TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Berbagai Program Unggulan Lintas Sektor Terus Berlanjut di 2026

Agus Haryanto
30 October 2025 | 16:12
rubrik: Business Info
Berbagai Program Unggulan Lintas Sektor Terus Berlanjut di 2026

foto: ekon.go.id

Jakarta, TopBusiness – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menghadiri Rapat Terbatas (Ratas) di Istana Kepresidenan yang membahas perkembangan perekonomian nasional. Terungkap bahwa beberapa indikator utama perekonomian masih menunjukkan tren positif, sehingga menjadi bukti bahwa kuatnya daya tahan ekonomi Indonesia.

“Relatif perekonomian dari berbagai indeks angkanya cukup baik dan beberapa indikator-indikator terkait dengan konsumsi, misalnya, indeks konsumen juga masih di atas 100 sampai 115. Ritel juga baik sebesar 5,8%, PMI senilai 50,4,” tutur Menko Airlangga ketika memberikan keterangan pers usai mengikuti Ratas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto, di Jakarta, Rabu (29/10), sebagaimana dikutip dari ekon.go.id.

Sektor investasi dan konsumsi masyarakat juga memperlihatkan tren positif. Realisasi investasi nasional telah mencapai Rp1.434,3 triliun, sementara mandiri spending index naik hingga 297 menjelang akhir tahun, sejalan dengan kinerja perbankan yang juga meningkat. Dari sisi produksi, terjadi peningkatan pula pada utilisasi kapasitas industri yang menandakan kegiatan ekonomi terus bergerak.

Lebih lanjut, dia menjelaskan berbagai program unggulan lintas sektor yang sudah ditargetkan dan akan dilanjutkan pada tahun 2026. Regulasi pendukung untuk hal itu telah disiapkan guna memastikan kesinambungan program prioritas nasional. “Ini relatif regulasinya sudah disiapkan seperti PPH final untuk UMKM sampai tahun 2027. Kemudian PPH 21 untuk sektor pariwisata dan industri padat karya. Kemudian PPN DTP untuk sektor perumahan dan juga penerima diskon iuran Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian,” ucap Airlangga.

Menurut Airlangga, Presiden Prabowo Subianto juga memberikan perhatian khusus terhadap sejumlah program strategis di sektor pertanian, kelautan, dan perikanan. Dalam hal ini pentingnya terjadi kesinambungan hilirisasi dan peningkatan nilai tambah sumber daya alam.

BACA JUGA:   Pemerintah Dorong Konsumsi Domestik Melalui Penyelenggaraan BINA Lebaran 2026

“Bapak Presiden juga melihat dan mendengarkan program-program di berbagai sektor termasuk di sektor pertanian misalnya untuk program terkait dengan hilirisasi. Di Kementerian Kelautan dan Perikanan terkait dengan revitalisasi tambak pantura yang 20 ribu hektare. Pengembangan tambak udang terintegrasi di Nusa Tenggara Timur. Modernisasi kapal dan juga terkait dengan program Makan Bergizi Gratis,” kata Airlangga.

Berbagai program unggulan tersebut telah disiapkan laporannya oleh seluruh kementerian teknis penanggung jawabnya dan akan terus dipantau pelaksanaannya hingga akhir tahun mendatang. Pemerintah juga berkomitmen memastikan bahwa setiap kebijakan memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan perekonomian nasional. “Jadi hampir seluruh kementerian berbicara untuk terkait dengan program-program yang diandalkan oleh Bapak Presiden dan program ini juga dimonitor untuk sampai akhir tahun 2025 ini,” kata Airlangga.

Terkait negosiasi tarif dengan Amerika Serikat (AS), Indonesia akan melanjutkan negosiasi setelah penyelenggaraan KTT APEC pada akhir bulan ini, terutama dari segi legal drafting yang masih harus dibahas dengan pihak AS.

Untuk besaran tarif nol persen, Menko Airlangga meyakinkan bahwa Indonesia akan mendapatkan deal seperti Malaysia. “Jadi kita sudah bicarakan untuk produk-produk yang Amerika tidak bisa produksi seperti kelapa sawit, kakao, dan karet, itu seluruhnya diberikan tarif nol persen. Kita minta juga untuk komoditas tertentu semisal yang menjadi supply chain untuk industri kesehatan,” pungkasnya.

Tags: kemenko
Previous Post

Kuartal III, Laba Bersih SUNI Capai Rp146 Miliar

Next Post

Terbukti Lambungkan Kinerja, Hakaaston Sukses Kembangkan Employee Mapping Berbasis 9 Box Talent

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR