Jakarta, TopBusiness – Laju IHSG kemarin ditutup turun 1.87%, tapi masih disertai dengan net buy asing ~341 Miliar. Saham yang paling banyak dibeli asing adalah BBCA, BRPT, BREN, BRMS dan CUAN.
Untuk perdagangan hari ini, menurut Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, laju IHSG berpotensi rebound hari ini, setelah kemarin koreksi dalam efek kekhawatiran pengurangan bobot di MSCI.
“Dengan begitu, maka level support IHSG diproyeksi akan berada di rentang 7950-8000 dan level resist IHSG diperkirakan di kisaran 8150-8200,” ujar Fanny dalam risetnya, Selasa (28/10/2025).
Global Overnight Review
Wall Street Menguat, Kompak Mencatatkan Rekor Tertinggi. Indeks-indeks saham Wall Street ditutup naik hingga mencatatkan all time high pada perdagangan Senin (27/10).
Setelah meredanya ketegangan dagang antara AS dan China memicu optimisme pasar akan tercapainya kesepakatan dagang dalam waktu dekat. Indeks saham S&P 500 melesat 1,23%, Nasdaq Composite menguat 1,86%, dan Dow Jones Industrial Average naik 0,71%.
“Kami memiliki kerangka kerja yang sangat baik bagi para pemimpin untuk dibahas pada Kamis (30/10) nanti,” ujar Menteri Keuangan AS Scott Bessent dari sela-sela KTT ASEAN di Kuala Lumpur, Malaysia.
Kerangka kesepakatan tersebut dikabarkan mencakup penundaan pembatasan ekspor rare earth dari China yang sempat memicu ketegangan, pembatalan rencana tarif 100% yang sempat diancam Presiden Donald Trump mulai 1 November, serta dimulainya kembali pembelian kedelai AS oleh China.
Kesepakatan tersebut juga disebut dapat mencakup penyelesaian sengketa TikTok, dengan AS memperoleh kesepakatan untuk versi domestik aplikasi video tersebut.
“Saya sangat menghormati Presiden Xi Jinping, dan kami akan mencapai kesepakatan,” kata Trump dari pesawat kepresidenan Air Force One.
Saham Nvidia dan Broadcom masing-masing naik lebih dari 2%, sementara Tesla melesat 4,3%. Dan, saham Qualcomm melonjak 11%.
Bursa Asia Menghijau, Harapan Baru dari Kesepakatan Dagang AS-China. Pasar saham Asia-Pasifik menguat pada perdagangan Senin (27/10), dipimpin oleh kenaikan indeks Korea Selatan.
Setelah negosiator perdagangan utama AS dan China mencapai kerangka kesepakatan atas sejumlah isu yang selama ini diperdebatkan.
Langkah tersebut membuka jalan bagi Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping untuk menandatangani kesepakatan tersebut.
Indeks Kospi Korea Selatan melesat 2,57% dan indeks Kosdaq meningkat 2,22%. Sementara di Jepang, indeks Nikkei 225 menguat 2,46% dan Topix bertambah 1,70%. Selain itu, indeks Hang Seng Hong Kong naik 1,05%, S&P/ASX 200 Australia juga naik 0,41% dan CSI 300 daratan China menguat 1,19%.
Di sisi lain, dalam wawancara dengan CBS News pada Minggu (26/10), Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan bahwa rencana tarif 100% terhadap impor China “secara efektif sudah dibatalkan.”
Ia menambahkan, China diperkirakan akan meningkatkan pembelian kedelai dari AS serta menunda penerapan pembatasan ekspor logam tanah jarang (rare earth). Namun, AS akan tetap mempertahankan kontrol ekspor terhadap China. (Source: Investor Daily, Kontan, Bloomberg)
Trading Idea hari ini: PGEO, CMRY, NCKL, JPFA, EMTK, dan MIKA
- PGEO Spec Buy dengan area beli di 1265-1285, cutloss di bawah 1250. Target dekat di 1305-1325.
- CMRY Spec Buy dengan area beli di 5075-5125, cutloss di bawah 5025. Target dekat di 5200-5300.
- NCKL Spec Buy dengan area beli di 1220-1240, cutloss di bawah 1210. Target dekat di 1260-1300.
- JPFA Spec Buy dengan area beli di 2600-2650, cutloss di bawah 2500. Target dekat di 2700-2840.
- EMTK Spec Buy dengan area beli di 1020-1070, cutloss di bawah 1000. Target dekat di 1105-1145.
- MIKA Spec Buy dengan area beli di 2500-2530, cutloss di bawah 2470. Target dekat di 2570-2640.
