakup pelatihan manajerial dan teknis, coaching, mentoring, hingga perencanaan suksesi jabatan strategis.
Selain pengembangan kompetensi, perusahaan menanamkan budaya kerja yang solid melalui nilai-nilai “KOMPAK”, singkatan dari Komitmen, Integritas, Transparansi, Akuntabilitas, dan Kebersamaan. Nilai tambahnya adalah Optimis, Motivasi, Asah, Asih, Asuh, dan Kontinuitas.
Budaya tersebut menjadi perekat organisasi sekaligus panduan perilaku dalam menjalankan tugas. “Kami membangun budaya inovasi, kolaborasi, dan pemberdayaan karyawan. Karyawan yang menghasilkan ide inovatif diberi apresiasi,” beber Bahrul.
Untuk menjaga semangat kompetitif, PT PER memberikan penghargaan tahunan bagi karyawan berprestasi, termasuk pimpinan cabang terbaik, analis terbaik, dan tim penagihan terbaik. Sistem penilaian kinerja menjadi dasar bagi promosi dan pengembangan karier.
HCMS Digital Tingkatkan Efisiensi
Transformasi digital di bidang human capital juga menjadi salah satu capaian penting PT PER. Melalui penerapan Human Capital Management System (HCMS), perusahaan berhasil meningkatkan efisiensi administrasi dan manajemen SDM hingga 30 persen.
“HCMS mendukung pertumbuhan bisnis berkelanjutan. Implementasi sistem HC berbasis digital meningkatkan efisiensi, mempercepat proses evaluasi, dan menjaga akurasi data karyawan,” terang Bahrul.
Hasilnya, PT PER mencatat nol sengketa hubungan industrial selama tiga tahun terakhir, menunjukkan komunikasi yang baik dan lingkungan kerja yang harmonis. Tingkat keterlibatan dan kepuasan karyawan pun mencapai 85 persen, menjadi indikator kuat bahwa kebijakan human capital perusahaan berjalan efektif.
Fokus penguatan SDM tersebut menjadi pondasi bagi inovasi dan digitalisasi layanan. PT PER kini mengoperasikan dua sistem perbankan, konvensional dan syariah (dual banking system) untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan masyarakat Riau.
“Kami mengakomodasi seluruh lapisan masyarakat. Bagi yang ingin menggunakan produk syariah seperti pembiayaan umrah, kami sediakan akad syariah. Sementara bagi yang membutuhkan kredit konvensional, kami juga melayaninya,” jelas Bahrul.
Dalam mendukung operasional, PT PER mengembangkan beberapa sistem digital, seperti SIPAS (Sistem Informasi Pengelolaan Arsip dan Surat) untuk digitalisasi arsip dan korespondensi, AMCO (Application Monitoring and Collection) untuk pemantauan aktivitas penagihan, dan pengajuan pembiayaan secara online melalui website serta aplikasi Android.
“Kami memperkuat manajemen risiko dengan memperkuat bagian-bagian yang memitigasi potensi risiko di kemudian hari,” paparnya. Dengan sistem tersebut, pengawasan kredit menjadi lebih akurat, sekaligus meminimalkan potensi kredit bermasalah (NPL).
Tambahan, penguatan SDM dan inovasi digital memberi dampak positif pada kinerja keuangan. Pada 2024, penyaluran kredit mencapai Rp4,465 miliar dengan outstanding Rp74,439 miliar. Pendapatan bunga naik sekitar Rp1,2 miliar, sementara outstanding dan aset tumbuh sekitar Rp6 miliar. Laba bersih tercatat Rp4,055 miliar, dengan efisiensi biaya operasional dari Rp17 miliar menjadi Rp14 miliar. Total aset meningkat dari Rp90,897 miliar menjadi Rp96,752 miliar.
