TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Depok-Tangerang-Yogya Pimpin Kenaikan Harga Rumah

Achmad Adhito
24 October 2025 | 20:09
rubrik: Business Info
Belanja Iklan Tak Selalu Dorong Situs Properti

foto ilustrasi: istimewa

Jakarta, TopBusiness—Pembangunan infrastruktur terbukti menjadi pendorong utama pertumbuhan nilai properti di area suburban. Berdasarkan Flash Report Oktober 2025 by Rumah123, wilayah seperti Depok, Tangerang, dan Yogyakarta mencatatkan kenaikan harga rumah yang signifikan di tengah tren nasional yang cenderung melambat.

“Secara keseluruhan, harga rumah di Indonesia naik 0,5% secara bulanan dan 0,7% secara tahunan hingga September 2025,” kata Kepala Riset Rumah123.com, Marisa Jaya, hari ini dalam keterangan yang diterima wartawan Majalah TopBusiness.

Meskipun pertumbuhannya masih di bawah inflasi nasional (2,65%), data Flash Report Oktober 2025 by Rumah123 menunjukkan bahwa wilayah dengan proyek infrastruktur aktif justru mencatat kinerja yang lebih kuat.

Depok menjadi salah satu kota yang paling konsisten mencatatkan pertumbuhan harga sepanjang 2025. Harga rumah di Depok naik 0,5% secara tahunan, didorong oleh beroperasinya Tol Depok–Antasari dan pembukaan pintu tol Sawangan, yang telah mengubah kawasan ini menjadi magnet baru bagi hunian dan fasilitas komersial.

Sementara itu, Tangerang menempati posisi teratas sebagai lokasi pencarian rumah paling populer di Indonesia, dengan 14,1% dari total listing enquiries di platform Rumah123. Harga rumah di Tangerang naik 1,1% secara tahunan, menunjukkan bahwa minat terhadap area suburban dengan konektivitas tinggi tetap kuat, terutama di kalangan masyarakat urban yang mencari keseimbangan antara lokasi strategis dan kualitas hidup.

Marisa menambahkan bahwa, di luar Jabodetabek, Yogyakarta menonjol sebagai kota dengan kenaikan harga tertinggi di Indonesia (7,9%). Pertumbuhan ini dipicu oleh pengembangan Tol Solo–Yogyakarta–NYIA dan Tol Yogyakarta–Bawen, yang meperluas konektivitas dan meningkatkan nilai kawasan.

Peresmian jalur Tol Solo–Klaten pada 2024 disebut sebagai momentum yang memercepat kenaikan harga rumah secara konsisten sejak pertengahan tahun lalu.

BACA JUGA:   Menteri ESDM: Amankan BBM-Gas Akhir Tahun

Tren ini juga mencerminkan pergeseran preferensi pembeli muda. Konektivitas kini menjadi kata kunci dalam perilaku pencarian hunian, khususnya di kalangan generasi muda. Mereka semakin sadar bahwa nilai properti tidak hanya ditentukan oleh lokasi, tetapi juga oleh akses dan potensi pengembangan jangka panjang kawasan tersebut.

Fakta ini menegaskan bahwa infrastruktur menjadi katalis penting bagi pasar properti, terutama di wilayah suburban yang menawarkan keseimbangan antara harga terjangkau dan kemudahan akses.

“Dengan penurunan suku bunga acuan ke 4,75% dan stabilitas ekonomi yang terjaga, pasar properti Indonesia menunjukkan optimisme menjelang akhir tahun,” Marisa menambahkan.

Tags: flash report rumah123.comkenaikan harga rumahmarisa jaya
Previous Post

Kenaikan Harga Sawit dan Efisiensi Genjot Laba DNSG Hingga 51 Persen

Next Post

Hutama Karya Catat Pencapaian Signifikan Proyek Tol Lingkar Pekanbar

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR