Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga sesi penutupan perdagangan diperkirakan bergerak sideways hari ini.
Melalui website samuel.co.id, daily report Samuel Sekuritas Indonesia, Selasa (28/10/2025) ini, memperlihatkan judul IHSG Diperkirakan Bergerak Sideways Hari Ini.
Pasar saham AS ditutup menguat pada Senin (27 Okt). Dow +0,71%, S&P 500 1,23%, dan Nasdaq 1,86%. Pasar kembali mencatatkan rekor baru seiring meningkatnya optimisme terhadap potensi kesepakatan dagang AS–Tiongkok menjelang pertemuan antara Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping akhir pekan ini. Yield UST 10Y turun tipis 0,35% (-1,4 bps) ke 3,98%, sementara USD Index melemah -0,17% ke 98,78.
Pasar komoditas ditutup beragam. WTI -0,31% ke USD 61,31/bbl, Brent -3,98% ke USD 65,66/bbl, batubara +0,14% ke USD 104,25/ton, CPO -1,09% ke MYR 4.372, dan emas turun 2,85% ke USD 4.019,7/oz.
Pasar Asia ditutup menguat pada Senin (27 Okt). Nikkei +2,46%, Hang Seng 1,05%, dan Shanghai 1,18%.
Sementara itu, IHSG melemah 1,87% ke 8.117,15, dengan net buy asing sebesar Rp 1.197,2 miliar (pasar reguler Rp 341,3 miliar; pasar negosiasi: Rp 855,9 miliar). Saham dengan inflow asing terbesar di pasar reguler adalah BBCA (Rp 338,4 miliar), diikuti BRPT (Rp 147,1 miliar) dan BREN (Rp 144,7 miliar). Sementara itu, outflow terbesar tercatat pada BMRI (Rp 337,8 miliar), diikuti oleh PTRO (Rp 169,8 miliar) dan BBRI (Rp 164,3 miliar). Top leading movers: BBCA, TLKM, TPIA; top lagging movers: DSSA, BRPT, AMMN.
Pagi ini, Kospi (0,81%) dan Nikkei (0,31%) dibuka melemah. “Kami memperkirakan IHSG akan bergerak sideways hari ini, di tengah sentimen beragam dari pasar regional dan global,” demikian sebagaimana dikutip.
