Jakarta, TopBusiness — Platform produktivitas terpadu global Lark menjalin kemitraan strategis dengan PT Matahari Putra Prima Tbk (IDX: MPPA), pengelola jaringan Hypermart di bawah naungan Lippo Group, untuk mempercepat proses transformasi digital di perusahaan ritel.
Kolaborasi ini melibatkan sekitar 6.000 karyawan MPPA, mencakup tim kantor pusat dan garda depan di 130 gerai Hypermart di seluruh Indonesia.
General Manager APAC Lark, Mark Dembitz, mengatakan kemitraan ini menjadi bagian dari komitmen Lark dalam mendukung akselerasi digitalisasi di sektor ritel yang menjadi tulang punggung ekonomi nasional.
“Kami membantu tim Hypermart bekerja lebih cerdas dan cepat melalui penyederhanaan operasional dan peningkatan kolaborasi. Dengan pengalaman global kami, Lark siap mendampingi perjalanan digitalisasi Hypermart dan jaringan bisnis MPPA lainnya,” ujar Dembitz dalam keterangannya, Jumat (24/10/2025).
Menurut Dembitz, Lark menghadirkan solusi digital terintegrasi untuk meningkatkan efisiensi, memperkuat komunikasi lintas tim, dan mempercepat pengambilan keputusan di seluruh lini operasional. Sejumlah solusi yang diterapkan meliputi integrasi komunikasi antara kantor pusat dan toko, optimalisasi manajemen kerja melalui Lark Base, sentralisasi informasi dengan Lark Wiki, serta penguatan kultur perusahaan lewat Lark Moments.
Sektor ritel diketahui menyumbang lebih dari 54 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Namun, di tengah potensi besar dan pertumbuhan kelas menengah, industri ini menghadapi tantangan untuk terus beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen dan pesatnya kemajuan teknologi.
Deputy CEO MPPA, Jerry Goei, mengungkapkan penerapan sistem Lark telah memberikan dampak nyata terhadap efisiensi dan produktivitas perusahaan.
“Selama dua bulan terakhir, kami melihat bagaimana Lark memperkuat operasional, meningkatkan komunikasi tim, dan menghadirkan disiplin serta transparansi di seluruh organisasi. Kolaborasi ini sejalan dengan semangat kampanye kami, ‘Hypermart bikin Happy’, untuk terus memberikan pengalaman belanja yang lebih baik bagi pelanggan,” ujarnya.
Langkah digitalisasi MPPA ini diharapkan memperkuat daya saing ritel nasional, yang menargetkan pertumbuhan hingga 5 persen pada 2025. Dengan ekosistem teknologi yang saling terhubung, Hypermart diharapkan mampu beradaptasi lebih cepat terhadap dinamika pasar dan kebutuhan konsumen yang semakin digital.
Kolaborasi dengan MPPA menambah rekam jejak Lark di kawasan Asia Tenggara. Sebelumnya, Lark telah bermitra dengan MR D.I.Y., yang menggunakan platform tersebut untuk menghubungkan 40.000 karyawan di Malaysia, Indonesia, dan Thailand, serta dengan Philippine Seven Corporation, pengelola jaringan 7-Eleven di Filipina, yang memanfaatkan Lark untuk memperlancar komunikasi di lebih dari 4.100 toko.
