TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Kenaikan Harga Sawit dan Efisiensi Genjot Laba DNSG Hingga 51 Persen

Nurdian Akhmad
24 October 2025 | 16:41
rubrik: Business Info
Kenaikan Harga Sawit dan Efisiensi Genjot Laba DNSG Hingga 51 Persen

Jakarta, TopBusiness — PT Dharma Satya Nusantara Tbk (IDX: DSNG) mencatatkan kinerja gemilang sepanjang sembilan bulan pertama 2025. Perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp1,3 triliun, melonjak 51 persen year-on-year (YoY) dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Direktur Utama DSNG, Andrianto Oetomo, menjelaskan bahwa lonjakan laba tersebut dipicu oleh kenaikan harga jual rata-rata (average selling price/ASP) produk sawit serta perbaikan efisiensi operasional di seluruh lini usaha.

“Peningkatan ini didorong oleh kenaikan ASP seluruh produk utama, yakni CPO naik 16,3 persen (YoY), Palm Kernel meningkat 80,5 persen, dan PKO tumbuh 82,8 persen, sementara volume penjualan naik sekitar 5 persen,” ujar Andrianto dalam keterangan tertulis, Jumat (24/10/2025).

Sepanjang Januari–September 2025, pendapatan konsolidasi DSNG mencapai Rp8,9 triliun, tumbuh 25 persen (YoY). Dari total tersebut, segmen kelapa sawit masih menjadi penopang utama dengan kontribusi sekitar 88 persen, disusul produk kayu 11 persen dan energi terbarukan 1,7 persen.

Pendapatan dari segmen kelapa sawit naik 27,8 persen menjadi Rp7,8 triliun, seiring peningkatan ASP dan produksi. Produksi Tandan Buah Segar (TBS) meningkat 4 persen menjadi 1,6 juta ton, dan produksi CPO tumbuh 3,9 persen. Kualitas produk tetap terjaga dengan Free Fatty Acid (FFA) stabil di 3 persen dan Oil Extraction Rate (OER) di 23,37 persen.

Untuk segmen produk kayu, DSNG membukukan pendapatan Rp948,8 miliar, tumbuh 9,2 persen (YoY). Kinerja positif ini ditopang kenaikan volume penjualan panel sebesar 9,9 persen dan engineered flooring 3,2 persen. “Permintaan global menunjukkan perbaikan meski masih dihadapkan pada tantangan eksternal seperti tarif perdagangan Amerika Serikat dan ketegangan geopolitik,” kata Andrianto.

Sementara itu, pendapatan segmen energi terbarukan turun 8,3 persen (YoY) menjadi Rp148,9 miliar, akibat fluktuasi permintaan biomassa di pasar Jepang. Meski demikian, lini bisnis ini mendapat dorongan dari produk wood pellet yang mulai beroperasi komersial sejak awal 2025, dengan volume penjualan mencapai 13,7 ribu ton dan harga rata-rata USD120 per ton.

BACA JUGA:   Kementerian PUPR Hadirkan Pariwisata Berkelas Dunia di Danau Toba

Per 30 September 2025, total aset DSNG tercatat Rp17,2 triliun, turun 1 persen dibandingkan tahun lalu akibat pembayaran dividen dan pelunasan obligasi yang jatuh tempo pada Juli 2025. Total liabilitas menurun 17 persen (YoY) sejalan dengan strategi deleveraging melalui pelunasan pinjaman lebih awal, sementara ekuitas meningkat 11 persen menjadi Rp10,9 triliun.

Dengan kombinasi kenaikan ASP, efisiensi biaya, serta penguatan fundamental keuangan, DSNG menunjukkan ketahanan bisnis yang solid di tengah fluktuasi harga komoditas dan dinamika global.

Tags: PT Dharma Satya Nusantara Tbk
Previous Post

Sesi Penutupan Akhir Pekan, IHSG Turun Tipis

Next Post

Depok-Tangerang-Yogya Pimpin Kenaikan Harga Rumah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR