Jakarta, TopBusiness – Dalam sesi presentasi penjurian TOP Human Capital Awards (TOP HC Awards) 2025 yang digelar secara virtual oleh Majalah TopBusiness, Kamis (23/10/2025), Boga Group menegaskan perannya dalam membangun sistem manajemen sumber daya manusia (SDM) yang adaptif dan strategis.
Melalui presentasi bertajuk “The Role of Talent Mobility and HCMS as Strategic Business Partner,” Ernica Silaban, Chief Human & Legal Officer Boga Group, menekankan pentingnya kolaborasi antara pengelolaan talenta dan strategi bisnis.
“Kami percaya bahwa kunci pertumbuhan berkelanjutan ada pada kemampuan perusahaan untuk mengelola dan memobilisasi talenta dengan efektif. Human Capital bukan hanya fungsi administratif, tapi mitra strategis dalam menciptakan nilai bisnis,” ujar Ernica dalam paparannya.
Boga Group dikenal sebagai perusahaan pengelola ratusan restoran di Indonesia dengan ribuan karyawan profesional terlatih. Pertumbuhan pesat perusahaan ini merupakan hasil dari komitmen kuat terhadap kualitas bahan baku dan layanan prima kepada pelanggan.
“Kami selalu menjaga standar tertinggi, baik dalam pemilihan bahan maupun pelayanan. Itu yang menjadi DNA Boga Group dan membedakan kami dari pemain lain di industri F&B,” tambah Ernica.
Restoran di bawah naungan Boga Group tersebar di berbagai kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Semarang, Medan, Makassar, hingga Bali. Selain bisnis restoran, perusahaan ini juga memiliki unit usaha lain seperti Boga Catering, layanan katering premium dan Creative Culinary, fasilitas produksi terpusat untuk mendukung seluruh operasional restoran.
Ernica menjelaskan, strategi bisnis perusahaan berfokus pada tiga hal utama: EBITDA Improvement, Product Development Capability, dan Process Improvement Capability.
“Kami ingin memastikan setiap langkah strategis didukung sistem SDM yang kuat dan berbasis data,” ujarnya.
Dalam visinya, Boga Group ingin membangun reputasi sebagai penyedia pengalaman bersantap yang menginspirasi dan memperkaya gaya hidup masyarakat Indonesia. Untuk mewujudkan visi itu, perusahaan memiliki misi menciptakan konsep inovatif, memperluas merek gaya hidup, dan mengembangkan talenta terbaik di industri.
Komitmen itu diwujudkan melalui pengembangan Human Capital Management System (HCMS) yang berorientasi jangka panjang. Rencana pengembangan HCMS terbagi dalam tiga tahap besar:
Tahun 2026 menjadi fase Building Foundation & Connection, dengan fokus pada pembangunan infrastruktur pembelajaran digital, identifikasi kepemimpinan berbasis budaya, dan penerapan AI-based HR analytics.
Tahun 2027, Boga Group akan masuk tahap Optimizing & Scaling Impact, yakni mengintegrasikan perjalanan karier, memperkuat nilai perusahaan, serta mengembangkan external talent pipeline dan kampanye employer branding.
Sementara tahun 2028 menjadi fase Leveraging Intelligence & Consistency, yang menitikberatkan pada penerapan predictive analytics, succession readiness dashboard, dan augmented reality learning untuk meningkatkan retensi serta fleksibilitas tenaga kerja.
“Kami sedang membangun sistem yang bukan hanya mencatat data karyawan, tapi mampu membaca pola, memprediksi potensi, dan membantu pengambilan keputusan yang lebih cepat dan cerdas,” jelas Ernica.
Selain memperkuat sistem digital, Boga Group juga memiliki sejumlah program pengembangan kepemimpinan seperti Management Development Program (MDP), Captain Development Program, Management Individual Development Program (MIDP), dan Leadership Development Program (LDP).
“Kami ingin memastikan bahwa setiap individu memiliki jalur karier yang jelas dan kesempatan untuk tumbuh. Dari outlet captain hingga manajemen senior, semuanya memiliki ruang belajar dan berkembang,” kata Ernica.
Melalui penguatan mobilitas talenta, digitalisasi sistem SDM, dan budaya pembelajaran berkelanjutan, Boga Group membuktikan diri sebagai perusahaan yang tidak hanya fokus pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga pada pengembangan manusia di balik keberhasilannya.
“Transformasi ini bukan sekadar proyek HR, tapi bagian dari perjalanan kami menjadi organisasi pembelajar yang tangguh dan adaptif,” tutup Ernica Silaban.
