Jakarta, TopBusiness – Pan Pacific Jakarta yang memposisikan diri sebagai Luxury Hotel, menempatkan sumber daya manusia (SDM) sebagai ujung tombak bagi keberlangsungan bisnis perusahaan. Strategi pengembangan SDM dilakukan melalui pendekatan human-centered yang memperlakukan karyawan sebagai aset berharga untuk mendukung core business bidang hospitality yang mengedepankan spirit keramahtamahan.
Menggeluti bidang usaha hospitality atau industri jasa keramahtamahan: hotel dan layanan restoran, Pan Pacific Jakarta SDM sebagai mitra strategis dan ujung tombak bagi keberlangsungan bisnis perusahaanm. Strategi HCMS (Human Capital Management System), di antaranya difokuskan untuk mewujudkan service excellence (pelayanan prima).
Secara umum, pengelolaan SDM di Pan Pacific Jakarta diarahkan untuk mendukung pencapaian tujuan perusahaan melalui berbagai pendidikan dan pelatihan agar memiliki sklill atau terampil, bermotivasi tinggi, dan profesional. Hal ini mencakup berbagai aspek, mulai dari perencanaan, rekruitmen, pengembangan, penilaian kinerja, kompensasi yang adil, hingga penciptaan lingkungan kerja yang kondusif, berorientasi pada produktivitas, dengan tetap memperhatikan aspek kesejahteraan mereka.
Pengembangan kompetensi SDM dilakukan agar, mereka selalu siap dalam menghadapi dinamika dan tuntutan masa depan. Proses pengembangan dilakukan melalui dari proses mengenali (talent maping), mengembangkan dan menyalurkan bakat di seluruh departemen dan properti yang ada di dalam Pan Pacific Group.
Pan Pacific Jakarta adalah bagian dari Pan Pacific Hotels Group yang mengelola hotel mewah dan resor melalui tiga merek: Pan Pacific, ParkRoyal Collection, dan ParkRoyal. Grup ini berbasis di Singapura dan merupakan anak perusahaan dari UOL Group Limited. Di Indonesia, grup ini juga mengelola Pan Pacific Jakarta, ParkRoyal Serviced Suites Jakarta, dan ParksRoyal Hotel Jakarta. Masing-masing properti dan brand-nya, memiliki posisi keunikan dan tawaran layanan yang stylish berkelas.
“Visi kami adalah menjadi Grup Perhotelan Global Terpercaya. Secara umum strategi bisnis kami, tentunya berfokus pada peningkatan okupansi dengan mengembangkan segmen dan peningkatan pasar melalui layanan yang berkualitas agar makin berdaya saing. Strategi pengembangan SDM juga diarahkan untuk mendukung strategi binsis ini, di mana SDM yang solid menjadi kunci penting untuk mendukung target pertumbuhan perusahaan secara berkelanjutan,” ungkap Director of People & Culture di Pan Pacific Jakarta, saat presentasi dan wawancara penjurian TOP Human Capital (HC) Awards 2025 secara dari Rabu (22/10/2025) yang dihelat Majalah TopBusiness.
TOP Human Capital Awards (TOP HC Awards 2025) merupakan ajang corporate rating (penilaian), pembelajaran, serta penghargaan bidang Human Capital terbesar di Indonesia yang diselenggarakan Majalah TopBusiness bekerja sama dengan sejumlah konsultan dan asosiasi terkait bidang SDM, serta kalangan akademisi. Tujuan penyelenggaraan TOP HC Awards 2025 juga untuk mendorong peningkatan efektivitas dan kualitas manajemen pengelolaan human capital (Human Capital Management System /HCMS) di perusahaan-perusahaan di Indonesia untuk mendukung keberhasilan bisnis.
Turut hadir dari Pan Pacific Jakarta dalam wawancara penjurian ini, di antaranya Director of Learning & Organizational Development, Tirza Agata D, serta Manager of People & Culture, I Made Ganis Santika. Sedangkan Tim Juri Penilai terdiri Benyamin de Haan (Senior Advisor MSI Group), Kusuma Prabandari ( Ceo Dwika Consulting), Sentot Baskoro (LSPM SDM KI), serta Thendri Supriatno, Founder Corporate Forum for CSR Development (CFCD) yang dimoderatori oleh Ahmad Chury (MSI Group).
Terkait pengembangan SDM perusahaan berkomitmen untuk mendefinisikan kembali hospitality mewah di ibu kota Indonesia, memberikan pelayanan yang tulus kepada tamu, dan menetapkan standar baru dalam layanan dan akomodasi yang unggul dan berkelas sebagai luxury hotel. Pengembangan SDM dilakukan selaras dengan Misi (Orang, Proses, Budaya Positif, Profitabilitas).
“Kami berkomitmen memberikan diferensiasi, sesuai dengan positioning Pan Pacific Jakarta yang diposisikan diposisikan sebagai Luxury Hotel. Banyak keunggulan yang kami miliki, terletak di Luminary Tower Thamrin Nine Jakarta yang ikonik, gedung tertinggi di Jakarta saat ini. Lokasi strategis dan premium ini juga tentunya juga menjadi kekuatan tersendiri bagi kami,” ungkap Director of People & Culture, Faisal Tjandraatmadja.
Sebagai usaha perhotelan, pengelolaan SDM, dilakukan mengikuti standar di Pan Pacipic dan juga mengikuti regulasi pemerintah, UU terkait ketenaga kerjaan. Proses dilakukan dari perencanaan, rekrutmen, pelatihan, manajemen kinerja, kompensasi, hingga pemeliharaan dan pengembangan karyawan sesjuai dengan spirit dan untuk mendukjung visi dan misi perusahaan. Strategi – Develop and implement HR dilakukan melalui pendekatan aligned with the hotel’s business objectives (spesifik usaha perhotelan).Tujuannya adalah untuk mendapatkan dan mempertahankan SDM yang berkualitas guna memberikan layanan terbaik kepada tamu, yang sangat krusial bagi untuk daya saing bisnis perhotelan.
Dalam hal ini, perusahaan banyak melakukan orientasi dan pelatihan: memberikan orientasi yang efektif kepada SDM sesuai bidangnya, memberikan pelatihan berkelanjutan untuk meningkatkan keterampilan teknis, kepemimpinan, dan pelayanan pelanggan. “Kami memberikan pelatihan rata- per karyawan: 48 jam/tahun. Kami juga melakukan survei keterlibatan pengembangan karyawan, mengevaluasi kinerja karyawan, memberikan umpan balik rutin, serta merencanakan pengembangan karir untuk menjaga kinerja tetap optimal. Kami juga melakukan promosi internal: 7,5%/tahun,” ungkap Fasial.
Perusahaan juga menggunakan sistem teknologi seperti Human Resource Information System (HRIS) untuk mengelola dan manajemen SDM. Seperti absensi, jadwal shift, hingga penggajian secara efisien. Selain itu, juga ada sistem teknologi untuk mempermudah pelatihan online secara berkala, yang dapat memotong biaya dan meningkatkan efisiensi.
Dalam hal ini juga ada beberapa aspek terkaqit Human Capital Management System (HCMS) yang mendukung pertumbuhan bisnis berkelanjutan atau hal lainnya yang membanggakan. Di antaranya, Human Capital Digitalization – membantu self-service system untuk karyawan. Promoting Organization Sustainability – membantu memberdayakan lingkungan sekitar dan menciptakan people ownership dari karyawan terhadap kebutuhan sosial disekitar. Associate Engagement – melakukan inovasi dan membuka banyak kegiatan karyawan untuk meningkatkan kemampuan employee well-being.
Career Planning Committee – terdiri dari Executives (Operation, Finance, Commercial, Human Capital) untuk membahas perencana karir dan succession plan dengan menggunakan DNA Personality Assessment. Reward and Recognition – Memberikan penghargaan dan pengakuan kepada karyawan yang berprestasi, sehingga motivasi kerja karyawan semakin meningkat.
Aspek Human Capital yang dianggap layak menjadi contoh atau dapat direkomendasikan kepada perusahaan/instansi lain: Leaders to Train – mendorong Leaders untuk melakukan pelatihan-pelatihan terutama terkait dengan Soft Skills dengan memunculkan Leader’s Training Hours. Digital Learning Platform – mendorong karyawan untuk memperkuat keahlian dan soft-skill terkait dengan hospitality service melalui Lobster-Ink, serta mendorong budaya self-learning agar setiap individu dapat belajar secara mandiri. Partnership with University – selain menerima siswa didik untuk dilatih juga melatih para dosen sekolah perhotelan di industri perhotelan.
