Jakarta, TopBusiness – Laju IHSG kemarin ditutup turun 1.04%, disertai dengan net buy asing ~170 Miliar. Saham yang paling banyak dibeli asing adalah BBCA, ASII, AMRT, IMPC, dan UNTR.
Untuk perdagangan hari ini, Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman mengatakan, laju IHSG berpotensi kembali rebound hari ini.
“Dengan kondisi hari ini, level Support IHSG diproyeksi berada di rentang 8050-8100 dan level Resist IHSG diperkirakan di kisaran 8250-8300,” ujar dia, dalam risetnya, Kamis (23/10/2025).
Global Overnight Review
Wall Street Kompak Turun, Kekhawatiran Perdagangan AS-China. Indeks-indeks saham Wall Street kompak turun pada penutupan Rabu (22/10).
Kekhawatiran baru terkait hubungan dagang antara AS dan China, ditambah laporan kinerja keuangan yang mengecewakan dari sejumlah raksasa teknologi, membuat investor melakukan aksi jual.
Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,71%, S&P 500 melemah 0,53% dan Nasdaq Composite berkurang 0,93%.
Tekanan jual semakin kuat setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengonfirmasi bahwa Gedung Putih tengah mempertimbangkan pembatasan ekspor perangkat lunak buatan AS ke China.
Langkah tersebut mengikuti pernyataan Presiden Donald Trump dua pekan lalu, yang menegaskan bahwa AS akan menerapkan pembatasan ekspor terhadap ‘seluruh perangkat lunak penting’ mulai 1 November mendatang.
Di sisi emiten, saham ON Semiconductor turun hampir 6%, Advanced Micro Devices (AMD) merosot lebih dari 3%, dan Micron Technology serta VanEck Semiconductor ETF (SMH) masing-masing melemah sekitar 2%.
Sementara itu, Netflix melemah 10% akibat laba yang meleset dari estimasi. Sedangkan, Intuitive Surgical sahamnya melonjak hampir 14%, berkat laporan pendapatan dan penjualan yang kuat.
Investor kini menantikan laporan keuangan dari sejumlah emiten besar, termasuk Tesla, yang dijadwalkan merilis hasil kinerja setelah penutupan bursa Rabu malam waktu AS.
Bursa Asia Mixed. Bursa Asia beragam cenderung melemah pada perdagangan hari Rabu (22/10). Indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,02%.
Sejalan, indeks Hang Seng Hong Kong melemah 0,94%, Taiex Taiwan turun 0,37% dan Shanghai Composite menurun 0,07%. Sementara itu, indeks Kospi Korea Selatan melesat 1,56% dan ASX 200 Australia melemah 0,71%.
Di sisi lain, FTSE Straits Times naik 0,32% dan FTSE Malay KLCI turun 0,87%. Pasar Asia-Pasifik cenderung turun karena investor mempertimbangkan pemerintahan baru Jepang dan data perdagangan terbaru dari Tokyo.
Ekspor Jepang pada bulan September mengakhiri penurunan selama empat bulan, setelah naik 4,2% YoY, karena pengiriman ke Asia mengalami pertumbuhan yang kuat, yang sebagian mengimbangi penurunan ekspor ke AS. Namun, ekspor meleset dari ekspektasi kenaikan 4,6%, menurut ekspektasi.
Perdana Menteri Sanae Takaichi dan kabinet barunya dilantik pada hari Selasa (21/10), dengan mantan pesaingnya dalam pemilihan kepemimpinan Partai Demokrat Liberal yang berkuasa, Shinjiro Koizumi, diangkat menjadi menteri pertahanan dan Satsuki Katayama menjadi menteri keuangan perempuan pertama Jepang. (Source: Investor Daily, Kontan, Bloomberg).
Trading Idea hari ini: SSIA, JARR, TEBE, BBCA, MLPL, dan CDIA
- SSIA Spec Buy dengan area beli di 1740-1775, cutloss di bawah 1720. Target dekat di 1800-1845.
- JARR Spec Buy dengan area beli di 3900, cutloss di bawah 3750. Target dekat di 4280-5000.
- TEBE Spec Buy dengan area beli di 2410, cutloss di bawah 2280. Target dekat di 2670-2920.
- BBCA Spec Buy dengan area beli di 8200, cutloss di bawah 8100. Target dekat di 8300-8450.
- MLPL Spec Buy dengan area beli di 144-150, cutloss di bawah 140. Target dekat di 158-168.
- CDIA Spec Buy dengan area beli di 1825-1875, cutloss di bawah 1800. Target dekat di 1940-2000.
