TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

ABL Ubah Tantangan menjadi Peluang via Human Resources

Agus Haryanto
25 October 2025 | 08:43
rubrik: Event
ABL Ubah Tantangan menjadi  Peluang via Human Resources

Jakarta, TopBusiness – Dalam menjalankan proses bisnis, PT Asian Bulk Logistics atau ABL memanfaatkan kondisi tantangan menjadi sebuah peluang. Untuk itu, peran dan kontribusi human resources (HR) adalah sebuah keniscayaan agar menjadi entitas yang selalu bertumbuh dan memberikan nilai tambah bagi pemangku kepentingan.

“Nah kalau kita lihat, outcome kita bagaimana dari challenges to opportunities. Bagaimana mentransformasi organisasi excellence, untuk bagaimana membuat structure yang agile, yang bisa mengikuti perkembangan bisnis?” kata Chief Human Resources Officer, Hermawan, kepada Dewan Juri TOP Human Capital Awards 2025, saat pemaparan materi presentasi berjudul ‘Transforming HR: Talent Mobility and HCMS as Key Business Enablers – The Role of Talent Mobility and HCMS as Strategic Business Partner’ melalui aplikasi zoom meeting, di Jakarta, Jumat.

Perusahaan sendiri memiliki kerangka kerja bisnis versus peran HR atau SDM yang sejalan dengan pertumbuhan bisnis. Ini dimulai dari tujuan utama berdirinya perusahaan yakni menghubungkan dunia melalui logistik dan infrastruktur untuk menciptakan nilai berkelanjutan dan dampak positif yang berkelanjutan terhadap kesejahteraan. Tujuan itu nantinya diarahkan pada visi yaitu menjadi penyedia solusi logistik dan infrastruktur terintegrasi kelas dunia yang memberikan nilai tambah bagi pelanggan global.

Setelah visi, maka sasaran berikutnya adalah menggerakan sumber daya manusia (SDM), yang berfokus pada pergeseran peran dari operasi SDM menjadi mitra bisnis strategis untuk mendukung visi bisnis Grup ABL. Hal itu dengan harapan memberikan hasil (outcome). Pertama, menargetkan  mampu ciptakan nilai bisnis hingga 20 kali lipat di tahun 2030 dengan didasari lima pola pikir ABL yaitu safety, agility, collaboration, trustworthy, dan innovation (SACTI).

Kedua, talent and leadership to attract – build – retain global talents yang dapat diartikan sebagai strategi manajemen SDM yang komprehensif untuk memastikan sebuah perusahaan memiliki, mengembangkan, dan mempertahankan individu-individu berbakat dari seluruh dunia. Dan ketiga,  adalah peningkatan produktivitas.

BACA JUGA:   PIU Terapkan GRC Terintegrasi guna Tingkatkan Kepercayaan Investor

Dalam konteks untuk menciptakan manfaat yang didorong melalui meningkatkan produktivitas dari masing-masing talenta sehingga tercapai visi perusahaan, maka kondisi tantangan menjadi peluang sebagai sarana sekaligus kunci dalam mengelola proses bisnis agar berkelanjutan.

Dikatakan Hermawan, pihaknya  melakukan transforming organizational excellence to ‘Network Structure Organization’ , Internal resources allocation, super job. Ini poin pertama. “Tentunya, kalau kita lihat ini bagaimana menggunakan internal resource allocation yaitu super job agar mendorong seluruh para potential talent, ini multitasking. Kita mengedepankan orang-orang internal, ini untuk dapat mengisi posisi-posisi dan mengisi future leader”, katanya.

“Jadi, kalau bicara rasio, bagaimana kita by itu sekitar target 20 persen critical role yang mixed market, tetapi 80 persen kita upayakan how to build dari dalam. Nah, challenge to opportunities bagaimana men-transform?  Bagaimana capabilities dari orang-orang yang task worker menjadi menjadi knowledge worker,” papar Hermawan.

Dalam pandangan Hermawan, untuk poin kedua adalah bagaimana cara mengubah pola pikir masing-masing talenta yang merupakan sebuah pekerjaan rumah yang mesti diselesaikan.  “Itu adalah homework buat kita semua HR. Bagaimana men-develop orang-orang terutama yang di side? Bagaimana menjadi task worker menjadi knowledge worker. Banyak program development yang kita berikan, banyak opportunity diberikan, mereka bisa belajar, mengambil sertifikasi anywhere dan lain-lain,” ungkap Hermawan.

“Dan di point 3, adalah bagaimana membuat suatu future driven learning untuk global business. Bagaimana kita juga bekerjasama dengan institusi-institusi baik di domestik dan internasional,” pungkas dia.

Future driven learning yaitu sebuah pendekatan dalam pengembangan SDM yang berfokus pada antisipasi dan persiapan terhadap perubahan, tantangan, serta peluang di masa depan.  “Untuk global business, bagaimana kita juga bekerjasama dengan institusi-institusi baik di domestik dan internasional.

Previous Post

Kementerian PU Gerak Cepat Tangani Banjir di Tenggang dan Sringin, Jawa Tengah

Next Post

MedcoEnergi Raih Penghargaan Subroto 2025 untuk Keselamatan dan Kinerja Keuangan Hulu Migas

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR