TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Triwulan III/2025, BSI Tumbuh di Atas Industri

Agus Haryanto
31 October 2025 | 13:42
rubrik: Finance
Triwulan III/2025, BSI Tumbuh di Atas Industri

foto: bankbsi.co.id

Jakarta, TopBusiness – Rerata indikator kinerja keuangan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) tumbuh dobel digit dan di atas industri disertai kualitas yang sehat. Pertumbuhan ini dikontribusi oleh bisnis emas dan haji sebagai mesin utama bisnis BSI. Akibatnya, laba mencapai Rp5,57 triliun pada triwulan III/2025.

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo, melalui laman bankbsi.co.id, mengucapkan terima kasih atas dukungan Pemerintahan Prabowo dalam mendorong pertumbuhan ekonomi syariah melalui pendirian Bank Emas pada 26 Februari 2025 lalu. Kinerja solid BSI pada triwulan III/2025 tidak lepas dari dukungan kuat Pemerintah RI melalui berbagai kebijakan ekonomi dan program stimulusnya. Program tersebut memperkuat peran BSI dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Selain program stimulus tersebut, penurunan BI Rate dan penempatan dana saldo anggaran lebih (SAL) pada periode ini juga cukup membuat likuiditas perbankan lebih kondusif.

Di antaranya, BSI memperoleh penempatan dana SAL sebesar Rp10 triliun yang sudah terserap habis. Dana ini mampu mendorong posisi Dana Pihak Ketiga (DPK) per triwulan III mencapai Rp348,38 triliun, naik 15,66% (YoY). Mayoritas DPK saat ini berada di kategori dana murah (CASA) yaitu sebesar 59,42%. Komposisi DPK BSI terdiri atas Tabungan sebesar 41,95% dengan outstanding Rp146,36 triliun, giro (17,41%) dengan outstanding Rp60,64 triliun dan Deposito (40,58%) dengan outstanding Rp141,38 triliun. Peningkatan dana mendorong aset BSI tumbuh 12,37% menjadi Rp416triliun.

Tahun 2025 BSI fokus terus menumbuhkan dana murah khususnya, tabungan dari unique sharia proposition yakni tabungan haji dan tabungan bisnis dengan pertumbuhan masing-masing 19% dan 55%.

Dari sisi pembiayaan, BSI pada triwulan III membukukan Rp300,85 triliun, naik 12,65% (YoY). Mayoritas pembiayaan dikontribusi segmen ritel UMKM dan konsumer termasuk emas sebesar Rp217,86 triliun dengan komposisi sebesar 72,42% disusul segmen Wholesale sebesar Rp82,89 triliun dengan komposisi 27,58%.

BACA JUGA:   FIFGROUP & Asuransi Astra Resmikan Masjid Al-Muttaqin

BSI masih menjadikan emas sebagai produk unggulan. Sejak peluncuran layanan bulion oleh pemerintah 26 Februari 2025, bisnis emas BSI tumbuh melesat 72,82% (YoY) mencapai Rp18,76 triliun yang terdiri atas Cicil Emas Rp10,32 triliun tumbuh 106,36% (YoY), dan Gadai Emas Rp8,44 triliun tumbuh 44,19% (YoY). Selain pembiayaan emas, BSI juga mencatatkan pertumbuhan Tabungan E-mas dengan saldo kelolaan 1,15 ton, penjualan 1,69 ton dan CIF rekening emas mencapai 200 ribu.

Melesatnya pembiayaan emas juga mendorong pembiayaan Konsumer BSI naik 15,02% dengan outstanding Rp167,62 triliun. Adapun sektor-sektor produktif yang menopang pembiayaan wholesale BSI yakni pada sektor Telekomunikasi, Agrobisnis, dan Transportasi. Tak hanya tumbuh sustain, kualitas pembiayaan terjaga dengan indikasi NPF Gross 1,86% membaik dari periode sebelumnya dan lebih baik dari posisi industri.

Sementara itu Direktur Finance and Strategy Ade Cahyo Nugroho BSI melanjutkan inisatif penguatan IT dan digital untuk menopang ekspansi bisnis BSI ke depan. “Tak hanya inovasi, kami juga akan memaksimalkan infrastruktur IT dan digital untuk memperluas coverage dan meningkatkan profitabilitas.”

Cahyo mengaku optimistis penguatan kapasitas IT BSI akan mampu meningkatkan sekaligus melayani nasabah dana dan pembiayaan lebih baik yang saat ini jumlahnya melesat. Jumlah nasabah BSI telah mencapai 22,6 juta. “Memasuki akhir tahun ini, kami akan melanjutkan pertumbuhan pembiayaan pada segmen yang sustain dan sehat, transformasi digital berkelanjutan agar layanan BSI makin cepat, efisien, dan inklusif dan peningkatan kapabilitas SDM serta IT dan infrastruktur,” pungkas Cahyo.

Tags: bsi
Previous Post

Pertamina Drilling Dorong Peran Generasi Muda Hadapi Transisi Energi, Dirut PDSI Jadi Dosen Tamu di UGM

Next Post

Sah! Investor Restui SSMS Ajukan Kredit Sindikasi Rp5,2 Triliun

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR